Newsline NTT- Yulianus Mauk, menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis air bersih yang sementara ini dialami oleh masyarakat di dua dusun, yakni Dusun kota Biru dan Dusun Tularaut. Beliau, menyampaikan bahwa hal ini bukanlah persoalan baru yang terjadi di Desa Alas Selatan, namun persoalan tersebut sudah mendarah daging hingga kini pemerintah desa membiarkan persoalan fundamental ini berlarut-larut tanpa solusi konkret dari Pemerintah Desa setempat.Pernyataan itu disampaikan Yulianus kepada awak media Newsline melalui WhatsApp pada 14/01/2025.
Dari persoalan krisis air bersih tersebut, masyarakat terpaksa menggantungkan hidup mereka pada air Kali Babulu yang seharusnya tidak higienis untuk dikonsumsi dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Akibat dari ketidakseriusan pemerintah desa, masyarakat terpaksa membeli air tangki setiap minggu dengan harga mencapai Rp150.000 per satu tangki mobil. Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat kecil dan semakin memperparah tekanan ekonomi masyarakat, ujar Yulianus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maka dari itu, melalui Sekretaris Umum PERMASKOT Kupang menilai bahwa krisis air bersih ini mencerminkan kegagalan tata kelola Pemerintah Desa Alas Selatan. Sehingga beliau mendesak untuk sesegera mungkin mengambil langkah konkret, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana air bersih permanen hingga pengelolaan anggaran desa yang berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat.
“Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Bukan malah membiarkan kondisi ini semakin berlarut-larut, maka patut dipertanyakan keberpihakan dan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat”, pungkasnya.
Harapannya Pemerintah Desa Alas Selatan bersama Pemerintah Kecamatan Kobalima Timur, dan Pemerintah Kabupaten Malaka dapat segera menindaklanjuti persoalan krisis air bersih. dengan langkah konkret dan terukur agar kebutuhan dasar masyarakat Dusun,Kota Biru dan Dusun Tularaut dapat terpenuhi secara layak dan berkelanjutan. ***
Penulis : Sardiyanto
Editor : Redaksi









