Newsline.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ende, Taufik Hidayat, mengungkapkan mayoritas warga binaan di lembaga tersebut merupakan pelaku kasus asusila.
Menurut Taufik, jumlahnya mencapai sekitar 70 persen dari total penghuni lapas, sementara perkara lain jumlahnya relatif kecil.
“Sebagian besar isi tahanan didominasi perkara asusila, sedangkan kasus-kasus lainnya terbilang cukup sedikit,” kata Taufik kepada RRI, Sabtu, 16 Agustus 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai kondisi ini menjadi catatan penting untuk memahami persoalan sosial yang berkembang di masyarakat Kabupaten Ende.
Untuk itu, pihaknya terus mengintensifkan pembinaan bagi warga binaan, baik melalui kegiatan keagamaan, pelatihan keterampilan, maupun pembinaan mental.
“Program pembinaan ini kami harapkan dapat membantu para narapidana berubah menjadi pribadi lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain pembinaan di dalam lapas, Taufik menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah terjadinya kasus serupa.
“Pencegahan tidak hanya dilakukan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan kepedulian semua pihak,” tambahnya.
Menurutnya, dominasi kasus asusila di Lapas Ende harus menjadi peringatan serius bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar generasi muda tidak terjerumus dalam perbuatan yang melanggar hukum dan norma sosial,” katanya.
Ia menegaskan, pendidikan karakter sejak dini merupakan salah satu upaya penting untuk menekan angka pelanggaran hukum di tengah masyarakat.
“Kami ingin membangun generasi yang lebih bermoral, sehingga ke depan angka kasus asusila bisa ditekan,” ujarnya.**









