Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎

Friday, 14 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang bersama siswa dan guru SDK St. 1 Nanggapanda saat usai sosialisasi anti-bullying, Kamis (13/08/2026).Foto:Dok.Tiara Mau/
‎

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang bersama siswa dan guru SDK St. 1 Nanggapanda saat usai sosialisasi anti-bullying, Kamis (13/08/2026).Foto:Dok.Tiara Mau/ ‎

Newsline NTT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Ndorurea 1 Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.KOE) yang beranggotakan 17 orang menggelar sosialisasi anti-bullying bersama siswa dan guru di SDK St. 1 Nanggapanda, Kecamatan Nanggapanda, Desa Ndorurea 1, Kabupaten Ende, Kamis (13/8/2026).

‎Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak sekolah dasar, guru, serta mahasiswa KKN yang menjadi motor dalam pelaksanaan kegiatan.

‎Ketua Kelompok KKN, Tiara Mau, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi pentingnya masa sekolah dasar sebagai masa emas pertumbuhan anak. Pada tahap ini, anak belajar berteman, bersosialisasi dan membentuk watak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Namun, menurut Tiara, perundungan atau bullying masih banyak terjadi di lingkungan sekolah, baik secara fisik, melalui kata-kata maupun sikap yang terkadang dilakukan tanpa disadari atau dianggap sekadar bercandaan.

‎”Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang melakukan sosialisasi sedini mungkin agar siswa sekolah dasar memahami apa itu bullying, bahayanya, cara mencegahnya, berani melapor, serta saling menjaga teman,” kata Tiara.

‎Ia menjelaskan, bullying dapat memberikan dampak yang merugikan bagi korban. Anak yang menjadi korban bullying dapat merasa takut, sedih, tidak percaya diri, malas ke sekolah, bahkan mengalami trauma jangka panjang.

‎Di sisi lain, pelaku terkadang tidak menyadari bahwa tindakan yang dilakukan merupakan sesuatu yang salah dan dapat memberikan dampak besar terhadap orang lain.

‎”Kurangnya pemahaman siswa, guru maupun orang tua tentang bahaya dan cara mencegah bullying membuat masalah ini terus berulang,” jelas Tiara Mau  kepada wartawan Newsline melalui rilis WhatsApp, Jumat (14/8/2026).

‎Menurutnya, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang perlu melakukan sosialisasi sejak dini agar siswa sekolah dasar memahami apa itu bullying, mengetahui bahayanya, tidak melakukan perundungan, berani melapor dan saling menjaga teman.

‎”Bahaya bullying harus dipahami sejak dini. Kami ingin siswa tidak melakukan bullying, berani melapor dan saling menjaga teman,” ujarnya.

‎Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah dan menyenangkan bagi semua anak.

‎Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying, membangun kesadaran untuk tidak melakukan perundungan dan saling menjaga, serta mendorong komitmen bersama agar sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman dan bebas perundungan bagi semua anak.

‎Tiara Mau menambahkan, kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar. Setibanya mahasiswa KKN di SDK St. 1 Nanggapanda, mereka disambut baik oleh para guru. Pihak sekolah juga menyediakan fasilitas berupa ruang aula, proyektor dan speaker untuk mendukung kegiatan.

‎Dalam proses sosialisasi, anak-anak berpartisipasi aktif dalam diskusi, mengajukan pertanyaan, serta menceritakan pengalaman mereka terkait bullying.

‎”Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar. Kami disambut baik oleh guru-guru dan diberikan fasilitas berupa ruang aula, proyektor dan speaker. Dalam proses sosialisasi juga banyak anak yang berpartisipasi aktif dalam berdiskusi, seperti bertanya dan menceritakan pengalaman mereka tentang bullying,” ujar Tiara Mau.

‎Ia berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat membangun kesadaran siswa sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan di sekolah maupun di mana pun mereka berada.

‎”Pesan dari kegiatan ini, semoga apa yang disampaikan dan dijelaskan oleh kami tentang anti-bullying dapat membangun kesadaran mereka dan dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun di mana pun mereka berada,” tambahnya.

‎Menurut Tiara Mau, suasana selama kegiatan berlangsung terasa hidup, hangat dan penuh kebersamaan. Tidak ada rasa kaku selama proses sosialisasi. Anak-anak tampak senang dan ikut memahami bahwa sekolah merupakan rumah kedua yang harus aman dan nyaman bagi semua.

‎”Dengan bahasa yang sederhana dan contoh yang mudah dipahami, pesan anti-bullying tersampaikan dengan baik,” tutup Tiara Mau. (*)

Penulis : Sardiyanto

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tiga Warga Adat Soge Natarmage dan Goban Runut Diputus Bebas, KPA Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Nangahale
Wali Kota Kupang: AI Harus Memperkuat Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru
Jangan Takut Ancaman Rentenir! Pahami Hak Anda dan Langkah Hukum Menghadapinya
Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎
Cipayung Plus Kota Kupang Gelar Mimbar Bebas, Tegaskan Penolakan Penyematan Gelar Raja Timor kepada Jokowi
Sukses Tangani Perkara Penipuan, Klien Law Firm James Richard & Partners Berinisial MK Resmi Menghirup Udara Bebas dari LP Kerobokan
UM.Koe Gelar Pembekalan KKN 2026, Siapkan 1.813 Mahasiswa Bangun NTT Melalui Kolaborasi dengan Masyarakat
Mahasiswa KKN Unwira Ubah Pisang Dusun Tuamese Jadi Anggur Bernilai Jual Tinggi

Berita Terkait

Friday, 14 August 2026 - 17:11

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎

Monday, 10 August 2026 - 22:22

Wali Kota Kupang: AI Harus Memperkuat Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru

Sunday, 2 August 2026 - 21:39

Jangan Takut Ancaman Rentenir! Pahami Hak Anda dan Langkah Hukum Menghadapinya

Sunday, 2 August 2026 - 20:51

Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎

Sunday, 2 August 2026 - 20:12

Cipayung Plus Kota Kupang Gelar Mimbar Bebas, Tegaskan Penolakan Penyematan Gelar Raja Timor kepada Jokowi

Berita Terbaru