Newsline NTT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) Kelompok Desa Pero Konda melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat Desa Pero Konda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada 7, 8, dan 10 Agustus 2026, bertempat di Posyandu dan Kantor Desa Pero Konda. Kegiatan ini melibatkan 15 mahasiswa KKN bersama kader Posyandu, bidan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Ketua Kelompok KKN Desa Pero Konda, Fans Kaekala, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, khususnya bagi ibu hamil dan orang tua yang memiliki anak usia dini.Hal itu disampaikannya melalui rilis WhatsApp, Minggu (16/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni periode penting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk pemenuhan gizi sejak dalam kandungan.
Materi lainnya berkaitan dengan pentingnya ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi. Masyarakat diberikan edukasi mengenai pemberian ASI selama enam bulan pertama serta pengenalan MPASI dengan kandungan gizi yang cukup, termasuk pemanfaatan sumber protein hewani lokal.
Mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengukuran dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin melalui Posyandu. Masyarakat diperkenalkan dengan cara membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) serta pentingnya melakukan deteksi dini apabila ditemukan tanda-tanda gangguan pertumbuhan pada anak.
Selain persoalan gizi, sosialisasi turut membahas sanitasi lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat diajak meningkatkan perhatian terhadap ketersediaan air bersih, penggunaan jamban sehat, serta kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah infeksi berulang yang dapat mengganggu pertumbuhan anak.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran ibu hamil, orang tua, dan masyarakat Desa Pero Konda mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta sanitasi lingkungan dalam upaya menekan risiko stunting.
“Semoga kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi dapat memberikan manfaat dan pengetahuan yang terus diterapkan oleh masyarakat Desa Pero Konda. Mari bersama-sama meningkatkan perhatian terhadap gizi ibu dan anak, pola asuh, kebersihan lingkungan, serta pemenuhan gizi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,”ujarnya.
Selama melaksanakan KKN di Desa Pero Konda, mahasiswa mengaku memperoleh berbagai pengalaman dan pembelajaran berharga. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pengabdian tersebut.
Mahasiswa juga mengapresiasi antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan sosialisasi. Mereka berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat terus diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya bersama mencegah stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di Desa Pero Konda.“Kami berharap apa yang kami sosialisasikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bisa terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Fans Kaekala.(*)
Penulis : Sardiyanto
Editor : Redaksi








