Newsline NTT – Kesenjangan infrastruktur pendidikan di daerah pedesaan masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan tranformasi yang merata, termasuk dalam bidang pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK). Minimnya fasilitas olahraga dan sarana penunjang kesehatan membuat siswa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan fisik dan kesehatan.
Padahal,Ketersediaan fasilitas yang memadai merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
Kondisi tersebut masih di rasakan oleh SMAK St. Agustinus Raimanuk, yang terletak di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.Hingga saat ini sekolah tersebut masih memanfaatkan fasilitas yang sangat terbatas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran PJOK.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru PJOK SMAK St.Agustinus Raimanuk, Fridolinus S. Namm, mengungkapkan bahwa beberapa sarana yang tersedia di sekolah belum memenuhi standar yang layak.
”Menurut pengamatan saya, fasilitas di sekolah ini masih perlu ditingkatkan. Terdapat beberapa fasilitas, namun kualitasnya masih belum memadai, seperti lapangan dan laboratorium olahraga yang masih terbatas,” ujarnya kepada wartawan media ini melalui Via WhatsApp, Senin (9/3/2026).
Fridolinus juga menilai Pemerintah memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan potensi olahraga di kalangan pelajar.Menurutnya, dukungan fasilitas dan program pembinaan dapat membuka ruang
kolaborasi antara guru dan siswa pendidikan jasmani dalam mengembangkan olahraga berprestasi.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan jasmani tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter siswa dan meningkatkan kontribusi kepada bangsa melalui prestasi di tingkat pelajar, serta mempromosikan nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, dan sportivitas.
”Pemerintah dapat memfasilitasi kolaborasi antara siswa dan guru pendidikan jasmani untuk mengembangkan potensi olahraga berprestasi melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan teori dan praktik.Dengan begitu, kualitas pendidikan jasmani dan prestasi olahraga ditingkat pelajar bisa meningkat secara keseluruhan,” Tegas Frido.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten Belu dapat memberikan perhatian yang lebih pada sekolah-sekolah yang terletak di daerah pelosok, terutama di desa-desa, bukan hanya fokus pada sekolah-sekolah yang terlihat jelas di pusat kota.
Menurutnya,hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang lokasi geografis.
”Maka dari itu, besar harapan saya pemerintah daerah itu jangan hanya memperhatikan sekolah-sekolah yang sudah besar, tetapi harus secara menyeluruh memperhatikan sekolah sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah pelosok agar kualitas pendidikan bisa dirasakan secara merata,” Pungkas Alumni SMAK tersebut.***
Editor : Sardiyanto








