Newsline NTT – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, Jordan Geru, yang juga merupakan kader GMNI Cabang Kupang dan pengurus BEM Nusantara Provinsi NTT, melakukan audiensi dengan Wakil Walikota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc. Pertemuan yang berlangsung pada Senin (11/5/2026) ini membahas sejumlah isu strategis terkait infrastruktur kota serta potensi kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan perguruan tinggi setempat. Informasi tersebut diterima melalui rilis resmi pada Kamis (21/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Jordan menyoroti lima poin krusial mengenai kondisi infrastruktur dan pelayanan publik di Kota Kupang yang dinilai masih perlu perhatian serius:
1. Kualitas Jalan dan Fasilitas Pejalan Kaki: Meskipun jalur utama sebagian besar dalam kondisi baik, banyak jalan lingkungan (gang) yang masih rusak, berlubang, atau belum diaspal, sehingga menyulitkan aksesibilitas warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Pengolahan Sampah dan Sanitasi: Manajemen Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak dinilai sering kewalahan menampung volume sampah yang terus meningkat, menuntut evaluasi sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif.
3. Krisis Air Bersih: Jaringan pipa PDAM belum menjangkau seluruh pemukiman warga secara merata, menyebabkan ketidakadilan akses terhadap air minum bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah.
4. Penerangan Jalan Umum (PJU): Banyak titik jalan, khususnya penghubung antar-kecamatan dan kawasan pinggiran kota, masih minim penerangan, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan gangguan keamanan.
5. Kolaborasi Pemkot-Kampus: Jordan mengusulkan sinergi konkret antara Pemkot Kupang dan UNWIRA. Pihak kampus dapat menerjunkan tim ahli atau mahasiswa magang untuk membantu penyusunan laporan keuangan daerah, evaluasi akuntansi sektor publik, serta pelatihan manajemen keuangan bagi BUMD dan UMKM lokal.
Jordan menjelaskan bahwa kolaborasi ini berpotensi melahirkan innovation hubs atau inkubator bisnis bersama. “Kampus menyediakan ide segar, riset produk, dan talenta muda, sementara Pemkot menyediakan regulasi kemudahan berusaha, akses pasar, dan stimulus modal bagi pengusaha muda,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Jordan mengapresiasi komitmen Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang aktif melibatkan kalangan muda dalam pembangunan. Ia menilai langkah ini penting untuk menjadikan Kota Kupang sebagai kota yang responsif terhadap aspirasi generasi muda dalam menuju Indonesia Emas.***
Editor : Sardiyanto








