Bupati Kupang Tegaskan Komitmen Selesaikan Persoalan Lahan Kawasan Industri Bolo

Wednesday, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kupang, Yosef Lede, saat berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan warga di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Senin (27/04/2026).Foto:Dok.Istmewa

Bupati Kupang, Yosef Lede, saat berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan warga di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Senin (27/04/2026).Foto:Dok.Istmewa

Newsline NTT – Bupati Kupang, Yosef Lede, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan lahan di Kawasan Industri Bolok (KIB) yang telah lama menjadi aspirasi masyarakat Desa Bolok, Kuanheum, dan Nitneo. Komitmen tersebut disampaikan saat pertemuan diskusi bersama tokoh masyarakat dan warga setempat di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Senin (27/04/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yosef Lede menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang serius menindaklanjuti persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah penyelesaian harus ditempuh secara prosedural, terukur, serta melalui koordinasi lintas pemerintah.

“Persoalan KIB ini harus diselesaikan. Harus ada jalan keluar dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat yang mendiami wilayah ini serta memiliki hak atas tanah mereka,” tegas Bupati Yosef Lede.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, persoalan lahan di kawasan tersebut telah berlangsung sejak tahun 1995 dan tidak boleh dibiarkan terus berlarut-larut. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kupang akan segera menyampaikan surat resmi kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur serta pimpinan DPRD Provinsi NTT sebagai bentuk tindak lanjut nyata dalam upaya penyelesaian persoalan tersebut.

Dalam diskusi itu, tokoh masyarakat Desa Bolok, Yohanis Laiskodat, mengungkapkan kegelisahan warga terkait status lahan yang sejak tahun 1995 dinilai belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat lokal.

“Kami ingin apa yang menjadi hak rakyat dikembalikan. Lewat jalur politik dan koordinasi yang baik, kami berharap Bapak Bupati dapat membantu memperjuangkan hak-hak kami agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Yosef Lede menyampaikan bahwa dirinya telah membangun komunikasi politik dengan sejumlah anggota DPRD maupun pimpinan DPRD Provinsi guna membantu masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya dalam meninjau kembali Rencana Tata Ruang Wilayah yang berlaku di tingkat provinsi. Langkah ini dinilai penting dan strategis karena kewenangan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah berada pada DPRD, mengingat dokumen tersebut merupakan produk hukum daerah yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah.

“Prinsip kami jelas, yang menjadi milik kawasan industri tetap dihormati, tetapi yang merupakan hak milik rakyat harus dikembalikan kepada rakyat dan dikeluarkan dari kawasan industri,” ujarnya.

Karena itu, seluruh tahapan dan mekanisme yang berlaku akan ditempuh secara baik, terukur, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap seluruh masyarakat tetap menjaga kebersamaan, mendukung proses yang sedang berjalan, serta memberikan kepercayaan agar perjuangan bersama ini dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Kupang.

Bupati juga meminta masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas wilayah, serta terus mendukung proses penyelesaian melalui kerja sama dan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.

“Saya yakin jika kita perjuangkan dengan baik, tertib, dan penuh kesabaran, persoalan ini akan selesai,” tambahnya.

Turut Hadir Dalam Kesempatan Tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yoel Laitabun, Kepala Dinas PUPR Tonci Teuf, Kepala Dinas Perikanan Yaret Tamoes, Kepala Dinas Perhubungan Frist Kuhurima, Kepala RSKK Delsi Panie, Kabag Pemerintahan Jane Paoe, Kabag Prokopim Benidiktus Selan,Camat Kupang Barat Vily Nakamnanu, serta Kepala Desa Bolok, Kepala Desa Nitneo dan Kepala Desa Kuanheum.***

Penulis : Ayon Yohanes

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan
Wawali Hadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital
Pemkot Kupang Fasilitasi Bantuan Gempa Flores Bersama TASPEN dan Gekraf
Sidak Pangkalan Minyak Tanah,Wali Kota Kupang Usulkan Tambahan Kuota Minyak Tanah 500 Kiloliter ‎ ‎
Wawali Buka Event Budaya dan Pesta Rakyat Liliba, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM ‎
Pemkot dan TP PKK Deteksi Dini, Lindungi Perempuan Kota Kupang dari Kanker
Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Tekankan Tanggung Jawab dan Inovasi ‎
Wali Kota Kupang: AI Harus Memperkuat Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru

Berita Terkait

Sunday, 23 August 2026 - 22:05

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan

Wednesday, 19 August 2026 - 12:23

Wawali Hadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

Tuesday, 18 August 2026 - 19:22

Pemkot Kupang Fasilitasi Bantuan Gempa Flores Bersama TASPEN dan Gekraf

Friday, 14 August 2026 - 22:58

Sidak Pangkalan Minyak Tanah,Wali Kota Kupang Usulkan Tambahan Kuota Minyak Tanah 500 Kiloliter ‎ ‎

Friday, 14 August 2026 - 03:41

Wawali Buka Event Budaya dan Pesta Rakyat Liliba, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM ‎

Berita Terbaru

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44