Newsline NTT – Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di halaman SMAK St. Agustinus Raimanuk, dilaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67. Upacara tersebut dipimpin oleh Kepala SMAK St. Agustinus Raimanuk, Eduardus Kidamanto Bau, SH.
Dalam amanatnya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa pendidikan menjadi dasar utama yang mengantarkan seseorang berada pada posisinya saat ini, baik sebagai guru maupun siswa. Ia menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk terus belajar dan berkembang.
“Melalui pendidikanlah kita semua bisa berada di tempat ini, baik guru maupun siswa/i. Hal ini bukan ceremonial semata, melainkan momen berharga bagi kita sekalian untuk belajar dan terus belajar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan menjadi pintu awal bagi manusia untuk mengenal Tuhan, memahami kehidupan, serta menentukan masa depan.
”Di dunia ini semua berawal dari pendidikan sehingga kita sekalian bisa mengenal Tuhan, dan melalui proses belajar kita bisa mengenal apa saja, dan kita bisa jadi apa saja,” lanjutnya.
Selain itu, ia mengajak para tenaga pendidik untuk berpedoman pada semboyan pendidikan nasional Tut Wuri Handayani yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Ia menjelaskan bahwa semboyan tersebut mengandung makna bahwa pendidik harus mampu memberikan dorongan, motivasi, dan kepercayaan kepada peserta didik agar tumbuh mandiri.
Menurutnya, pendidik tidak selalu harus memimpin dari depan, tetapi juga perlu memberi ruang dan dukungan dari belakang agar peserta didik berkembang sesuai potensi mereka. Prinsip ini merupakan bagian dari trilogi pendidikan: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh civitas sekolah untuk menjadi pelopor dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
Di akhir amanatnya, ia menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah hingga pusat agar memberikan perhatian serius terhadap kemajuan pendidikan di wilayah pelosok dan perbatasan.
Ia berharap pemerintah dapat lebih fokus dalam mendukung perkembangan sekolah-sekolah di daerah terpencil, termasuk SMAK St. Agustinus Raimanuk yang berada di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan RI–RDTL.***
Editor : Sardiyanto








