Museum Perumusan Naskah Proklamasi Gelar “Bulan Proklamasi” untuk Peringati HUT ke-80 RI

Sunday, 17 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Museum Perumusan Naskah Proklamasi menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Bulan Proklamasi”, sebuah agenda tahunan yang ditujukan untuk mengenang peristiwa penting dirumuskannya Naskah Proklamasi pada 16 Agustus 1945.

Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang hadir untuk melepas peserta Tapak Tilas Proklamasi, salah satu agenda utama dalam perayaan ini.

Teladani Semangat Para Tokoh Nasional

Dalam sambutannya, Menteri Fadli mengingatkan pentingnya meneladani semangat perjuangan para tokoh nasional dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak tokoh pemuda yang ingin memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tapak Tilas Proklamasi dimulai dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi, karena dari sinilah teks proklamasi dirumuskan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar perayaan 80 tahun Indonesia merdeka dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para pelajar peserta Tapak Tilas, yang kelak akan menjadi pemimpin Indonesia pada 100 tahun kemerdekaan di tahun 2045.

Tradisi Tapak Tilas dan Partisipasi Pelajar

Kegiatan Tapak Tilas Proklamasi menjadi tradisi tahunan yang digelar setiap 16 Agustus. Tahun ini, prosesi tersebut diikuti oleh sekitar 200 siswa dari berbagai SMA se-Jakarta. Para peserta memulai perjalanan dari Museum Joang 45, kemudian bergabung di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan berakhir di Tugu Proklamasi.

Pawai juga dimeriahkan oleh partisipasi masyarakat, seperti penampilan Angklung Posyandu Lansia, Kerontjong Toegoe, Sanggar Ayodya Pala, serta Komunitas Bermain.

Acara ini dibuka secara simbolis dengan penyerahan Bendera Merah Putih oleh Menteri Kebudayaan kepada Paskibraka, dan pelepasan peserta pawai dilakukan bersama sejumlah tokoh, termasuk Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, Halida Hatta (putri Mohammad Hatta), serta perwakilan dari Dewan Harian Nasional 45, Eddy Sjafuan.

Pameran Temporer: Henk Ngantung, Seni dan Diplomasi

Rangkaian “Bulan Proklamasi” dilanjutkan dengan pembukaan pameran temporer bertajuk “Tokoh Henk Ngantung, Seni dan Diplomasi di Rumah Bersejarah”, yang menampilkan karya-karya dan narasi kehidupan Henk Ngantung, pelukis dan mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1964–1965.

Dalam sambutannya saat membuka pameran, Menbud Fadli Zon menyampaikan:

“Karya-karya Henk Ngantung dapat dilihat melalui dua lensa: seni sebagai kesaksian sejarah dan seni sebagai imajinasi kewargaan. Lukisan-lukisan beliau menumbuhkan empati, identitas kebangsaan, dan semangat gotong royong.”

Pembukaan pameran ditandai dengan pemukulan Rampak Gendang oleh Menteri Fadli, didampingi Wakil Menteri, para pejabat Kementerian, serta keluarga tokoh-tokoh nasional, termasuk Geni Ngantung (putri Henk Ngantung) dan Dewi Subarjo (putri Ahmad Subarjo).

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara, antara lain Kepala Arsip Nasional, Mego Pinandito, Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, serta perwakilan Duta Besar India.

Menutup Rangkaian: Kebudayaan sebagai Kekuatan Bangsa

Menutup rangkaian kegiatan, Menteri Fadli Zon menekankan peran penting kebudayaan dalam memperkuat jati diri bangsa.

“Kebudayaan adalah pembangun dialog antarbangsa, pelestari identitas, dan pendorong perubahan sosial. Melalui rangkaian ini, kami harap masyarakat lebih mengenal dan menghargai proses perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen dalam menjaga warisan sejarah dan memperkuat peran generasi muda dalam merawat semangat kemerdekaan dan kebhinekaan bangsa Indonesia. (****)

Sumber : Kementerian Kebudayaan

Berita Terkait

Kenakan Busana Adat Flores, Wali Kota dan Wawali Tunjukkan Solidaritas untuk Korban Gempa
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎
Tiga Warga Adat Soge Natarmage dan Goban Runut Diputus Bebas, KPA Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Nangahale
Jangan Takut Ancaman Rentenir! Pahami Hak Anda dan Langkah Hukum Menghadapinya
Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎
Cipayung Plus Kota Kupang Gelar Mimbar Bebas, Tegaskan Penolakan Penyematan Gelar Raja Timor kepada Jokowi
Sukses Tangani Perkara Penipuan, Klien Law Firm James Richard & Partners Berinisial MK Resmi Menghirup Udara Bebas dari LP Kerobokan
DIGITAL NOMAD VISA (E33G): Solusi atau Malah Salah Sasaran?

Berita Terkait

Monday, 17 August 2026 - 16:16

Kenakan Busana Adat Flores, Wali Kota dan Wawali Tunjukkan Solidaritas untuk Korban Gempa

Friday, 14 August 2026 - 17:11

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎

Friday, 14 August 2026 - 01:27

Tiga Warga Adat Soge Natarmage dan Goban Runut Diputus Bebas, KPA Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Nangahale

Sunday, 2 August 2026 - 21:39

Jangan Takut Ancaman Rentenir! Pahami Hak Anda dan Langkah Hukum Menghadapinya

Sunday, 2 August 2026 - 20:51

Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎

Berita Terbaru

Wali Kota Naik Ring, Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores Jumat (21/08/2026). Foto:PROKOPIM Kota Kupang/

Kota Kupang

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan

Sunday, 23 Aug 2026 - 22:05