Labuan Bajo, Newline.id — Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang bertepatan dengan Bulan Bahasa, SMPK St. Yosefa Labuan Bajo menggelar rangkaian kegiatan penuh makna selama tiga hari, sejak 27 hingga 29 Oktober 2025, bertempat di aula sekolah.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk meneladani semangat perjuangan pemuda Indonesia sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya bangsa.
Momentum Menyatukan Semangat Pemuda dan Bahasa Persatuan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMPK St. Yosefa Labuan Bajo, Suster Yuliana Lebo, SSpS, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda yang bertepatan dengan Bulan Bahasa menjadi kesempatan istimewa untuk mengingat perjuangan para pemuda yang menyatukan bangsa Indonesia melalui satu tekad, satu tanah air, dan satu bahasa persatuan Bahasa Indonesia.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa persatuan, Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Suster Yuliana juga menegaskan pentingnya menjaga keberagaman di daerah wisata seperti Labuan Bajo yang kaya akan budaya dan bahasa.
“Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan kekayaan budaya dan bahasa Manggarai,” tambahnya.
Apresiasi dan Semangat Sportivitas

Dalam penutupan kegiatan, Suster Yuliana menyampaikan apresiasi kepada panitia, guru, dan seluruh siswa atas terselenggaranya kegiatan dengan sukses.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, bapak ibu guru, serta semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” ucapnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk menjunjung tinggi sportivitas, baik bagi yang meraih juara maupun yang belum berkesempatan menang.
“Bagi yang belum juara, jangan berkecil hati. Partisipasi kalian sangat berharga. Semangat dan sportivitas yang kalian tunjukkan adalah juara sejati,” tegasnya.
Menumbuhkan Karakter dan Kreativitas Siswa
Ketua panitia kegiatan, Lion Bagut, S.Pd, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai budaya dan karakter bangsa melalui karya sastra dan bahasa.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk:
1. Menanamkan nilai-nilai budaya bangsa dan melestarikan kebudayaan daerah serta nasional.
2. Membangun karakter, empati, dan toleransi melalui karya sastra.
3. Meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi siswa.
4. Menumbuhkan apresiasi terhadap karya sastra dan nilai-nilai moral di dalamnya.
Antusiasme Siswa dan Guru Warnai Kegiatan
Antusiasme siswa-siswi terlihat begitu tinggi selama pelaksanaan kegiatan. Mereka mengikuti berbagai lomba seperti cerdas cermat, dramatisasi bahasa Inggris, monolog berbahasa Indonesia, serta cerita rakyat dalam bahasa Manggarai.
Salah satu guru pendamping, Kornelius Sandri Joho, S.Pd, menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para siswa.
“Sebagai guru, saya sangat bangga melihat semangat anak-anak. Kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga wadah bagi mereka untuk mengekspresikan diri, menumbuhkan kreativitas, dan mencintai bahasa serta budaya Indonesia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang ekspresi bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
“Melihat mereka berani tampil dan percaya diri adalah kebahagiaan tersendiri. Mereka adalah cermin generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mencintai tanah air,” tutupnya.
Ruang Ekspresi bagi Generasi Muda
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi bentuk nyata komitmen SMPK St. Yosefa Labuan Bajo dalam membina generasi muda yang berkarakter, cinta bahasa, dan bangga akan budaya lokal.
Melalui kegiatan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, para siswa tidak hanya berlomba, tetapi juga belajar tentang arti persatuan, kebhinekaan, dan semangat juang pemuda Indonesia.
Penulis : Gabriel Esong
Editor : Media NewslineNtt








