GMNI Kupang Gelar Nobar Film Pesta Babi, Bahas PSN dan Situasi Papua

Friday, 22 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEWSLINE-NTT – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang menggelar nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme Zaman Kita di Garda GMNI Cabang Kupang, Naimata, Kota Kupang, Kamis, 21 Mei 2026.

Kegiatan itu menjadi ruang diskusi mahasiswa untuk membahas berbagai persoalan sosial dan kebijakan pemerintah di Papua, termasuk proyek strategis nasional (PSN).

Film dokumenter tersebut menampilkan kondisi masyarakat dan lingkungan di Papua yang disebut terdampak proyek pembangunan dan investasi berskala besar. Usai pemutaran film, diskusi menghadirkan Irvan Kurniawan sebagai pemateri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya, Irvan mengatakan berbagai bentuk perlawanan yang muncul di Papua tidak bisa dilepaskan dari persoalan ketidakadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

“Perlawanan muncul karena masyarakat merasa tidak mendapatkan keadilan. Kalau Papua benar-benar adil dan sejahtera, maka konflik dan penolakan tidak akan terus terjadi,” ujar Irvan.

Ia menilai persoalan di Papua berkaitan dengan pola pembangunan yang lebih berpihak pada kepentingan investasi dan korporasi besar dibanding masyarakat lokal.

Menurut dia, masyarakat adat sering kali hanya menjadi penonton dalam pembangunan yang berlangsung di wilayah mereka sendiri.

“Banyak investasi yang datang, tetapi masyarakat lokal tidak mendapatkan manfaat besar. Mereka justru menjadi pihak yang paling terdampak,” katanya.

Irvan juga menyinggung sejumlah proyek strategis nasional di Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti proyek tambak garam di Rote dan tambak udang di Sumba. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

“Pemerintah perlu membuka ruang partisipasi publik. Kritik dan masukan masyarakat tidak boleh diabaikan karena itu bagian dari hak warga,” ujarnya.

Selain membahas PSN, diskusi turut menyoroti isu kedaulatan pangan. Irvan menilai pemerintah seharusnya tidak hanya berfokus pada komoditas tertentu seperti tebu dan beras, tetapi juga memperhatikan keberagaman pangan lokal.

“Kedaulatan pangan harus dibangun lewat diversifikasi pangan dan penghargaan terhadap sumber pangan lokal yang dimiliki masyarakat,” katanya.

Kegiatan nobar dan diskusi tersebut diikuti kader GMNI serta sejumlah mahasiswa di Kota Kupang. Acara berlangsung dalam suasana diskusi terbuka dan interaktif.***

Penulis : Hans

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pelaku Mangkir Dipanggil, Kuasa Hukum Investor Rusia Kritik Lambannya Penanganan Ditreskrimum Polda Bali
Hukum Tak Kami Rasakan” – Law Firm James Richard Desak Polresta Denpasar Tuntaskan Kasus Penipuan WNA Ceko
Tim Kuasa Hukum Law Firm James Richard & Partners Raih Putusan 6 Bulan Potong Masa Tahanan di PN Denpasar
Klien di Tipu, Law Firm James Richard And Partners Sukses Mengembalikan Dana
‎Dari Kupang untuk Papua: FOKMAP-NTT Perkuat Solidaritas di Usia ke-IX ‎
Kongres dan MPA PMKRI 2026: Momentum Besar dari Ruteng untuk Indonesia
Hak Pekerja Proyek Akhirnya Dibayar, Law Firm James Richard Tempuh Jalur Humanis dan Tegas
Ketua DPW PERADI UTAMA Bali Ucapkan Selamat atas Terbentuknya DPW PERADI UTAMA NTT

Berita Terkait

Sunday, 14 June 2026 - 00:06

Pelaku Mangkir Dipanggil, Kuasa Hukum Investor Rusia Kritik Lambannya Penanganan Ditreskrimum Polda Bali

Saturday, 13 June 2026 - 23:52

Hukum Tak Kami Rasakan” – Law Firm James Richard Desak Polresta Denpasar Tuntaskan Kasus Penipuan WNA Ceko

Friday, 5 June 2026 - 13:45

Tim Kuasa Hukum Law Firm James Richard & Partners Raih Putusan 6 Bulan Potong Masa Tahanan di PN Denpasar

Tuesday, 26 May 2026 - 18:24

Klien di Tipu, Law Firm James Richard And Partners Sukses Mengembalikan Dana

Tuesday, 26 May 2026 - 16:37

‎Dari Kupang untuk Papua: FOKMAP-NTT Perkuat Solidaritas di Usia ke-IX ‎

Berita Terbaru