Newsline NTT – Menanggapi polemik pemecatan empat pegawai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)Kupang, Jacson Marcus, menghimbau agar publik bersikap bijak dan tidak terburu-buru memvonis siapa yang salah atau benar. Ia mendesak semua pihak untuk menunggu klarifikasi resmi baik dari manajemen KONI NTT maupun dari keempat pegawai yang diberhentikan tersebut.
Jacson menyampaikan bahwa langkah pemecatan ini tentu menimbulkan simpati publik, mengingat keempat pegawai tersebut telah mengabdi dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa alasan pemberhentian harus didasarkan pada aturan internal yang jelas serta penilaian kinerja yang objektif dan terukur.
”Jika pemecatan ini tidak didasarkan pada ketentuan internal yang transparan dan evaluasi kinerja yang adil, maka saya secara tegas meminta agar hak-hak keempat pegawai tersebut dipulihkan kembali. Prosedur hukum dan keadilan birokrasi harus tetap dijunjung tinggi,” tegas Jacson Marcus di Kupang, Minggu (17/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Jacson memberikan catatan penting terkait konteks strategis olahraga di NTT. Ia menyatakan bahwa jika pemecatan tersebut merupakan bagian dari upaya revitalisasi dan restrukturisasi organisasi KONI demi konsolidasi internal, maka hal tersebut dapat dibenarkan secara prinsip. Langkah ini dinilai krusial terutama menyongsong tahun 2028, di mana NTT telah ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).
”Konsolidasi internal diperlukan untuk memperkuat struktur organisasi agar tetap solid dan profesional dalam menghadapi hajatan besar nasional. Efisiensi dan efektivitas organisasi adalah kunci sukses penyelenggaraan PON 2028,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Jacson mengharapkan agar para pihak yang berkepentingan tidak menggiring opini publik secara sepihak yang dapat berdampak negatif terhadap penilaian KONI Pusat. Ia mengingatkan bahwa reputasi dan kredibilitas KONI NTT sedang diuji menjelang perhelatan akbar tersebut.
”Jangan ada permainan opini yang merusak kepercayaan pusat terhadap kita. NTT sudah diputuskan menjadi tuan rumah PON 2028, mari kita jaga integritas organisasi demi keberhasilan event tersebut,” pungkas Jacson.***
Penulis : Sardiyanto
Editor : Redaksi








