KUPANG, NEWSLINE.ID – LSF LYCEUM Kupang bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.Koe) menggelar aksi tanggap bencana untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi penggalangan dana tersebut berlangsung di kawasan Patung Kirab Kota Kupang, Sabtu (15/8/2026). Dari aksi tersebut, kedua organisasi berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp10.452.000.
Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Penggalangan dana dilakukan setelah melihat kondisi masyarakat di sejumlah wilayah Flores yang terdampak gempa dan membutuhkan bantuan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar selama proses evakuasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan BEMJ PBSI UM.Koe, Bang Ben, mengatakan aksi tersebut merupakan respons cepat mahasiswa terhadap kondisi masyarakat Flores pascagempa.
“Kami dari BEMJ PBSI UM.Koe bersama teman-teman komunitas LSF turun ke jalan hari ini sebagai respons cepat terhadap gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores,” ujar Bang Ben.
Menurut Ben, gempa tersebut menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan harta bend bahkan nyawa dan harus melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Kondisi tersebut membuat kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama.
“Banyak masyarakat yang kehilangan harta benda bahkan nyawa dan sebagian harus mengevakuasi diri. Karena itu, kebutuhan dasar menjadi poin penting yang harus segera kita perhatikan. Aksi hari ini kami lakukan sebagai respons agar bantuan bisa segera dikirim kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Dorong Solidaritas Mahasiswa
Ketua LSF LYCEUM Kupang, Faridun, mengatakan pihaknya mengambil langkah cepat karena dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Flores.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa di Kota Kupang.
“Gempa ini terjadi tidak hanya di satu titik, tetapi hampir di seluruh Pulau Flores sampai ke ujung timur. Itu yang membuat kami harus merespons dengan cepat,” ujar Faridun.
Ia berharap aksi penggalangan dana tersebut dapat menjadi pemicu bagi organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya untuk turut memberikan bantuan kepada para korban.
“Besar harapan kami, aksi galang dana ini bisa memicu teman-teman dari organisasi lain dan pergerakan mahasiswa lainnya untuk ikut merespons. Bencana ini bukan hanya milik masyarakat Flores, tetapi merupakan bencana kita semua. Luka mereka adalah luka kita semua,” katanya.
Faridun menilai kecepatan dalam merespons bencana sangat penting agar bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Semakin cepat kita merespons isu ini, semakin cepat pula bantuan kita bisa tersampaikan kepada mereka,” ujarnya.
Galang Dana Ditargetkan 4–5 Hari
Faridun menjelaskan, aksi penggalangan dana akan dilakukan selama sekitar empat hingga lima hari. Namun, penyaluran bantuan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
“Untuk target aksi, paling cepat empat sampai lima hari. Kalau dana sudah terkumpul, sebagian bisa segera dikirim terlebih dahulu apabila masyarakat masih dalam proses evakuasi,” jelasnya.
Ia mengatakan, apabila kebutuhan masyarakat semakin besar, gerakan solidaritas tersebut juga akan terus dikembangkan.
Bantuan Akan Disalurkan Langsung
Terkait mekanisme penyaluran bantuan, LSF LYCEUM Kupang dan BEMJ PBSI UM.Koe akan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap wilayah yang terdampak dan membutuhkan bantuan.
Bang Ben mengatakan, apabila dana yang terkumpul cukup besar, pihaknya akan mengutus sejumlah anggota untuk turun langsung ke wilayah terdampak dan mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.
“Kalau beberapa hari ke depan dana yang terkumpul cukup banyak, akan diutus beberapa orang dari aliansi atau tim ini untuk turun langsung mendistribusikan bantuan,” katanya.
Menurutnya, pemetaan diperlukan karena dampak gempa tersebar di sejumlah wilayah Flores. Tim akan memastikan bantuan diberikan kepada daerah dan masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kami perlu melakukan investigasi terlebih dahulu mengenai daerah mana saja yang terdampak dan sangat membutuhkan bantuan. Setelah itu, bantuan akan disalurkan secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fahrudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Kupang untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana.
“Kami berharap semua elemen masyarakat, khususnya di Kota Kupang, ayo kita bergerak bersama-sama dan merespons cepat persoalan ini. Dari berbagai informasi yang kami terima, masyarakat sangat membutuhkan kebutuhan dasar,” pungkasnya. (**)
Penulis : Lucianos De Hefrianto Persli
Editor : Redaksi








