Menteri Abdul Mu’ti Gelar Kuliah Tamu di UM.KOE, Mahasiswa Soroti Akses Pendidikan

Wednesday, 6 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Civitas akademika universitas Muhammadiyah Kupang bersama Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Usai gelar Kuliah Tamu. (Sumber Dok: Humas UM.Koe)

Civitas akademika universitas Muhammadiyah Kupang bersama Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Usai gelar Kuliah Tamu. (Sumber Dok: Humas UM.Koe)

NEWSLINE.ID – Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.Koe) menggelar kuliah tamu bertajuk “Pendidikan untuk Semua” bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Rabu (5/5/2026).Acara yang berlangsung di Aula UM.Koe itu disambut antusias oleh civitas akademika. Rektor, dosen, tenaga pendidik, hingga ratusan mahasiswa hadir memenuhi ruangan.

Prosesi penyambutan dilakukan dengan pengalungan kain tenun khas NTT, menegaskan identitas UM.Koe sebagai kampus multikultural yang menjunjung tinggi keberagaman.

Wakil Rektor III Dr. Samsul Bahri, SE., MM., dalam sambutannya memaparkan situasi mahasiswa yang mengalami penurunan angka lulusan bahkan banyak mahasiswa yang harus berhenti karena kurangnya minat dan relevansi dunia kerja serta biaya pendidika. Ia juga menekankan pentingnya kuliah tamu sebagai ruang dialog kritis antara mahasiswa dan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa Pertanyakan “Pendidikan untuk Semua”

Meski mengusung tema inklusif, kuliah tamu ini justru memantik pertanyaan tajam dari mahasiswa. Mereka menyoroti mahalnya biaya pendidikan dan kebijakan pemerintah yang dinilai berpotensi mempersempit akses.

“Di mana letak pendidikan untuk semua jika akses masih dibatasi oleh kemampuan ekonomi?” ungkap salah satu mahasiswa dalam sesi diskusi.

Kegelisahan juga muncul terkait wacana evaluasi hingga penutupan sejumlah program studi oleh Kemendiktisaintek. Kebijakan tersebut dianggap bisa mengurangi kesempatan masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi.

Isu Guru Honorer dan Bantuan Pendidikan

Selain itu, mahasiswa menyoroti nasib guru honorer menjelang berakhirnya kontrak kerja pada 31 Desember 2026. Mereka khawatir angka pengangguran meningkat jika tidak ada kejelasan kebijakan lanjutan.

Menanggapi hal itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa hak atas pendidikan dijamin undang-undang. Namun ia mengingatkan, sekolah tidak semata-mata untuk mencari pekerjaan.

“Orang sekolah itu bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi untuk memperoleh ilmu, keterampilan, dan karakter,” ujarnya.

Terkait program bantuan MBG, Abdul Mu’ti menyebut telah menjangkau 43 juta siswa atau 95 persen peserta didik. Program ini dinilai meningkatkan kehadiran siswa di sekolah.

“Banyak anak lebih rajin ke sekolah karena ada MBG. Bahkan ada sekolah yang tingkat kehadirannya mencapai 95 persen,” jelasnya.

Tantangan Digitalisasi dan Solidaritas Kebijakan

Dalam paparannya, Abdul Mu’ti juga menyinggung fenomena digitalisasi. Ia mengingatkan adanya potensi “penjajahan baru” di era teknologi, di mana ketergantungan pada internet bisa menciptakan dominasi lebih kompleks dibanding penjajahan konvensional.

Soal penutupan program studi, ia menegaskan tidak memiliki kewenangan mengomentari kebijakan kementerian lain. Namun ia menekankan pentingnya solidaritas antarmenteri dalam Kabinet Merah Putih sesuai arahan Presiden.

Kuliah tamu ini ditutup dengan sesi foto bersama antara Menteri Abdul Mu’ti, pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, serta organisasi otonom seperti IMM, PM, NA, TS, dan Aisyiyah. (*)

 

 

 

 

 

Penulis : Lucianos Persli

Editor : DJB

Berita Terkait

HMI Cabang Kupang Kecam Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Jangan Jadikan Hak Akses BBM Subsidi sebagai Alat Tekan Kepatuhan Pajak
Kejari Kota Kupang Tidak Transparan dan Diduga Sembunyikan Bukti NTPN ‎
UMKoe Wisuda 167 Lulusan, Dorong Kampus Adaptif dan Lahirkan SDM Solutif
UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK
Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
Audiensi Bersama Wakil Wali Kota, Jordan Geru Angkat Persoalan Infrastruktur Kota Kupang ‎
Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi
Soal Pemecatan 4 Pegawai KONI NTT, Ketua DPC GMNI Kupang: Tunggu Klarifikasi, Jangan Ada Rekayasa Opini Jelang PON 2028

Berita Terkait

Saturday, 4 July 2026 - 20:19

HMI Cabang Kupang Kecam Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Jangan Jadikan Hak Akses BBM Subsidi sebagai Alat Tekan Kepatuhan Pajak

Thursday, 4 June 2026 - 22:29

Kejari Kota Kupang Tidak Transparan dan Diduga Sembunyikan Bukti NTPN ‎

Thursday, 4 June 2026 - 18:22

UMKoe Wisuda 167 Lulusan, Dorong Kampus Adaptif dan Lahirkan SDM Solutif

Wednesday, 3 June 2026 - 13:48

UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Berita Terbaru