Mahasiswa KKN UMKoe Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Desa Pero Konda ‎

Sunday, 16 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai sosialisasi stunting,Foto:Dok.Mahasiswa KKN/

Foto bersama usai sosialisasi stunting,Foto:Dok.Mahasiswa KKN/

Newsline NTT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) Kelompok Desa Pero Konda melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat Desa Pero Konda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada 7, 8, dan 10 Agustus 2026, bertempat di Posyandu dan Kantor Desa Pero Konda. Kegiatan ini melibatkan 15 mahasiswa KKN bersama kader Posyandu, bidan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

‎Ketua Kelompok KKN Desa Pero Konda, Fans Kaekala, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, khususnya bagi ibu hamil dan orang tua yang memiliki anak usia dini.Hal itu disampaikannya melalui rilis WhatsApp, Minggu (16/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni periode penting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk pemenuhan gizi sejak dalam kandungan.

‎Materi lainnya berkaitan dengan pentingnya ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi. Masyarakat diberikan edukasi mengenai pemberian ASI selama enam bulan pertama serta pengenalan MPASI dengan kandungan gizi yang cukup, termasuk pemanfaatan sumber protein hewani lokal.

‎Mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengukuran dan pemantauan tumbuh kembang anak  secara rutin melalui Posyandu. Masyarakat diperkenalkan dengan cara membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) serta pentingnya melakukan deteksi dini apabila ditemukan tanda-tanda gangguan pertumbuhan pada anak.

‎Selain persoalan gizi, sosialisasi turut membahas sanitasi lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat diajak meningkatkan perhatian terhadap ketersediaan air bersih, penggunaan jamban sehat, serta kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah infeksi berulang yang dapat mengganggu pertumbuhan anak.

‎‎Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran ibu hamil, orang tua, dan masyarakat Desa Pero Konda mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta sanitasi lingkungan dalam upaya menekan risiko stunting.

‎“Semoga kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi dapat memberikan manfaat dan pengetahuan yang terus diterapkan oleh masyarakat Desa Pero Konda. Mari bersama-sama meningkatkan perhatian terhadap gizi ibu dan anak, pola asuh, kebersihan lingkungan, serta pemenuhan gizi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,”ujarnya.

‎Selama melaksanakan KKN di Desa Pero Konda, mahasiswa mengaku memperoleh berbagai pengalaman dan pembelajaran berharga. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pengabdian tersebut.

‎Mahasiswa juga mengapresiasi antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan sosialisasi. Mereka berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat terus diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya bersama mencegah stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di Desa Pero Konda.“Kami berharap apa yang kami sosialisasikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bisa terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Fans Kaekala.(*)

‎

‎

Penulis : Sardiyanto

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe
Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎
Wali Kota Kupang: AI Harus Memperkuat Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru
UM.Koe Gelar Pembekalan KKN 2026, Siapkan 1.813 Mahasiswa Bangun NTT Melalui Kolaborasi dengan Masyarakat
Mahasiswa KKN Unwira Ubah Pisang Dusun Tuamese Jadi Anggur Bernilai Jual Tinggi

Berita Terkait

Saturday, 12 September 2026 - 00:40

Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi

Tuesday, 1 September 2026 - 12:21

Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Monday, 31 August 2026 - 20:38

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2

Sunday, 16 August 2026 - 22:33

Mahasiswa KKN UMKoe Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Desa Pero Konda ‎

Friday, 14 August 2026 - 17:11

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44