Guru PJOK SMAK St. Agustinus Raimanuk Soroti Minimnya Fasilitas Sekolah di Pelosok Belu 

Monday, 9 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapangan olahraga SMAK St. Agustinus Raimanuk yang membutuhkan perhatian untuk mendukung aktivitas dan prestasi siswa.(Sumber Foto: Fridolinus)

Lapangan olahraga SMAK St. Agustinus Raimanuk yang membutuhkan perhatian untuk mendukung aktivitas dan prestasi siswa.(Sumber Foto: Fridolinus)

Newsline NTT – Kesenjangan infrastruktur pendidikan di daerah pedesaan masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan tranformasi yang merata, termasuk dalam bidang pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK). Minimnya fasilitas olahraga dan sarana penunjang kesehatan membuat siswa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan fisik dan kesehatan.

‎Padahal,Ketersediaan fasilitas yang memadai merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

‎Kondisi tersebut masih di rasakan oleh SMAK St. Agustinus Raimanuk, yang terletak di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.Hingga saat ini sekolah tersebut masih memanfaatkan fasilitas yang sangat terbatas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran PJOK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tempat belajar siswa kelas XI di SMAK St. Agustinus Raimanuk yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.(Sumber Foto: Fridolinus)

‎Guru PJOK SMAK St.Agustinus Raimanuk, Fridolinus S. Namm, mengungkapkan bahwa beberapa sarana yang tersedia di sekolah belum memenuhi standar yang layak.

‎”Menurut pengamatan saya, fasilitas di sekolah ini masih perlu ditingkatkan. Terdapat beberapa fasilitas, namun kualitasnya masih belum memadai, seperti lapangan dan laboratorium olahraga yang masih terbatas,” ujarnya kepada wartawan media ini melalui Via WhatsApp, Senin (9/3/2026).

‎Fridolinus juga menilai Pemerintah memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan potensi olahraga di kalangan pelajar.Menurutnya, dukungan fasilitas dan program pembinaan dapat membuka ruang

‎kolaborasi antara  guru dan siswa pendidikan jasmani dalam mengembangkan olahraga berprestasi.

‎Ia menjelaskan bahwa pendidikan jasmani tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter siswa dan meningkatkan kontribusi kepada bangsa melalui prestasi di tingkat pelajar, serta mempromosikan nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, dan sportivitas.

‎”Pemerintah dapat memfasilitasi kolaborasi antara siswa dan guru pendidikan jasmani untuk mengembangkan potensi olahraga berprestasi melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan teori dan praktik.Dengan begitu, kualitas pendidikan jasmani dan prestasi olahraga ditingkat pelajar bisa meningkat secara keseluruhan,” Tegas Frido.

‎Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten Belu dapat memberikan perhatian yang lebih pada sekolah-sekolah yang terletak di daerah pelosok, terutama di desa-desa, bukan hanya fokus pada sekolah-sekolah yang terlihat jelas di pusat kota.

‎Menurutnya,hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang lokasi geografis.

‎”Maka dari  itu, besar harapan saya pemerintah daerah itu jangan hanya memperhatikan sekolah-sekolah yang sudah besar, tetapi harus secara menyeluruh memperhatikan sekolah sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah pelosok agar kualitas pendidikan bisa dirasakan secara merata,” Pungkas Alumni SMAK tersebut.***

‎

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe
Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
Mahasiswa KKN UMKoe Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Desa Pero Konda ‎
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎
Wali Kota Kupang: AI Harus Memperkuat Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru
UM.Koe Gelar Pembekalan KKN 2026, Siapkan 1.813 Mahasiswa Bangun NTT Melalui Kolaborasi dengan Masyarakat

Berita Terkait

Wednesday, 16 September 2026 - 00:04

Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe

Saturday, 12 September 2026 - 00:40

Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi

Tuesday, 1 September 2026 - 12:21

Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Monday, 31 August 2026 - 20:38

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2

Sunday, 16 August 2026 - 22:33

Mahasiswa KKN UMKoe Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Desa Pero Konda ‎

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44