Mahasiswa KKN Unwira Ubah Pisang Dusun Tuamese Jadi Anggur Bernilai Jual Tinggi

Tuesday, 21 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Dusun 4 RT 14 Desa Nekmese Dilatih Mengolah Pisang Menjadi Anggur Pisang, Program Unggulan Kelompok 4 KKN Desa Binaan Unwira Kupang.(Sumber foto dok: Aldo)

Warga Dusun 4 RT 14 Desa Nekmese Dilatih Mengolah Pisang Menjadi Anggur Pisang, Program Unggulan Kelompok 4 KKN Desa Binaan Unwira Kupang.(Sumber foto dok: Aldo)

NEKMESE, NEWSLINE.ID — Mahasiswa Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Desa Binaan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar pelatihan pengolahan pisang menjadi anggur pisang bagi warga Dusun 4 Tuamese, Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Senin (20/7/2026) siang. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 Wita ini menyasar warga Rukun Tetangga (RT) 14 sebagai sampel dari populasi masyarakat Dusun 4, dan menjadi salah satu program unggulan kelompok yang beranggotakan mahasiswa lintas jurusan.

Program ini digagas dan dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok 4, Aldo Jeranu, mahasiswa Program Studi Kimia Murni yang menjadi penanggung jawab utama pengolahan pisang menjadi anggur. Ia mengatakan program ini lahir dari keresahan melihat potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Dengan melihat salah satu potensi yang ada dalam kampung ini yakni pisang, sebagai mahasiswa kami punya tanggung jawab membagikan apa yang kami peroleh, terkait pengolahan bahan mentah menjadi produk yang bernilai jual tinggi seperti pisang yang akan diubah menjadi anggur pisang,” kata Aldo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi yang disebut Aldo bukan tanpa dasar. Nusa Tenggara Timur tercatat sebagai salah satu penghasil pisang yang cukup diperhitungkan secara nasional, dengan produksi mencapai sekitar 211.621 ton atau setara 1,69 juta kuintal, menempatkan provinsi ini masuk dalam sepuluh besar produsen pisang di Indonesia. Persoalannya, hasil panen pisang di banyak wilayah NTT, termasuk di Desa Nekmese, selama ini mayoritas hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah, jauh dari potensi nilai ekonominya jika diolah lebih lanjut.

Sejumlah kajian agroindustri di berbagai daerah menunjukkan bahwa pengolahan pisang menjadi produk turunan seperti keripik, sale, maupun minuman fermentasi terbukti mampu menaikkan nilai jual secara signifikan dibandingkan penjualan bahan mentah, sekaligus memperpanjang daya simpan hasil panen. Praktik hilirisasi semacam ini juga dinilai membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa, sejalan dengan temuan berbagai program pemberdayaan berbasis olahan pisang di sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Kepala Dusun 4, Nomensen Baok, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN sekaligus program pelatihan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini membawa gagasan baru yang bisa langsung diterapkan warga untuk mengembangkan ekonomi desa.

“Kalau tanggapan dari kami ini sungguh sangat baik karena bisa membawa ide-ide baru dari kampus sehingga bisa diterapkan, dan kami masyarakat bisa dapat mendapatkan ilmu yang baru untuk memberdayakan ekonomi masyarakat,” ujar Bapak Nomensen.

Bapak Nomensen menambahkan, sebelum pelatihan berlangsung, pisang di Dusun 4 umumnya dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang jauh dari layak. Ia mencontohkan, satu sisir pisang yang sebelumnya hanya laku Rp5.000 hingga Rp10.000, berpotensi melonjak menjadi Rp100.000 hingga Rp200.000 setelah diolah menjadi anggur pisang.

Ia berharap program semacam ini tidak berhenti pada satu kali pelatihan, melainkan berkelanjutan hingga ke generasi berikutnya, sehingga hasil bumi Desa Nekmese dapat benar-benar menopang peningkatan ekonomi keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak-anak warga hingga ke perguruan tinggi.

Program anggur pisang ini turut menonjolkan semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu di tubuh Kelompok 4. Selain penanggung jawab dari jurusan Kimia Murni yang menangani proses produksi, program ini juga akan digandengkan dengan mahasiswa jurusan Manajemen yang berfokus pada strategi promosi digital, sehingga anggur pisang hasil olahan warga Dusun 4 diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform daring.

Rencananya, produk anggur pisang ini akan turut dipamerkan pada malam perpisahan mahasiswa KKN Desa Binaan Unwira yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus 2026 mendatang, sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi dampak nyata program kepada masyarakat Desa Nekmese.

Kelompok 4 KKN Desa Binaan Unwira Kupang bertugas di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, dalam rentang waktu 10 Juli hingga 10 Agustus 2026, dengan sejumlah program kerja kelompok maupun program individu yang menyasar pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. ***

 

Penulis : Arnoldus Jansen Goru

Editor : Hefri Persli

Berita Terkait

Melestarikan Budaya Lokal sebagi Identitas Nasional di Tengah Arus Globalisasi dan Perkembangan Teknologi ‎
UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK
Janji Relokasi Dipertanyakan, Warga Nilai Pembongkaran Lapak oleh Satpol PP Kabupaten Kupang Minim Sosialisasi  ‎
Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎
Hardiknas 2026: Pemkab Manggarai Dorong Pendidikan Bermutu
Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter
Bupati Kupang Tegaskan Komitmen Selesaikan Persoalan Lahan Kawasan Industri Bolo

Berita Terkait

Tuesday, 21 July 2026 - 10:05

Mahasiswa KKN Unwira Ubah Pisang Dusun Tuamese Jadi Anggur Bernilai Jual Tinggi

Wednesday, 10 June 2026 - 04:11

Melestarikan Budaya Lokal sebagi Identitas Nasional di Tengah Arus Globalisasi dan Perkembangan Teknologi ‎

Wednesday, 3 June 2026 - 13:48

UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK

Friday, 29 May 2026 - 22:22

Janji Relokasi Dipertanyakan, Warga Nilai Pembongkaran Lapak oleh Satpol PP Kabupaten Kupang Minim Sosialisasi  ‎

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Berita Terbaru