NEWSLINE.ID – Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe). Adalah Rayhan Halim, mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UMKoe berhasil meraih Medali Emas dalam ajang Olimpiade Nasional Sains dan Bahasa (OSNB) 2026 yang diselenggarakan oleh Braindicator Indonesia.
Olimpiade Nasional Sains dan Bahasa (OSNB) 2026 dilaksanakan secara daring pada Minggu, 18 Januari 2026 melalui laman resmi cbt.pusatprestasi.id. Kompetisi ini merupakan ajang tingkat nasional yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan serta mendorong prestasi pelajar dan mahasiswa Indonesia di bidang sains dan bahasa.
Hasil kompetisi diumumkan secara resmi pada Selasa, 20 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, dan dapat diakses peserta melalui akun CBT masing-masing dengan memilih menu “Riwayat”, lalu mengklik ikon pengeras suara pada bidang OSNB 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Rayhan mengaku tidak menyangka bisa meraih posisi teratas di tingkat nasional. “Syok dan tidak menyangka, tapi saya juga terharu karena bisa mendapatkan medali emas,”ujar Rayhan Halim.
Meski digelar secara daring, persaingan dalam OSNB 2026 tetap ketat karena diikuti oleh peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Keberhasilan Rayhan menjadi bukti bahwa mahasiswa dari Nusa Tenggara Timur mampu bersaing dan berprestasi di level nasional.
Prestasi Rayhan disambut dengan penuh kebanggaan oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang, termasuk dari pihak rektorat. Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen melahirkan mahasiswa yang religius dan unggul serta berwawasan multikultural, UMKoe terus mendorong mahasiswanya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Pencapaian ini juga selaras dengan semangat program Diktisaintek Berdampak yang mendorong kemajuan pendidikan tinggi Indonesia melalui prestasi nyata mahasiswanya.
Rektorat UMKoe memberikan apresiasi terbaik atas berbagai prestasi yang diraih oleh mahasiswanya. Keberhasilan Rayhan harus menjadi pelecut bagi anak muda lain untuk berkarya dan meraih prestasi gemilang. Selain itu juga untuk mendorong mahasiswa agar mampu terus mengasah minat dan bakat. Tiidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam keterampilan non-akademik dan potensi-potensi yang dimiliki masing-masing individu. ***
Penulis : L De Hp
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Humas UM.Koe









