Warga Oekofu Pertanyakan Kejelasan Kantor Polsek Raimanuk yang Tak Terurus ‎

Thursday, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Polsek Raimanuk di Dusun Oekofu, Desa Renrua, yang terlihat kosong dan tidak terawat.Foto:Dok.Deni/
‎

Kondisi Polsek Raimanuk di Dusun Oekofu, Desa Renrua, yang terlihat kosong dan tidak terawat.Foto:Dok.Deni/ ‎

Newsline NTT – Warga Dusun Oekofu, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, kembali menyuarakan keresahan mereka terkait terbengkalainya bangunan bekas Kantor Polsek Raimanuk yang hingga kini belum memiliki kejelasan status.Informasi ini diterima media melalui rilis WhatsApp,(1/04/2026).

‎Desakan ini muncul karena gedung yang dulunya difungsikan sebagai kantor pelayanan kepolisian tersebut telah lama dibiarkan kosong tanpa aktivitas. Warga menilai kondisi ini tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga mengabaikan tujuan awal pembangunan yang diharapkan dapat meningkatkan keamanan di wilayah tersebut.

‎Berdasarkan keterangan warga setempat,Pada Sabtu, 28 Maret 2026, dua orang anggota kepolisian sempat terlihat mendatangi lokasi bangunan.keduanya diduga berasal dari jajaran Bhabinkamtibmas Desa Renrua. Mereka datang dari arah kantor camat dan melakukan peninjauan singkat terhadap kondisi fisik bangunan, namun tidak memberikan penjelasan kepada warga sebelum meninggalkan lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Di waktu yang  bersamaan, keluarga Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, tengah melakukan kunjungan di SMAK St. Agustinus Raimanuk. Kesempatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka terkait ketidakjelasan fungsi kantor Polsek yang telah lama terbengkalai.

‎Warga berharap adanya langkah nyata dari pihak terkait, bukan sekadar kunjungan tanpa tindak lanjut.

‎”Harapan kami, setelah peninjauan ini ada kejelasan. Jangan sampai setiap ada desakan, petugas hanya datang melihat lalu pergi tanpa kepastian,” ujar seorang  warga yang tidak mau disebutkan namanya.

‎Persoalan ini juga berkaitan dengan status lahan yang digunakan. Tanah tempat berdirinya bangunan tersebut merupakan hibah dari masyarakat, yang awalnya diberikan untuk mendukung pelayanan keamanan di wilayah Raimanuk.

‎Karena tidak lagi dimanfaatkan dalam waktu lama, warga mulai mempertanyakan komitmen penggunaan lahan tersebut. Bahkan, mereka meminta agar lahan dikembalikan kepada pemilik asal jika tidak ada rencana jelas untuk mengaktifkan kembali kantor tersebut.

‎Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu pernyataan resmi dari Polres Belu maupun Polda NTT terkait kepastian status dan rencana pemanfaatan bangunan tersebut.***

‎

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

‎Audiensi dengan Kaprodi, Mahasiswa PGSD UMKOE Dorong Penurunan Harga Baju dari Rp650 Ribu Menjadi Rp450 Ribu
Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎
Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎
Law Firm James Richard & Partners Dampingi Klien Hadiri Undangan Wawancara di Polres Buleleng
Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎
Cipayung Plus Kota Kupang Gelar Mimbar Bebas, Tegaskan Penolakan Penyematan Gelar Raja Timor kepada Jokowi
UM.Koe Siap Dukung PON XXII 2028, Terima Kunjungan Kemenko PMK, Kemenpora, KONI NTT, dan Diaspora NTT
Sukses Tangani Perkara Penipuan, Klien Law Firm James Richard & Partners Berinisial MK Resmi Menghirup Udara Bebas dari LP Kerobokan

Berita Terkait

Thursday, 22 October 2026 - 13:45

‎Audiensi dengan Kaprodi, Mahasiswa PGSD UMKOE Dorong Penurunan Harga Baju dari Rp650 Ribu Menjadi Rp450 Ribu

Wednesday, 7 October 2026 - 00:41

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎

Thursday, 10 September 2026 - 21:31

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Saturday, 15 August 2026 - 10:56

Law Firm James Richard & Partners Dampingi Klien Hadiri Undangan Wawancara di Polres Buleleng

Sunday, 2 August 2026 - 20:51

Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42