‎Dari Kupang untuk Papua: FOKMAP-NTT Perkuat Solidaritas di Usia ke-IX ‎

Tuesday, 26 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai kegiatan Dies NatalisIX di Lasiana Kupang, Foto:Dok.Tim/

Foto bersama usai kegiatan Dies NatalisIX di Lasiana Kupang, Foto:Dok.Tim/

NEWSLINE NTT – Forum Komunikasi Mahasiswa Papua Nusa Tenggara Timur (FOKMAP-NTT) merayakan Dies Natalis ke-IX di Lasiana, Kota Kupang, Senin (25/5/2026). Perayaan tersebut mengusung tema “Membawa Kita Bertumbuh Bersama, Melestarikan Identitas Budaya, dan Memperkuat Peran Pelajar Generasi Papua yang Unggul di Era Digital.”

Kegiatan berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan dengan dihadiri tokoh agama, senior, alumni, anggota aktif, serta tamu undangan dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Nusa Tenggara Timur.

‎Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Jeheskia Ngadirun, S.Th. Dalam renungannya, ia menekankan pentingnya menjaga budaya gotong royong dan semangat saling melayani di tengah kehidupan mahasiswa Papua di tanah rantau

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, nilai kebersamaan merupakan warisan budaya yang harus terus dipertahankan, sebagaimana tradisi bakar batu yang tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh komunitas.

‎”Budaya seperti bakar batu tidak bisa dilakukan sendirian. Harus ada gotong royong dan saling membantu.ujar Pdt. Jeheskia.

‎Ia juga mengingatkan generasi muda Papua agar mampu memanfaatkan perkembangan era digital untuk memperkuat solidaritas dan organisasi, bukan menjadi sumber perpecahan.

‎”Tuhan memerintahkan kita untuk saling melayani sesuai karunia masing-masing. Jangan mengambil fungsi orang lain, tetapi jalankan tugas dengan rendah hati agar kerukunan tetap terjaga,” tambahnya.

‎Selain itu, Pdt. Jeheskia mengingatkan anggota organisasi agar tidak hanya pandai mengkritik tanpa memberikan solusi dan kontribusi nyata bagi perkembangan organisasi.

‎Sementara itu, Ketua FOKMAP-NTT, Yoyakim Yando, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendeta, senior, alumni, dan panitia yang telah mendukung suksesnya kegiatan Dies Natalis ke-IX.

‎Ia menyebut FOKMAP-NTT sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan bagi mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di NTT.

‎”FOKMAP-NTT adalah wadah yang diberikan oleh orang tua dan kakak-kakak kami untuk belajar kepemimpinan.” kata Yoyakim.

‎Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan biaya demi menyukseskan kegiatan tersebut.

‎”Kami percaya Tuhan Yesus akan membalas semua kerja keras dan pengorbanan yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini menjadi pelajaran untuk terus berbenah ke depannya,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Pdt. Baber Siep Karoba, S.Th., mengajak seluruh mahasiswa Papua di NTT untuk menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh perbedaan suku maupun kelompok.

‎Dalam kesempatan yang sama, Pdt. Baber Siep Karoba, S.Th., mengajak seluruh mahasiswa Papua di NTT untuk menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh perbedaan suku maupun kelompok.

‎”Kalau kita jalan bersama, duduk bersama, dan menangis bersama, maka Papua bisa bangkit. Jangan ada sekat-sekat yang memecah belah kita,” tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menghargai perjuangan orang tua di kampung yang bekerja keras demi pendidikan anak-anak mereka.

‎Senior FOKMAP-NTT, Imanuel Wenda, turut memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh anggota organisasi. Menurutnya, FOKMAP menjadi ruang belajar yang tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan, jaringan, dan pengalaman hidup bagi mahasiswa Papua di perantauan.

‎‎”Ilmu akademis memang diperoleh di kampus, tetapi pengalaman kehidupan dan kepemimpinan banyak dibentuk melalui organisasi seperti FOKMAP,” ujarnya.

‎Sementara itu, perwakilan peserta dari Papua, Langgan Suhun, menilai kekompakan menjadi kunci utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan.

‎”Tanpa kebersamaan dan upaya bersama, organisasi tidak akan berkembang. Dengan ikatan yang kuat, setiap rencana dapat terlaksana dengan baik,”katanya.

‎Melalui perayaan Dies Natalis ke-IX ini, FOKMAP-NTT berharap dapat terus menjadi wadah yang solid bagi mahasiswa Papua di NTT serta melahirkan generasi muda yang unggul secara intelektual, spiritual, dan budaya di tengah perkembangan zaman.***

Penulis : Sardiyanto

Editor : Redaksi

Berita Terkait

81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah
RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026,KPA:Serukan Reforma Agraria Sejati 
UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami
BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere
10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores
‎Perserikatan Solidaritas Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja:Lawan Perampasan Ruang Hidup dan Eksploitasi 
Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Karena Culpa Menyebabkan Meninggalnya Orang Lain.
Cipayung Plus dan FMN Kota Kupang Tolak Penyematan Gelar “Raja Timor” kepada Joko Widodo

Berita Terkait

Wednesday, 26 August 2026 - 20:02

81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah

Monday, 24 August 2026 - 23:10

RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026,KPA:Serukan Reforma Agraria Sejati 

Thursday, 20 August 2026 - 11:58

UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami

Sunday, 16 August 2026 - 20:40

BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere

Saturday, 15 August 2026 - 23:45

10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores

Berita Terbaru

Anak-anak tampak sedang belajar bersama setelah kembali ke rumah masing-masing. Tim Ekspedisi Solidaritas Gempa Flores-NTT memberikan trauma healing kepada anak-anak selama satu minggu guna memenuhi kebutuhan anak dan lansia selama berada di sana. (Foto: Tim Ekspedisi Gempa Flores-NTT)

Kabupaten Nagekeo

‎Gempa Mengguncang Nagekeo, Memicu Kepanikan Warga  ‎

Monday, 31 Aug 2026 - 07:48

Wali Kota Naik Ring, Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores Jumat (21/08/2026). Foto:PROKOPIM Kota Kupang/

Kota Kupang

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan

Sunday, 23 Aug 2026 - 22:05