Kupang, NEWSLINE.ID – Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.Koe) menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026/2027 selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Percepatan Pembangunan di Nusa Tenggara Timur.”
Pembekalan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Mahasiswa dan para Narasumber.
Dalam laporan Ketua Panitia KKN, Dr. Ihwan, M.Si., disampaikan bahwa pelaksanaan KKN tahun 2026 akan berlangsung di 17 kabupaten/kota, 54 kecamatan, dan 143 desa/kelurahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, KKN Tematik Pendidikan (KKNDik) dilaksanakan di 19 SD dan 1 SMA, yang didominasi di Kota Kupang sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 1.813 mahasiswa mengikuti KKN tahun ini. Peserta berasal dari enam fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 1.023 mahasiswa, Fakultas Ekonomi 397 mahasiswa, Fakultas Agama Islam 117 mahasiswa, Fakultas Perikanan 25 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 132 mahasiswa, serta Fakultas Hukum sebanyak 118 mahasiswa.
Adapun peserta KKN terbagi dalam enam skema pelaksanaan, yakni KKN Tematik Gentaskin sebanyak 13 mahasiswa, KKN Tematik Mandiri 947 mahasiswa, KKN Kelas Khusus 39 mahasiswa, KKN Reguler 598 mahasiswa, KKN Internasional 1 mahasiswa, dan KKN Tematik Pendidikan (KKNDik) 254 mahasiswa.
Ketua LP2M Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Arifin, M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini difokuskan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah.
“Program KKN tahun ini diarahkan untuk mendukung program pemberantasan kemiskinan, khususnya penuntasan stunting dan kemiskinan. Mahasiswa akan berkolaborasi bersama pemerintah daerah, mulai dari program gubernur, bupati, hingga pemerintah desa. Harapan kami, mahasiswa mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat selama ini selalu mendapat respons positif. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra masyarakat dalam memberikan dukungan, pendampingan, serta solusi atas berbagai persoalan pembangunan di desa.
Kegiatan pembekalan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor 1, Dr. Abdul Majid, S.Pi., M.M., yang mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa KKN merupakan mata kuliah wajib yang menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa.
“KKN adalah laboratorium sosial bagi mahasiswa. Apa yang selama ini dipelajari di bangku kuliah akan diuji dan diterapkan langsung di tengah masyarakat. Karena itu, jadikan KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mengintegrasikan ilmu dan amal sebagai ciri khas Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk mempercepat pembangunan di Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap mahasiswa. Oleh sebab itu, mahasiswa harus mampu menunjukkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan semangat sebagai agen perubahan.
“Jagalah nama baik Universitas Muhammadiyah Kupang. Sekali kalian melakukan perbuatan yang tidak baik di masyarakat, maka nama baik universitas juga akan ikut tercoreng. Jadilah mahasiswa yang membawa manfaat, menjaga etika, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” pesannya.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber. Berbagai materi tersebut diberikan sebagai bekal kepada mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, sehingga mampu menjalankan program pengabdian secara profesional, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat di seluruh wilayah penempatan. ***
Penulis : Lucianos De Hefrianto Persli
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Humas UM.Koe








