Newsline NTT – Dalam suasana penuh kehangatan pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Muhammadiyah Kupang menggelar kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Aula Gedung B UM.KOE,Rabu (8/04/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Idul Fitri Menguatkan Spiritualitas, Menyatukan Integritas, Menggerakkan Multikulturalitas”.Tema tersebut mencerminkan komitmen civitas akademika dalam mempererat nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, universitas Muhammadiyah Kupang,Dr.Syarifuddin Darajad, S.Sos., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan, “Ketika kita bicara tentang silaturahmi, khususnya di bulan Ramadan kemarin, ada yang menyebut syukuran, ada yang menyebut silaturahim. Semua itu pada dasarnya adalah upaya kita untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan sebaik-baiknya.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menambahkan, “Sering kali kita di NTT lupa makna takjil yang sebenarnya. Padahal, di situlah letak kreativitas orang-orang kita di NTT.”
Lebih lanjut, ia menyoroti kebiasaan dalam ucapan Idul Fitri. “Yang menarik dari ibu-ibu, ketika mengucapkan ‘minal aidin wal faizin’, semua mengatakan ‘mohon maaf lahir dan batin’. Padahal makna sebenarnya adalah semoga kita kembali kepada kesucian, kembali kepada kebenaran,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan makna halal bihalal, “Istilah halal bihalal memiliki sejarah sekitar tahun 1920–1926, bertepatan dengan awal berdirinya Muhammadiyah. Kata ‘halal’ berasal dari bahasa Arab, sementara ‘bihalal’ berkembang di Indonesia. Ini berkaitan dengan bagaimana kita kembali kepada sesuatu yang baik dan halal.”
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan dua hal penting yang harus dijaga selama Ramadan. “Ada dua hal yang harus kita jaga, yaitu hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia,” katanya.
Ia pun mengingatkan pentingnya silaturahmi dalam keluarga. “Silaturahmi dengan orang tua adalah yang paling utama. Jangan sampai dalam bulan Ramadan kita tidak menjalin silaturahmi dengan orang tua. Begitu juga dalam hubungan suami dan istri. Istri yang baik adalah istri yang taat kepada suami, dan suami yang terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya.”
Pada akhirnya, yang paling utama adalah menjaga silaturahmi antar sesama manusia,” tutupnya.
Acara Halalbihalal tersebut ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antar civitas akademika UM.Koe. Momentum ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat semangat kekeluargaan di lingkungan kampus.***
Penulis : Sardiyanto
Editor : Redaksi









