UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK

Wednesday, 3 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UMKoe memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi tingkat internasional, nasional, dan provinsi. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus dukungan agar mahasiswa terus meningkatkan prestasi dan kontribusinya bagi kampus maupun masyarakat. (Sumber foto dok: Humas UMKoe)

Rektor UMKoe memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi tingkat internasional, nasional, dan provinsi. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus dukungan agar mahasiswa terus meningkatkan prestasi dan kontribusinya bagi kampus maupun masyarakat. (Sumber foto dok: Humas UMKoe)

Kupang, NEWSLINE.ID – Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) luncurkan kegiatan Student Day 2026 dengan mengusung tema “Kepemimpinan Lintas Budaya, Perkembangan IPTEK dan Kemajuan Bangsa”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (3/6/2026) ini bertujuan mendorong lahirnya mahasiswa berprestasi yang memiliki kemampuan kepemimpinan, wawasan multikultural, serta kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Prof. Dr Nazaruddin Malik, M.Si., Sekretaris Rektor Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom.,Wakil Rektor I Dr. Abdul Majid, S. Pi., M. M., Wakil Rektor II Dr. Baco Tang, M. Si., Wakil Rektor III Dr. Ir. Syamsul Bahri, M. M., Dekan Fakultas Fakultas, Kaprodi, Tendik, dan Seluruh Mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor UMKoe, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa istilah UMKoe memiliki makna yang beragam dalam berbagai budaya. Dalam bahasa Jawa, koe berarti teman sebaya, dalam bahasa Manggarai berarti kecil, sedangkan dalam bahasa Timor memiliki makna alat pahat. Menurutnya, keberagaman makna tersebut mencerminkan identitas Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai kampus multikultural yang menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang budaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan bahwa Student Day merupakan salah satu kegiatan strategis kampus untuk membangun mahasiswa sebagai lokomotif perubahan yang mampu berkontribusi dalam mengatasi ketertinggalan, kebodohan, dan kemiskinan di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus memahami tugasnya sebagai agen perubahan yang wajib memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Menurut Nazaruddin, Student Day merupakan ruang publik terbuka yang memungkinkan seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan hingga masyarakat, memahami berbagai aktivitas yang dilakukan oleh komunitas akademik di lingkungan kampus.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga bentuk aktivitas utama yang dinaungi dalam Student Day. Pertama, kegiatan yang bersifat kurikuler dan intrakurikuler melalui diskusi, panel, workshop, debat ilmiah, hingga pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi hasil pembelajaran. Kedua, kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengembangan minat, bakat, dan talenta. Ketiga, aktivitas kemahasiswaan yang mendorong inovasi dan kreativitas mahasiswa agar berdampak bagi kemajuan kampus dan masyarakat.

Rektor juga menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan memecahkan berbagai persoalan sosial melalui inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, kemajuan masyarakat pada era modern sangat ditentukan oleh kompetensi dan kemampuan sumber daya manusia. Namun, perkembangan teknologi dan IPTEK tidak secara otomatis melahirkan harmoni sosial.

“Teknologi dapat menjadi alat yang bermanfaat, tetapi juga dapat menjadi paradoks apabila digunakan untuk menyebarkan hoaks dan memicu konflik sosial. Karena itu, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kepemimpinan lintas budaya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan modern harus dibangun melalui tiga dimensi penting. Pertama, dimensi kognitif, yaitu kemampuan memahami keberagaman budaya dan agama secara mendalam. Kedua, dimensi afektif, yakni kemampuan membangun empati sosial dan kekuatan moral. Ketiga, dimensi praksis, yaitu kemampuan bekerja sama dan mengimplementasikan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Lebih lanjut, Nazaruddin mengutip pandangan sejumlah pemikir dunia seperti Plato, Ibnu Khaldun, dan Leo Tolstoy yang menekankan pentingnya kekuatan moral, solidaritas sosial, dan karakter manusia sebagai fondasi utama kemajuan sebuah bangsa.

“Bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kekuatan ekonomi atau militernya, tetapi dari kualitas peradaban dan karakter manusianya. Kepemimpinan lintas budaya sangat dibutuhkan untuk membangun harmoni dan kemajuan bangsa,” tegasnya.

Ia berharap Student Day menjadi momentum kebangkitan UMK sebagai kampus multikultural yang mampu melahirkan pemimpin masa depan yang menghargai keberagaman serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Pada akhir kegiatan, Rektor memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi tingkat internasional, nasional, dan provinsi. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus dukungan agar mahasiswa terus meningkatkan prestasi dan kontribusinya bagi kampus maupun masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi bersama Wakil Rektor III, Sekretaris Rektor, dan para mahasiswa berprestasi untuk membahas pengembangan kepemimpinan, prestasi akademik, serta peran mahasiswa dalam pembangunan masyarakat. (*)

Penulis : Hefri Persli/Humas UMKoe

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DIGITAL NOMAD VISA (E33G): Solusi atau Malah Salah Sasaran?
Pemilihan Ketua PMKRI Atambua Dinilai Tidak Transparan, Anggota Minta PP Batalkan Hasil Sidang ‎
LMID Kupang Gelar Diskusi Publik Bahas Geopolitik Dunia Baru,Peringati Harla Ke-27  ‎
Antisipasi Mafia Tanah, Sertifikat Pura, Gereja, dan Masjid di Canggu Permai Dikawal Ketat
Diduga Tipu WNA Jepang Berkedok Kontraktor, Penyidik Polda Bali Cek Fisik Proyek di Jimbaran
HMI Cabang Kupang Kecam Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Jangan Jadikan Hak Akses BBM Subsidi sebagai Alat Tekan Kepatuhan Pajak
Law Firm James Richard & Partners Berhasil Mediasi Kasus Dugaan Penganiayaan di Polsek Marga Tabanan
Melestarikan Budaya Lokal sebagi Identitas Nasional di Tengah Arus Globalisasi dan Perkembangan Teknologi ‎

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 15:52

DIGITAL NOMAD VISA (E33G): Solusi atau Malah Salah Sasaran?

Sunday, 12 July 2026 - 21:12

Pemilihan Ketua PMKRI Atambua Dinilai Tidak Transparan, Anggota Minta PP Batalkan Hasil Sidang ‎

Sunday, 12 July 2026 - 03:56

LMID Kupang Gelar Diskusi Publik Bahas Geopolitik Dunia Baru,Peringati Harla Ke-27  ‎

Saturday, 11 July 2026 - 13:36

Antisipasi Mafia Tanah, Sertifikat Pura, Gereja, dan Masjid di Canggu Permai Dikawal Ketat

Saturday, 4 July 2026 - 20:19

HMI Cabang Kupang Kecam Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Jangan Jadikan Hak Akses BBM Subsidi sebagai Alat Tekan Kepatuhan Pajak

Berita Terbaru