
Ruteng, Newsline NTT – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng St. Agustinus resmi membuka Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) ke-VII di Wisma Golo Dukal, Ruteng, pada Selasa (11/11/2025).
Kegiatan kaderisasi formal tingkat ketiga ini berfokus pada pembentukan kepemimpinan ideologis, visioner, dan bermoral.
Kaderisasi untuk Melahirkan Pemimpin Berintegritas
Ketua Panitia Pelaksana, Edmundus N. E. Putra, menjelaskan bahwa LKK merupakan pendidikan formal tingkat ketiga dalam sistem kaderisasi PMKRI.
Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta kader dan akan berlangsung 11–16 November 2025 di Aula Wisma Golo Dukal Ruteng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“LKK merupakan bagian dari program kerja DPC PMKRI Cab. Ruteng periode 2024–2026, dirancang untuk membekali kader agar mampu menjawab persoalan sosial dan memperkuat tanggung jawab moral di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap LKK VII dapat melahirkan kader-kader militan yang siap memikul tanggung jawab perjuangan organisasi, Gereja, dan bangsa.
Tema LKK ke-VII PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Tegas, Populis, dan Berakar pada Nilai Perjuangan PMKRI.”
Tema tersebut menegaskan komitmen PMKRI dalam mencetak pemimpin yang berani, dekat dengan rakyat, serta setia pada nilai perjuangan organisasi.
PMKRI Memiliki 3 Pilar Kaderisasi
Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses kaderisasi PMKRI bertumpu pada tiga pilar kaderisasi.
“PMKRI Memiliki tiga pola kaderisasi yaitu pendidikan formal, informal, dan non-formal. Pilar-pilar ini menjadi fondasi untuk menumbuhkan karakter pemimpin yang berintegritas, berpikir kritis, dan memiliki kedekatan emosional dengan rakyat kecil.” Ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kader PMKRI harus menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi Gereja dan Bangsa.
Mahasiswa sebagai Pelopor Perubahan Sosial
Kartika menyinggung peran historis mahasiswa sebagai pelopor perubahan sosial. Dengan mengutip momentum pergerakan penting dari 1908 hingga Reformasi 1998, ia menekankan pentingnya menjaga roh pergerakan tersebut agar mahasiswa terus menjadi motor penggerak dalam membebaskan bangsa dari aneka masalah.
“LKK ini adalah investasi strategis PMKRI untuk memastikan lahirnya generasi pemimpin yang tegas dalam prinsip, populis dalam pendekatan, dan berakar kuat pada nilai perjuangan PMKRI,” pungkasnya.
Alumni dan TNI: Tekankan Disiplin dan Kritis
Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan KODIM 1612/Manggarai, GMNI Cabang Manggarai, BEM UNIKA St. Paulus Ruteng, OSIS SMK St. Aloysius, serta sejumlah alumni PMKRI.
Perwakilan KODIM 1612/Manggarai, Pasi Intel Fernando Mandonca, dalam sambutannya menekankan pentingnya disiplin dan komitmen proses dalam membentuk karakter pemimpin.
“Adik-adik PMKRI, ikutilah kegiatan ini sesuai aturan dan proseslah dengan baik. Hidup berorganisasi adalah dasar penting untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh dan bertanggung jawab,” pesannya.
Sementara itu, Roni Jeramat, perwakilan alumni, mendorong para kader agar menjaga semangat kritis terhadap berbagai isu sosial dan kebijakan publik.
“Kami para alumni akan selalu setia mendampingi dan mendukung setiap proses pengkaderan adik-adik. PMKRI harus terus mengawal kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil,” tegasnya.
Pengakuan Kampus dan Harapan Transformasi
Pastor Moderator PMKRI Cabang Ruteng, Rm. Frans Sawan, memberikan apresiasi atas konsistensi PMKRI dalam melaksanakan kaderisasi berjenjang.
Dalam sambutannya ia menyoroti dukungan kampus terkait surat izin kegiatan untuk peserta LKK, yang disebutnya sebagai bentuk pengakuan lembaga kampus terhadap sistem pembinaan PMKRI sebagai tempat persemaian kader pemimpin Gereja dan Bangsa.
“Izin dari kampus bagi peserta LKK menunjukkan pengakuan atas pentingnya kegiatan ini. Harapannya, para peserta dapat mengikuti proses dengan sungguh-sungguh, mentransformasi diri, dan menjadi pribadi yang mampu menyuarakan kebenaran serta keberpihakan pada rakyat,” ujarnya.
Ia menilai tema LKK VII PMKRI Cabang Ruteng sangat relevan dengan kebutuhan Gereja dan Bangsa saat ini. Kegiatan LKK juga bagaikan Filosofi Biji Gandum atau kemiri yang jatuh ke dalam tanah, bertumbuh lalu berbuah.
“Biji gandum yang jatuh ke tanah akan tumbuh dan berkembang. Seperti kemiri, bila jatuh ke tanah akan berbuah lebat. Begitulah kader PMKRI jika ditempa dengan benar, akan menjadi pemimpin yang memberi buah bagi Gereja dan Tanah Air.”
Sebagai penutup sambutannya, Pastor Moderator PMKRI Cabang Ruteng, secara simbolis membuka kegiatan LKK Ke-VII PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus dengan mengetuk mikrofon. ini menjadi tanda resmi dimulainya kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader.
Penulis : Gabriel Esong








