KOMDIGI – UC BERKELEY JAJAGI INISIATIF KOLABORASI AI DI INDONESIA

Friday, 30 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMDIGI – UC BERKELEY JAJAGI INISIATIF KOLABORASI AI DI INDONESIA

KOMDIGI – UC BERKELEY JAJAGI INISIATIF KOLABORASI AI DI INDONESIA

Newsline.id – Kementerian Komunikasi dan Digital kembali membuka peluang kerja sama global dalam pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat berdiskusi dengan Prof Dawn Soong dari Universitas California, Berkeley, yang kiprahnya pada isu AI dan keamanan digital dan telah mendapatkan sejumlah penghargaan internasional.

“Pertemuan bilateral hari ini dengan Prof. Dawn Song dari UC Berkeley ini salah satunya mendiskusikan tentang penting adanya semacam jaringan institut keamanan AI untuk mendorong upaya bersama dalam memastikan pengembangan kecerdasan buatan yang aman dan etis,” ungkapnya disela agenda Atx AI Summit di Singapura, Rabu (28/5/2025).

Menurut Nezar Patria, jaringan ini akan dapat memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, institusi akademik, masyarakat sipil dan pemangku kepentingan industri. Selain itu, dukungan terhadap penelitian tentang penyelarasan AI, interpretabilitas, ketahanan, dan mitigasi risiko juga ikut dibahas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jaringan ini dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan tentang praktik terbaik, standar keselamatan, dan harmonisasi regulasi global. Kami juga mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab melalui pembangunan kapasitas, keterlibatan publik, dan pengembangan kebijakan,” ujarnya.

Nezar Patria menekankan, dalam diskusi dengan akademisi dan peneliti UC Berkeley tersebut didapat kesepahamahan bahwa pengembangan dan perkembangan AI perlu perumusan kebijakan yang didasarkan pada riset empiris, keahlian multidisipliner, dan praktik terbaik global.

“Rekomendasi utama yang baik untuk dilakukan di Indonesia adalah memanfaatkan riset teknis untuk membentuk kerangka regulasi terkait keamanan, privasi, dan akuntabilitas AI. Kedua, perlu adanya badan penasihat yang terdiri dari ilmuwan AI, ahli etika, pakar hukum, masyarakat sipil dan spesialis bidang terkait,” jelas Nezar.

Menurut Nezar, hal yang juga didapat dari diskusi tersebut diantaranya adalah pentingnya penyelarasan strategi nasional AI dengan standar global yang berkembang seperti OECD, Prinsip Hiroshima G7 dan Badan Penasihat AI PBB.  Selain itu didiskusikan pula sejumlah agenda strategis semisal penguatan talenta digital, sains data, keamanan siber dan infrastruktur data. “Kita akan menjajagi terus kerja sama global terkait dengan AI di Indonesia, termasuk dengan UC Berkeley,“ pungkasnya. (*********)

Sumber : Kementerian Dan Digital

Berita Terkait

DIGITAL NOMAD VISA (E33G): Solusi atau Malah Salah Sasaran?
Pemilihan Ketua PMKRI Atambua Dinilai Tidak Transparan, Anggota Minta PP Batalkan Hasil Sidang ‎
LMID Kupang Gelar Diskusi Publik Bahas Geopolitik Dunia Baru,Peringati Harla Ke-27  ‎
Antisipasi Mafia Tanah, Sertifikat Pura, Gereja, dan Masjid di Canggu Permai Dikawal Ketat
Diduga Tipu WNA Jepang Berkedok Kontraktor, Penyidik Polda Bali Cek Fisik Proyek di Jimbaran
Melestarikan Budaya Lokal sebagi Identitas Nasional di Tengah Arus Globalisasi dan Perkembangan Teknologi ‎
UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK
Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 15:52

DIGITAL NOMAD VISA (E33G): Solusi atau Malah Salah Sasaran?

Sunday, 12 July 2026 - 21:12

Pemilihan Ketua PMKRI Atambua Dinilai Tidak Transparan, Anggota Minta PP Batalkan Hasil Sidang ‎

Sunday, 12 July 2026 - 03:56

LMID Kupang Gelar Diskusi Publik Bahas Geopolitik Dunia Baru,Peringati Harla Ke-27  ‎

Thursday, 9 July 2026 - 22:07

Diduga Tipu WNA Jepang Berkedok Kontraktor, Penyidik Polda Bali Cek Fisik Proyek di Jimbaran

Wednesday, 10 June 2026 - 04:11

Melestarikan Budaya Lokal sebagi Identitas Nasional di Tengah Arus Globalisasi dan Perkembangan Teknologi ‎

Berita Terbaru