Atambua, newsline.id | Pesona Kabupaten Belu kembali memikat perhatian dunia internasional. Dalam kunjungannya ke Atambua, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki salah satu kabupaten perbatasan Indonesia di Pulau Timor ini.
Zhang berkesempatan mengunjungi kawasan religi Patung Bunda Maria Segala Bangsa yang terletak di Kakuluk Mesak, dan menyebut bahwa Belu menyimpan potensi luar biasa, baik di sektor pariwisata, pertanian, maupun perikanan.
“Keindahan alamnya sangat memikat. Budaya masyarakatnya pun sangat khas. Ditambah lagi posisinya yang strategis di perbatasan dengan Timor Leste, Belu bisa menjadi gerbang penting Indonesia di kawasan timur,” ujar Zhang kepada media newsline.id 5/06.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyarankan agar pembangunan pariwisata di Belu dilakukan secara masif dan terarah, termasuk dengan membuka ruang investasi asing di sektor tersebut. Zhang secara khusus merekomendasikan pendirian sekolah atau program pembelajaran bahasa Mandarin untuk mendukung kenyamanan wisatawan asal Tiongkok yang ingin berkunjung.
“Bahasa adalah jembatan. Dengan adanya pendidikan bahasa Mandarin di sini, saya yakin akan makin banyak wisatawan dari Tiongkok yang tertarik menjelajahi Belu,” tambahnya.
Selain memberikan apresiasi terhadap keindahan panorama sekitar Patung Bunda Maria Segala Bangsa, Zhang melihat tempat tersebut sangat ideal dikembangkan sebagai destinasi wisata religi kelas dunia.
Kunjungan ini juga menjadi momen bagi Zhang untuk menyampaikan salam persahabatan dari rakyat Tiongkok kepada masyarakat Belu.
“Kami ingin menjalin kerja sama yang lebih erat. Belu memiliki segalanya untuk tumbuh menjadi daerah wisata unggulan di wilayah perbatasan,” pungkas Zhang.
Dengan dorongan diplomatik seperti ini, masa depan Belu sebagai pusat wisata baru di Indonesia Timur semakin terbuka lebar.*
Reporter: alvin kali









