Jalan Akses Vital di Dusun Ropolete Rusak Bertahun-tahun, Warga Merasa Diabaikan ‎

Tuesday, 10 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan menuju Gereja di Dusun Ropolete, Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, rusak parah akibat longsor sejak 2017.Foto:(doc.istimewa)

Kondisi jalan menuju Gereja di Dusun Ropolete, Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, rusak parah akibat longsor sejak 2017.Foto:(doc.istimewa)

Newsline NTT-Kondisi jalan menuju Gereja di Dusun Ropolete, Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, hingga kini masih memprihatinkan. Jalan tersebut rusak parah sejak diterjang longsor pada 2017 dan belum pernah mendapat penanganan permanen dari pemerintah daerah.

Kerusakan jalan di Dusun Ropolete hingga kini belum mendapat penanganan permanen dari pemerintah setempat.‎
Kerusakan jalan di Dusun Ropolete hingga kini belum mendapat penanganan permanen dari pemerintah setempat.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan dipenuhi bebatuan, tanah longsor, dan bagian jalan yang tergerus, sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas. Pada musim hujan, kondisi jalan semakin berbahaya dan nyaris tidak dapat dilalui.

‎“Kami sudah lelah. Setiap tahun hanya mengandalkan gotong royong. Dana dan tenaga masyarakat terkuras, tapi perbaikan yang dilakukan selalu bersifat sementara,” ujar seorang warga setempat kepada media ini melalui via WhatsApp (10/02/2026),yang meminta namanya tidak disebutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Menurut warga, sejak longsor hampir sembilan tahun lalu, tidak pernah ada kejelasan terkait realisasi anggaran untuk perbaikan jalan tersebut. Upaya perbaikan yang dilakukan masyarakat hanya sebatas penimbunan tanah dan batu seadanya, tanpa dukungan teknis maupun material yang memadai.

‎“Setiap tahun kami kerja bakti. Hasilnya tidak bertahan lama karena tidak ada penanganan permanen. Begitu hujan deras turun, jalan kembali rusak,” ungkapnya.

‎Warga menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Selain menjadi jalur utama menuju gereja untuk kegiatan ibadah, jalan ini juga digunakan untuk pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta mobilitas anak-anak sekolah dan warga lanjut usia.

‎“Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ini, tapi seolah tidak didengar. Sampai hari ini tidak ada perhatian serius. Kami merasa diabaikan,” katanya.

‎Kondisi ini dinilai mencerminkan ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan perbatasan. Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun langsung melihat kondisi lapangan dan memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji.

‎Masyarakat Dusun Ropolete menegaskan, mereka tidak menolak gotong royong. Namun tanpa dukungan kebijakan dan anggaran yang jelas, kerja kolektif warga hanya akan menjadi solusi sementara atas persoalan yang sudah berlangsung hampir satu dekade.***

Penulis : Sardiyanto

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

Keluhan Pelayanan di SPBU Pertamina Halilulik: Warga Harapkan Kesetaraan Akses BBM
Buntu Komunikasi, Debitur Belu Desak FIF Kembalikan Motor yang Disita Paksa ‎
Oknum Debt Collector FIF Tarik Motor Paksa di Tempat Kerja Tanpa Penyerahan Kunci Kontak ‎
‎Selesai Renovasi Oktober 2024, Asrama Mahasiswa Belu di Kupang Masih Kosong, FOSMAB Desak Pemkab Segera Aktifkan ‎
Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter
Fabianus Nahak Dorong Solusi Konkret untuk Gedung Polsek Raimanuk ‎
Polres Belu Respon Aspirasi Warga, Mako Polsek Raimanuk Segera Diaktifkan ‎
Dugaan Pengelolaan BUMDes Loonuna Tidak Transparan, Warga Soroti Pengadaan Ternak

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 18:45

Keluhan Pelayanan di SPBU Pertamina Halilulik: Warga Harapkan Kesetaraan Akses BBM

Tuesday, 12 May 2026 - 22:57

Buntu Komunikasi, Debitur Belu Desak FIF Kembalikan Motor yang Disita Paksa ‎

Monday, 11 May 2026 - 22:50

Oknum Debt Collector FIF Tarik Motor Paksa di Tempat Kerja Tanpa Penyerahan Kunci Kontak ‎

Monday, 11 May 2026 - 21:16

‎Selesai Renovasi Oktober 2024, Asrama Mahasiswa Belu di Kupang Masih Kosong, FOSMAB Desak Pemkab Segera Aktifkan ‎

Saturday, 2 May 2026 - 22:00

Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter

Berita Terbaru

Korban dugaan penganiayaan berinisial KD (kanan) didampingi salah satu kuasa hukumnya, I Putu Agus Alit Diva Pranata, S.H. (kiri), usai membuat laporan resmi di Polsek Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah dari mantan kekasihnya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sumber foto dok: Adv Florianus.

Hukum

Hubungan Asmara yang Berakhir Pidana

Tuesday, 2 Jun 2026 - 14:46