Soal Pemecatan 4 Pegawai KONI NTT, Ketua DPC GMNI Kupang: Tunggu Klarifikasi, Jangan Ada Rekayasa Opini Jelang PON 2028

Sunday, 17 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang,Foto: Dok.Pribadi/

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang,Foto: Dok.Pribadi/

Newsline NTT – Menanggapi polemik pemecatan empat pegawai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)Kupang, Jacson Marcus, menghimbau agar publik bersikap bijak dan tidak terburu-buru memvonis siapa yang salah atau benar. Ia mendesak semua pihak untuk menunggu klarifikasi resmi baik dari manajemen KONI NTT maupun dari keempat pegawai yang diberhentikan tersebut.

‎Jacson menyampaikan bahwa langkah pemecatan ini tentu menimbulkan simpati publik, mengingat keempat pegawai tersebut telah mengabdi dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa alasan pemberhentian harus didasarkan pada aturan internal yang jelas serta penilaian kinerja yang objektif dan terukur.

‎”Jika pemecatan ini tidak didasarkan pada ketentuan internal yang transparan dan evaluasi kinerja yang adil, maka saya secara tegas meminta agar hak-hak keempat pegawai tersebut dipulihkan kembali. Prosedur hukum dan keadilan birokrasi harus tetap dijunjung tinggi,” tegas Jacson Marcus di Kupang, Minggu (17/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Namun, Jacson memberikan catatan penting terkait konteks strategis olahraga di NTT. Ia menyatakan bahwa jika pemecatan tersebut merupakan bagian dari upaya revitalisasi dan restrukturisasi organisasi KONI demi konsolidasi internal, maka hal tersebut dapat dibenarkan secara prinsip. Langkah ini dinilai krusial terutama menyongsong tahun 2028, di mana NTT telah ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).

‎”Konsolidasi internal diperlukan untuk memperkuat struktur organisasi agar tetap solid dan profesional dalam menghadapi hajatan besar nasional. Efisiensi dan efektivitas organisasi adalah kunci sukses penyelenggaraan PON 2028,” ujarnya.

‎Menutup pernyataannya, Jacson mengharapkan agar para pihak yang berkepentingan tidak menggiring opini publik secara sepihak yang dapat berdampak negatif terhadap penilaian KONI Pusat. Ia mengingatkan bahwa reputasi dan kredibilitas KONI NTT sedang diuji menjelang perhelatan akbar tersebut.

‎”Jangan ada permainan opini yang merusak kepercayaan pusat terhadap kita. NTT sudah diputuskan menjadi tuan rumah PON 2028, mari kita jaga integritas organisasi demi keberhasilan event tersebut,” pungkas Jacson.***

‎

Penulis : Sardiyanto

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎
PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI
Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎
Itikad Baik Tersangka Diapresiasi, Kasus Laka Lantas di Denpasar Berakhir Damai Lewat Restorative Justice
Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎
Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 
SEPAKAT DAMAI, KEDUA BELAH PIHAK TEMPUH JALUR RESTORATIF JUSTICE
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 00:41

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎

Friday, 2 October 2026 - 12:42

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Saturday, 26 September 2026 - 13:44

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Thursday, 10 September 2026 - 21:31

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Wednesday, 9 September 2026 - 00:49

Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44