Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Thursday, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alumni Undana,Wili Mbuik (25) Menjadi Korban Penembakan di Jayawijaya.(Foto:Isth)

Alumni Undana,Wili Mbuik (25) Menjadi Korban Penembakan di Jayawijaya.(Foto:Isth)

Newsline NTT – Duka menyelimuti keluarga besar Universitas Nusa Cendana (Undana) setelah salah satu alumninya, Wili Mbuik (25), menjadi korban penembakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

‎Wili Mbuik diketahui merupakan alumni Undana angkatan 2019. Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga, kerabat, serta keluarga besar almamaternya.

‎Ketua BEM Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, Glen Rezy Snae, mengatakan Wili bukan sekadar nama yang muncul dalam pemberitaan mengenai konflik dan kekerasan di Papua. Menurutnya, Wili merupakan bagian dari keluarga besar Undana yang pernah menempuh pendidikan dan kemudian melanjutkan pengabdiannya di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Wili adalah anak muda yang pernah menempuh pendidikan di UNDANA dan kemudian melanjutkan pengabdiannya. Hari ini hidupnya berakhir akibat kekerasan. Ini bukan hanya persoalan kehilangan satu orang, tetapi pertanyaan serius tentang bagaimana negara menjamin keselamatan setiap warga negaranya,” ujarnya kepada media ini kamis (10/09/2026).

‎Atas peristiwa tersebut, BEM Undana menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Wili Mbuik dan seluruh keluarga korban.

‎BEM Undana juga mendukung penuh TNI dan Polri untuk segera mengungkap, mengejar, dan menangkap pelaku penembakan yang menyebabkan meninggalnya Wili Mbuik dan korban lainnya.

‎Ia juga menegaskan, pengusutan kasus tersebut tidak boleh berhenti hanya pada penangkapan pelaku di lapangan. Aparat diminta mengungkap kronologi secara utuh, termasuk motif serta pihak-pihak yang bertanggung jawab, sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum dan keadilan.

‎“Kami mendukung penuh TNI dan POLRI untuk segera menangkap pelaku penembakan yang telah menewaskan saudari kami, Wili Mbuik. Kami berharap proses pengusutan dilakukan secara serius, profesional, transparan, dan tuntas. Jangan sampai kasus ini berhenti hanya pada pemberitaan bahwa telah terjadi penembakan,” tegasnya.

Menurut Ia , persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga menyangkut tanggung jawab negara dalam menjamin keselamatan masyarakat.

‎Ia menilai negara tidak boleh hanya hadir setelah tragedi terjadi. Negara harus mampu membaca potensi ancaman, melakukan pencegahan, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan tugas pelayanan publik tanpa rasa takut.

‎“Kami juga mengkritisi bahwasanya hari ini negara belum mampu hadir untuk memastikan bahwa masyarakat aman dan sejahtera. Negara tidak boleh hanya hadir setelah ada korban dan setelah nyawa melayang. Negara harus hadir sebelum tragedi terjadi,” ujarnya.

‎Dia mengatakan, keselamatan masyarakat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan. Ketika warga negara tidak memperoleh jaminan keamanan dalam menjalankan aktivitas maupun tugas pelayanan kepada masyarakat, menurutnya, negara perlu melakukan evaluasi secara serius.

‎BEM Undana menilai tragedi di Jayawijaya harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem keamanan dan mitigasi di wilayah yang memiliki potensi kerawanan.

‎Terkait upaya katanya, perlu dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan, sistem peringatan dini, mekanisme mitigasi, koordinasi antara instansi, serta sistem perlindungan bagi masyarakat dan pekerja pelayanan publik yang menjalankan tugas di lapangan.

‎“Negara harus mampu memastikan agar ke depan kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Perlu adanya mitigasi yang konkret untuk mencegah hal yang sama terjadi kembali. Jangan menunggu korban berikutnya baru kemudian negara kembali bertindak,” tegasnya.

‎BEM Undana menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku merupakan keharusan, tetapi pencegahan juga menjadi tanggung jawab negara.

‎Bagi BEM Undana, keadilan bagi Wili Mbuik tidak cukup hanya dengan menemukan pelaku penembakan. Keadilan juga harus diwujudkan melalui perbaikan sistem perlindungan masyarakat agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

‎BEM Undana menyerukan kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk menjadikan kasus tersebut sebagai evaluasi serius terhadap perlindungan warga negara di wilayah rawan konflik. Masyarakat sipil, kata BEM Undana, harus tetap mendapatkan hak mendasar untuk hidup, bekerja, dan menjalankan aktivitas dalam rasa aman.

‎Bagi keluarga besar Undana, Wili Mbuik akan selalu menjadi bagian dari almamater.

‎“Usut tuntas penembakan Wili Mbuik. Tangkap pelaku. Tegakkan keadilan. Dan pastikan tragedi serupa tidak kembali terjadi,”pungkasnya.

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah
Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan
IKMAS-TTS Siap Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana di Flores
GMNI Kupang Dorong Kampus Terbitkan Kebijakan untuk Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Wawali Hadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 21:31

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Wednesday, 9 September 2026 - 00:49

Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 

Tuesday, 1 September 2026 - 12:21

Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Wednesday, 26 August 2026 - 20:02

81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah

Sunday, 23 August 2026 - 22:05

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan

Berita Terbaru