Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Tuesday, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa  (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) menggelar sosialisasi pencegahan bullying di SD Negeri 3 Kuanino, Kota Kupang, Selasa, (1/09/2026). Sumber foto dok: Djohanes Bentah.

Mahasiswa  (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) menggelar sosialisasi pencegahan bullying di SD Negeri 3 Kuanino, Kota Kupang, Selasa, (1/09/2026). Sumber foto dok: Djohanes Bentah.

Kupang, NEWSLINE.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) menggelar sosialisasi pencegahan bullying di SD Negeri 3 Kuanino, Kota Kupang, Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan pergaulan yang aman dan saling menghargai.

Sosialisasi dipimpin Ketua Kelompok KKN UMKOE, Djohanes Bentah, bersama anggota kelompok, yakni Meida, Riana, dan Maria.

Dalam pemaparannya, Djohanes menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental korban sehingga harus dicegah sejak dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perundungan terhadap teman dapat merusak kondisi mental seseorang. Karena itu, kita harus membangun kebiasaan saling menghormati dan tidak menyakiti sesama,” kata Djohanes di hadapan para siswa.

Ia mengajak para peserta untuk membangun persahabatan yang sehat, menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman di sekolah.

Menurut Djohanes, meningkatnya kasus perundungan yang melibatkan anak-anak di Indonesia menunjukkan pentingnya edukasi sejak usia sekolah dasar agar anak memahami dampak buruk dari perilaku tersebut.

“Edukasi seperti ini penting agar anak-anak memahami bahwa bullying bukan hal yang wajar dan harus dicegah bersama,” ujarnya.

Ia menilai upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan mahasiswa, orang tua, dan masyarakat.

“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama memberikan edukasi kepada anak-anak agar mereka tumbuh dengan nilai saling menghargai, berempati, dan terhindar dari perilaku bullying,” tutupnya. (***)

 

 

Penulis : Lucianos De Hefrianto Persli

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah
Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan
IKMAS-TTS Siap Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana di Flores
GMNI Kupang Dorong Kampus Terbitkan Kebijakan untuk Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Wawali Hadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital
Pemkot Kupang Fasilitasi Bantuan Gempa Flores Bersama TASPEN dan Gekraf
Kenakan Busana Adat Flores, Wali Kota dan Wawali Tunjukkan Solidaritas untuk Korban Gempa

Berita Terkait

Tuesday, 1 September 2026 - 12:21

Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Monday, 31 August 2026 - 20:38

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2

Wednesday, 26 August 2026 - 20:02

81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah

Sunday, 23 August 2026 - 13:02

IKMAS-TTS Siap Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana di Flores

Saturday, 22 August 2026 - 12:22

GMNI Kupang Dorong Kampus Terbitkan Kebijakan untuk Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Berita Terbaru

Anak-anak tampak sedang belajar bersama setelah kembali ke rumah masing-masing. Tim Ekspedisi Solidaritas Gempa Flores-NTT memberikan trauma healing kepada anak-anak selama satu minggu guna memenuhi kebutuhan anak dan lansia selama berada di sana. (Foto: Tim Ekspedisi Gempa Flores-NTT)

Kabupaten Nagekeo

‎Gempa Mengguncang Nagekeo, Memicu Kepanikan Warga  ‎

Monday, 31 Aug 2026 - 07:48