2.539 Kasus HIV di Kupang, Gubernur Melki: Kita Sedang Kehilangan Generasi

Tuesday, 21 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Kasus HIV/AIDS di Kota Kupang terus meningkat dan kini menembus angka 2.539 kasus per September 2025. Lonjakan ini menjadi perhatian serius Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena, terutama karena penularan mulai menyasar kalangan pelajar.

“Kita akan seriuskan penerapan peraturan tentang jam belajar. Fenomena ini, khususnya penyakit sosial hingga HIV/AIDS yang menyasar generasi muda di sekolah, harus dicegah sejak dini agar tidak mengancam masa depan mereka,” kata Melki di Kupang, Senin (20/10).

Alarm Serius bagi Pemerintah dan Masyarakat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang menunjukkan, sepanjang Januari–September 2025, jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 2.539 orang. Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Ini alarm serius bagi kita semua,” tegas Melki.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix — kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media — dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu melibatkan semua unsur agar penanggulangan HIV/AIDS lebih efektif, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran saat ini,” ujarnya.

Prostitusi Menyasar Pelajar

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang Julius Tanggu Bore mengungkapkan masih ditemukannya praktik prostitusi yang melibatkan pelajar.

“Padahal berbagai sosialisasi sudah dilakukan, mulai dari layanan mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) setiap tiga bulan, pemberian obat pencegahan HIV (PrEP), hingga edukasi di komunitas populasi kunci,” jelas Julius dalam keterangan tertulis.

Lemahnya Pengawasan Sosial

Peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Kupang dinilai sebagai cermin lemahnya pengawasan sosial serta pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Pemerintah daerah didorong memperkuat peran sekolah dan keluarga dalam edukasi pencegahan.

“Remaja menjadi kelompok paling rentan, dan itu butuh pendekatan pendidikan yang lebih terbuka, bukan sekadar larangan,” ujar salah satu aktivis kesehatan masyarakat di Kupang.

Penulis : DJOHANES JULIUS BENTAH

Editor : DJOHANES JULIUS BENTAH

Sumber Berita: Suara Flores

Berita Terkait

Melestarikan Budaya Lokal sebagi Identitas Nasional di Tengah Arus Globalisasi dan Perkembangan Teknologi ‎
Kejari Kota Kupang Tidak Transparan dan Diduga Sembunyikan Bukti NTPN ‎
UMKoe Wisuda 167 Lulusan, Dorong Kampus Adaptif dan Lahirkan SDM Solutif
UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK
Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
Audiensi Bersama Wakil Wali Kota, Jordan Geru Angkat Persoalan Infrastruktur Kota Kupang ‎
Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎
Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi

Berita Terkait

Wednesday, 10 June 2026 - 04:11

Melestarikan Budaya Lokal sebagi Identitas Nasional di Tengah Arus Globalisasi dan Perkembangan Teknologi ‎

Thursday, 4 June 2026 - 22:29

Kejari Kota Kupang Tidak Transparan dan Diduga Sembunyikan Bukti NTPN ‎

Thursday, 4 June 2026 - 18:22

UMKoe Wisuda 167 Lulusan, Dorong Kampus Adaptif dan Lahirkan SDM Solutif

Wednesday, 3 June 2026 - 13:48

UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Berita Terbaru