TPA Overload, Ribuan Ton Sampah Menumpuk, Bali Hadapi Krisis Tata Kelola Lingkungan

Thursday, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Regina Yura F. S., S.H., C.P.S., praktisi hukum yang menyoroti lemahnya penegakan aturan dalam krisis sampah Bali.  

Regina Yura F. S., S.H., C.P.S., praktisi hukum yang menyoroti lemahnya penegakan aturan dalam krisis sampah Bali.  

NEWSLINE.ID – Pulau wisata dunia, Bali, kini menghadapi krisis serius dalam pengelolaan sampah. Volume sampah mencapai ribuan ton per hari, sementara sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah kelebihan kapasitas.

Praktisi hukum, Regina Yura F. S., S.H., C.P.S., menegaskan persoalan ini bukan sekadar isu lingkungan. Menurutnya, pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata memiliki tanggung jawab hukum yang jelas. Regulasi sudah tersedia, namun implementasi dan penegakan aturan masih lemah.

Baca juga PENGACARA INDONESIA SOROTI INTERVENSI DAN INTIMIDASI KLIEN WNA DALAM PROSES HUKUM

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari perspektif hukum, masalah ini bukan sekadar isu lingkungan. Pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata memiliki tanggung jawab hukum yang jelas. Regulasi sebenarnya sudah lengkap, tetapi implementasi dan penegakan aturan masih lemah,” ujar Regina, Kamis (9/4/2026).

Kewajiban pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan oleh pelaku usaha, hingga koordinasi antar pemerintah daerah, belum berjalan konsisten. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum, di antaranya:

– Pemerintah daerah bisa dianggap lalai dalam menjalankan pelayanan publik.

– Pelaku usaha yang abai mengelola sampah terancam sanksi administratif hingga pidana lingkungan.

– Jika terjadi pencemaran serius atau kerugian masyarakat, kasus dapat masuk ke ranah pidana lingkungan hidup.

Baca Juga Pengacara Jadi Garda Terdepan Membela Hak Rakyat, Florianus Aman S.H. Ingatkan Pentingnya Bantuan Hukum

Regina menekankan, krisis sampah di Bali bukan karena kurangnya aturan, melainkan kegagalan tata kelola. Lemahnya penegakan hukum, inkonsistensi kebijakan, dan minimnya akuntabilitas membuat masalah ini semakin mengancam citra Bali sebagai destinasi wisata dunia. ***

Penulis : DJB

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kontraktor Lokal Bali Laporkan Dugaan Penipuan Investor Asing di Uluwatu
Oknum Guru dan Kaur Desa Naitae Jadi Sorotan: Diduga Fasilitasi Penipuan Polisi Palsu, Korban Rugi Rp12,5 Juta
INVESTOR ASING KECEWA, PENANGANAN LAPORAN LAMBAN
MARAK PENIPUAN OLEH OKNUM WNA DI BALI, KANTOR HUKUM JAMES RICHARD & PARTNERS SIAP KAWAL KASUS HINGGA TUNTAS
LAW FIRM JAMES RICHARD & PARTNERS MENDAMPINGI WNA JEPANG MEMBUAT LAPORAN POLISI DUGAAN PENGGELAPAN KE KRIMUM POLDA BALI. 
I Gede Feri Kardiana, S.H. Soroti Keadilan di Era Viral: Hukum Bukan Sekadar Opini
Kuasa Hukum Laporkan Oknum Kontraktor ke Ditreskrimum Polda Bali atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan
‎Diskusi Publik FMN dan Dinas ESDM NTT ‎“Flores Pulau Panas Bumi atau Konflik Baru?”

Berita Terkait

Thursday, 9 April 2026 - 10:51

TPA Overload, Ribuan Ton Sampah Menumpuk, Bali Hadapi Krisis Tata Kelola Lingkungan

Wednesday, 1 April 2026 - 14:29

Kontraktor Lokal Bali Laporkan Dugaan Penipuan Investor Asing di Uluwatu

Tuesday, 24 March 2026 - 00:16

Oknum Guru dan Kaur Desa Naitae Jadi Sorotan: Diduga Fasilitasi Penipuan Polisi Palsu, Korban Rugi Rp12,5 Juta

Tuesday, 17 March 2026 - 14:09

INVESTOR ASING KECEWA, PENANGANAN LAPORAN LAMBAN

Tuesday, 17 March 2026 - 13:52

MARAK PENIPUAN OLEH OKNUM WNA DI BALI, KANTOR HUKUM JAMES RICHARD & PARTNERS SIAP KAWAL KASUS HINGGA TUNTAS

Berita Terbaru

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

Nasional

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 Apr 2026 - 11:45