Tragedi di Depan Katedral Ruteng: Pria Asal Compang Tuke Tewas Mendadak di Trotoar

Friday, 24 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dan warga mengevakuasi korban ke RSUD Ruteng untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas dan warga mengevakuasi korban ke RSUD Ruteng untuk mendapatkan penanganan medis.

Ruteng, Newsline.id – Seorang pria bernama Yohanes Jon (52), seorang petani/pekebun asal Kelurahan Compang Tuke, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, ditemukan tak sadarkan diri di trotoar pertigaan depan Gereja Katedral Lama Ruteng, Jalan Pelita, pada Kamis malam (23/10/2025) sekitar pukul 21.55 WITA.

Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit, diduga akibat serangan jantung mendadak.
Informasi ini disampaikan oleh Polres Manggarai melalui siaran pers resmi yang diterima Pada  Jumat (24/10/2025) pagi.

Ditemukan Terlentang di Trotoar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut laporan kepolisian, awal mula kejadian diketahui saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Bangka Nekang, Aipda Emilanus Johan, melintas di lokasi dan mendapati kerumunan warga. Setelah mendekat, ia menemukan Yohanes Jon dalam posisi terlentang dan tidak sadarkan diri di trotoar.

Aipda Emilanus segera mengamankan lokasi dan melaporkan kejadian tersebut untuk ditindaklanjuti. Sekitar pukul 23.00 WITA, tim piket fungsi dan unit identifikasi Polres Manggarai tiba di lokasi.
Tim identifikasi yang dipimpin Kanit Pidum IPDA Robertus Jekson, S.H., menemukan korban dalam posisi terlentang, wajah menghadap ke atas, tanpa adanya tanda-tanda perlawanan atau kekerasan pada tubuhnya. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ruteng.

Meninggal Dunia sebelum Tiba di RSUD Ruteng

Setibanya di RSUD Ruteng, dr. Yudistira yang memimpin tim medis melakukan pemeriksaan awal. Hasil pemeriksaan memastikan korban sudah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya luka atau tanda-tanda kekerasan, termasuk indikasi trauma akibat benda tumpul maupun benda tajam. Berdasarkan kondisi fisik, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar 20 menit sebelum tiba di rumah sakit,” jelas dr. Yudistira, seperti tertuang dalam laporan medis.

Pihak kepolisian menduga kuat penyebab kematian adalah serangan jantung mendadak, mengingat korban memiliki riwayat penyakit tersebut.

Sempat Terlihat Membungkuk di Atas Motor

Keterangan dari saksi mata, Ferdinandus Jehadun (21), seorang mahasiswa, menguatkan dugaan serangan jantung. Ferdinandus melihat korban sempat berhenti di pinggir jalan dan duduk di atas sepeda motor dengan posisi membungkuk, seperti sedang menahan sakit.

“Tidak lama kemudian saya dengar suara motor jatuh. Saat saya lihat, bapak itu sudah terjatuh di aspal bersama motornya,” tutur Ferdinandus.

Warga setempat kemudian menolong dan memindahkan korban ke trotoar. Namun, korban sudah tidak memberikan respons.

“Awalnya kami kira pingsan. Tapi setelah dicek nadinya lemah sekali, jadi kami langsung minta bantuan polisi,” tambahnya.

Keluarga Tolak Autopsi, Benarkan Riwayat Jantung

Pihak keluarga korban, yang diwakili oleh Antonius Ngambur (52), membenarkan bahwa almarhum Yohanes Jon memiliki riwayat penyakit jantung dan rutin menjalani pengobatan di RSUD Ruteng.

“Kami sudah tahu almarhum punya riwayat jantung. Ia sering mengeluh dada sesak, tapi tetap beraktivitas seperti biasa. Kami menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar Antonius di rumah duka.

Keluarga secara resmi menolak dilakukan autopsi, dengan alasan telah mengetahui riwayat penyakit korban. Penolakan ini dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diserahkan kepada Polres Manggarai.

Tidak Ditemukan Unsur Pidana

Setelah proses identifikasi dan administrasi rampung, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka, Kelurahan Compang Tuke.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Peristiwa ini murni dugaan serangan jantung,” tegas IPDA Robertus Jekson dalam keterangan resminya, memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di tempat kejadian dan Kota Ruteng dilaporkan aman dan kondusif. ***

Editor : Gabriel Esong

Berita Terkait

TPA Overload, Ribuan Ton Sampah Menumpuk, Bali Hadapi Krisis Tata Kelola Lingkungan
Kontraktor Lokal Bali Laporkan Dugaan Penipuan Investor Asing di Uluwatu
Oknum Guru dan Kaur Desa Naitae Jadi Sorotan: Diduga Fasilitasi Penipuan Polisi Palsu, Korban Rugi Rp12,5 Juta
INVESTOR ASING KECEWA, PENANGANAN LAPORAN LAMBAN
MARAK PENIPUAN OLEH OKNUM WNA DI BALI, KANTOR HUKUM JAMES RICHARD & PARTNERS SIAP KAWAL KASUS HINGGA TUNTAS
LAW FIRM JAMES RICHARD & PARTNERS MENDAMPINGI WNA JEPANG MEMBUAT LAPORAN POLISI DUGAAN PENGGELAPAN KE KRIMUM POLDA BALI. 
I Gede Feri Kardiana, S.H. Soroti Keadilan di Era Viral: Hukum Bukan Sekadar Opini
Kuasa Hukum Laporkan Oknum Kontraktor ke Ditreskrimum Polda Bali atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Berita Terkait

Thursday, 9 April 2026 - 10:51

TPA Overload, Ribuan Ton Sampah Menumpuk, Bali Hadapi Krisis Tata Kelola Lingkungan

Wednesday, 1 April 2026 - 14:29

Kontraktor Lokal Bali Laporkan Dugaan Penipuan Investor Asing di Uluwatu

Tuesday, 24 March 2026 - 00:16

Oknum Guru dan Kaur Desa Naitae Jadi Sorotan: Diduga Fasilitasi Penipuan Polisi Palsu, Korban Rugi Rp12,5 Juta

Tuesday, 17 March 2026 - 14:09

INVESTOR ASING KECEWA, PENANGANAN LAPORAN LAMBAN

Tuesday, 17 March 2026 - 13:52

MARAK PENIPUAN OLEH OKNUM WNA DI BALI, KANTOR HUKUM JAMES RICHARD & PARTNERS SIAP KAWAL KASUS HINGGA TUNTAS

Berita Terbaru