Antara Harapan dan Keterbatasan: Kisah Bapak Dominggus Bertahan Demi Masa Depan Anak ‎

Thursday, 19 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah keluarga Dominggus Ulu Kehi di Dusun Baumauk, Desa Renrua, yang mengalami kerusakan parah dan tidak layak huni.(Foto:Dok.Ist)
‎

Kondisi rumah keluarga Dominggus Ulu Kehi di Dusun Baumauk, Desa Renrua, yang mengalami kerusakan parah dan tidak layak huni.(Foto:Dok.Ist) ‎

Newsline NTT – Bapak Dominggus Ulu Kehi, seorang petani penyandang disabilitas, masih bertahan tinggal di rumah tidak layak huni di Dusun Baumauk, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Kondisi tersebut telah dijalani bersama keluarganya selama kurang lebih sepuluh tahun di tengah keterbatasan ekonomi.

‎Kisah ini terungkap saat tim media melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Kamis (19/03/2026). Dari hasil pantauan, rumah yang ditempati tampak rusak berat. Dinding batako retak bahkan jebol di beberapa bagian, sementara atap dari kayu lapuk dan seng bekas terlihat miring dan tidak lagi mampu melindungi penghuni dari cuaca.

‎Di dalam rumah, kondisi serba terbatas. Satu ruangan digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk makan, dengan peralatan seadanya. Situasi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan hunian yang lebih layak dan aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Sebagai kepala keluarga, Dominggus tetap bekerja sebagai petani meski mengalami keterbatasan pada bagian kaki. Ia memilih bertahan dalam kondisi tersebut demi memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan.

‎“Yang penting anak bisa sekolah sampai selesai dan punya masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

‎Diketahui, keluarga ini beranggotakan delapan orang dengan enam anak. Tiga di antaranya masih bersekolah, sementara tiga lainnya terpaksa putus sekolah akibat tekanan ekonomi. Salah satu anaknya,WalFrida Muti Ulu, kini telah memasuki semester (8) akhir dan baru menyelesaikan proposal studinya. Anak lainnya, Maria Sembrianti Ulu, masih duduk di bangku SMP, sementara Julio Krisantus Ulu masih berada di jenjang PAUD.

‎Keluarga ini juga tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Meski demikian, bantuan tersebut belum mampu sepenuhnya menjawab kebutuhan hidup, termasuk perbaikan rumah.

‎Selama satu dekade terakhir, mereka tetap bertahan di rumah tersebut dengan berbagai risiko, terutama saat hujan dan angin kencang. Kondisi ini pun mendapat perhatian masyarakat sekitar yang berharap pemerintah segera memberikan bantuan, khususnya program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

‎Selain faktor ekonomi, status Dominggus sebagai penyandang disabilitas dinilai menjadi alasan kuat untuk mendapatkan prioritas bantuan. Harapan pun disampaikan agar pemerintah desa hingga kabupaten dapat segera mengambil langkah nyata.

‎Diketahui, kepala keluarga Dominggus Ulu Kehi tinggal bersama istrinya, Yolenta Kolo, dan anak-anak mereka di alamat Dusun Baumauk, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.***

Penulis : Kontributor:Cesy

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

Fabianus Nahak Dorong Solusi Konkret untuk Gedung Polsek Raimanuk ‎
Polres Belu Respon Aspirasi Warga, Mako Polsek Raimanuk Segera Diaktifkan ‎
Dugaan Pengelolaan BUMDes Loonuna Tidak Transparan, Warga Soroti Pengadaan Ternak
Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Warga Tapal Batas Belu Tagih Janji Pemerintah ‎
Warga Oekofu Bersama Sekolah Bergerak, Perbaiki Distribusi Air Bersih ‎
Warga Oekofu Pertanyakan Kejelasan Kantor Polsek Raimanuk yang Tak Terurus ‎
Air Pamsimas Rusak, Pemuda Faturika Keluhkan Dampak Ekonomi dan Minimnya Penanganan
BEM STISIP Fajar Timur Pertanyakan Atribut Partai di Rumah Jabatan,Ketua DPRD Belu Dinilai Krisis Etika
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 11 April 2026 - 14:07

Fabianus Nahak Dorong Solusi Konkret untuk Gedung Polsek Raimanuk ‎

Thursday, 9 April 2026 - 14:27

Polres Belu Respon Aspirasi Warga, Mako Polsek Raimanuk Segera Diaktifkan ‎

Tuesday, 7 April 2026 - 22:04

Dugaan Pengelolaan BUMDes Loonuna Tidak Transparan, Warga Soroti Pengadaan Ternak

Tuesday, 7 April 2026 - 12:41

Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Warga Tapal Batas Belu Tagih Janji Pemerintah ‎

Thursday, 2 April 2026 - 15:20

Warga Oekofu Bersama Sekolah Bergerak, Perbaiki Distribusi Air Bersih ‎

Berita Terbaru

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

Nasional

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 Apr 2026 - 11:45