Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎

Wednesday, 20 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pelayanan Sekolah Minggu di GMIT Betesda Kiu’Utenu, Klasis Amanuban Selatan, sebagai bagian dari penutupan acara PKM Mahasiswa IAKN Kupang. Foto: Dok. Frigen/
‎

Kegiatan pelayanan Sekolah Minggu di GMIT Betesda Kiu’Utenu, Klasis Amanuban Selatan, sebagai bagian dari penutupan acara PKM Mahasiswa IAKN Kupang. Foto: Dok. Frigen/ ‎

Newsline NTT – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Semester VI Kelas A, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Betesda Kiu’Utenu, Klasis Amanuban Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu (15-17 Mei 2026), ini mengusung tema “Pemuda di Persimpangan: Lingkungan, Pergaulan, atau Prinsip, Siapa yang Membentuk Siapa?”. Tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan kompleks yang dihadapi generasi muda saat ini. Informasi tersebut diterima wartawan melalui rilis WhatsApp pada Rabu (20/5/2026).

‎Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat sore dengan kedatangan tim PKM di lokasi. Mereka disambut hangat melalui penyambutan adat oleh pihak gereja, dilanjutkan dengan kebersamaan bersama pemuda dan jemaat setempat. Pada Sabtu pagi pukul 07.30 WITA, tim PKM bersama pemuda lokal melaksanakan bakti sosial berupa pembersihan lingkungan gereja dan penanaman anakan pohon berumur panjang sebagai kenang-kenangan serta simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Seminar Pemuda: Refleksi Kritis atas Lingkungan dan Pergaulan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Pada Sabtu sore, pukul 15.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan seminar pemuda yang menghadirkan empat pemateri dari kalangan mahasiswa. Materi pertama dibawakan oleh Adince Toto dengan tajuk “Lingkungan sebagai Cermin: Seberapa Besar Pengaruh Lingkungan terhadap Karakter Pemuda?”. Ia membahas bagaimana lingkungan membentuk karakter dan pentingnya menciptakan ekosistem kampung yang suportif bagi pertumbuhan positif remaja.

‎Selanjutnya, Debora Patolla menyampaikan materi berjudul “Pergaulan Bebas: Batas yang Kabur di Tengah Tekanan Sosial”. Ia menyoroti bahaya tekanan teman sebaya (peer pressure), dampak negatif pergaulan bebas bagi masa depan dan kesehatan, serta strategi menjaga batas sehat dalam pertemanan.

‎Regina Tesalonika Banunaek kemudian membawakan materi sensitif namun krusial, yaitu “Edukasi Seks: Tabu yang Berujung Risiko”. Ia mengupas minimnya edukasi seks yang benar di lingkungan kampung, meluruskan mitos dan fakta tentang kehamilan dini serta penyakit menular seksual, serta menekankan peran vital keluarga, sekolah, dan komunitas dalam pencegahan.

Foto bersama usai seminar

‎Materi terakhir disampaikan oleh Oriston Taneo dengan judul “Siapa Membentuk Siapa? Pemuda sebagai Tulang Punggung Gereja dan Agen Perubahan di Kampung.” Ia mengajak para pemuda untuk tidak sekadar menjadi objek yang dipengaruhi lingkungan, tetapi bangkit menjadi subjek dan agen perubahan bagi gereja serta masyarakat. Seminar tersebut ditutup dengan ibadah refleksi bersama pemuda dan jemaat.

Pesan Spiritual: Allah Semakin Besar, Kita Semakin Kecil

‎Dalam sambutannya, Ketua Panitia PKM, Frigen Rinaldy Lay, menegaskan bahwa kehadiran tim PKM bukan sebagai pihak yang paling tahu, melainkan sebagai sesama anak muda yang sedang belajar dan ingin berbagi ilmu serta pengalaman hidup.

‎”Kami berharap kebersamaan selama tiga hari ini dapat menjadi semangat bagi pemuda dan remaja untuk tetap bertahan dalam Tuhan, menjaga pergaulan, dan percaya bahwa masa depan masih terbuka bagi siapa pun yang berani bermimpi,” ujar Frigen.

‎Ia juga menekankan pentingnya identitas spiritual dalam proses pencarian jati diri. “Sekiranya Allah semakin besar, dan kita semakin kecil, maka pemuda dan remaja gereja akan tumbuh semakin melekat di jalur Allah dan mekar di dalam Tuhan. Jangan terlalu sibuk mencari penerimaan manusia sampai lupa menjaga hati agar tetap diterima Tuhan,” jelasnya. Frigen menutup sambutannya dengan kalimat reflektif, “Biarlah semuanya menjadi satu adanya.”

‎Sementara itu, Dosen Pengampu Mata Kuliah, Dr. Christofel Saetban, M.Pd.K., menyatakan bahwa mahasiswa dan pemuda adalah generasi gereja yang dipanggil untuk melanjutkan misi pelayanan Allah di tengah dunia. Menurutnya, gereja membutuhkan anak muda yang tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, dan semangat melayani yang tulus.

‎Pendeta GMIT Betesda Kiu’Utenu turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran mahasiswa dan dosen IAKN Kupang. Ia berharap kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi pemuda dan remaja gereja dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Penutup dengan Ibadah dan Pelayanan Anak

‎Kegiatan puncak berlangsung pada Minggu pagi melalui kebaktian bersama jemaat GMIT Betesda Kiu’Utenu. Mahasiswa turut melayani melalui penampilan Paduan Suara Mahasiswa “Laskar PAK’23 A”, Vocal Grup Putra “PAK’23 A”, serta solo vokal oleh mahasiswa Werner Adif Loban. Setelah ibadah, tim PKM melanjutkan pelayanan dengan mengajar anak-anak Sekolah Minggu.

‎Melalui rangkaian kegiatan ini, baik mahasiswa maupun jemaat diajak untuk menyadari bahwa gereja harus tetap menjadi “rumah pulang” bagi anak muda tempat di mana mereka dibimbing, diterima, dan dikuatkan untuk menghadapi masa depan tanpa terseret arus negatif dunia.

“Gereja harus menjadi tempat di mana anak muda tidak terseret arus dunia, melainkan dikuatkan untuk masa depan,”pungkas Frigen.***

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

Pemuda Oepliki Pertanyakan Realisasi Program BUMDes Rp190 Juta ‎
Hardiknas 2026: Pemkab Manggarai Dorong Pendidikan Bermutu
Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter
Bangga! Mahasiswa UM.KOE Raih Mendali Emas Nasional Ajang (OSNB) 2026
Kuasa Hukum Nonny L. K. L. Bantah Pernyataan Arman Tanonob yang Dinilai Menyudutkan Kliennya
Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, UM.Koe, Dekan FISIPOL Tekankan Kebersamaan
UM. Koe Kupang Gelar Silahturahmi Idul Fitri 1447 H, Teguhkan Spiritualitas dan Integritas Civitas Akademika
Warga Eks Tim-Tim Pertanyakan Somasi, Pemda TTS Bungkam ‎

Berita Terkait

Wednesday, 20 May 2026 - 07:38

Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎

Thursday, 7 May 2026 - 18:14

Pemuda Oepliki Pertanyakan Realisasi Program BUMDes Rp190 Juta ‎

Monday, 4 May 2026 - 12:39

Hardiknas 2026: Pemkab Manggarai Dorong Pendidikan Bermutu

Saturday, 2 May 2026 - 22:00

Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter

Monday, 20 April 2026 - 12:53

Bangga! Mahasiswa UM.KOE Raih Mendali Emas Nasional Ajang (OSNB) 2026

Berita Terbaru