Merawat Kebinekaan: Mahasiswa Muhammadiyah Kupang Gaungkan Pancasila Hadapi Radikalisme

Tuesday, 24 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, newsline.id || Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang bersama Rektor menggelar diskusi publik bertema radikalisme dan intoleransi di Aula Utama Gedung B, Universitas Muhammadiyah Kupang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Zainur Wula, S.Pd., M.Si., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang; Drs. H. Husen Anwar, selaku Sekretaris Umum MUI NTT; Muhammad Saleh, selaku Koordinator Penyelenggara; Dr. Idris Mboka, M.Hum., selaku Ketua Program Studi PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang; Dr. Zulkhaedir Abdussamad, M.Si., selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kupang; serta Benediktus Y.P. Kedang yang bertindak sebagai moderator kegiatan 24/06.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Saleh selaku koordinator menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan. “Pancasila adalah ideologi negara yang mempersatukan kita dari berbagai suku, budaya, dan agama,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Dr. Zainur Wula, S.Pd., M.Si., selaku pemateri pertama, menegaskan bahwa nilai-nilai budaya dari berbagai suku harus diterapkan dalam dunia pendidikan sebagai bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda.

“Generasi muda penting untuk menanamkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, karena saat ini banyak sekali gangguan dari budaya luar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menerapkan nilai-nilai budaya dalam dunia pendidikan,”

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Saleh selaku koordinator menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan.

“Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran penting dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk, baik dari sisi suku, budaya, maupun agama. Karena itu, nilai-nilainya harus ditanamkan secara konsisten dalam dunia pendidikan,” tegas Muhammad Saleh, selaku koordinator kegiatan.

Bapak Drs. H. Husen Anwar selaku pemateri kedua menyampaikan bahwa,
“Sebagai generasi muda, penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus mempersiapkan diri dengan nilai-nilai etika dan moral yang positif, menjadi pribadi yang kuat dan cerdas, agar siap menyongsong Indonesia Emas di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan,
“Pancasila dikaji oleh Bung Karno saat beliau diasingkan di Ende. Kemudian, Bung Karno menyampaikan nilai-nilai tersebut kepada para tokoh lainnya dalam sidang BPUPKI, hingga akhirnya disepakati bersama sebagai dasar negara Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Saleh turut menegaskan,
“Seluruh generasi muda harus menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk menjemput Indonesia Emas yang akan datang,” tuturnya dengan penuh harapan.*

Reporter: Semuel Loinenak.

Berita Terkait

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
Audiensi Bersama Wakil Wali Kota, Jordan Geru Angkat Persoalan Infrastruktur Kota Kupang ‎
Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎
Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi
Soal Pemecatan 4 Pegawai KONI NTT, Ketua DPC GMNI Kupang: Tunggu Klarifikasi, Jangan Ada Rekayasa Opini Jelang PON 2028
HIPMALIM Raya Kupang Lantik Pengurus Baru, Perkuat Solidaritas Mahasiswa Muslim Manggarai
PMII Kota Kupang Kecam Represivitas Aparat dan Arogansi Pimpinan Daerah NTT
Menteri Abdul Mu’ti Gelar Kuliah Tamu di UM.KOE, Mahasiswa Soroti Akses Pendidikan

Berita Terkait

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Thursday, 21 May 2026 - 11:54

Audiensi Bersama Wakil Wali Kota, Jordan Geru Angkat Persoalan Infrastruktur Kota Kupang ‎

Wednesday, 20 May 2026 - 07:38

Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎

Wednesday, 20 May 2026 - 01:14

Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi

Sunday, 17 May 2026 - 21:54

Soal Pemecatan 4 Pegawai KONI NTT, Ketua DPC GMNI Kupang: Tunggu Klarifikasi, Jangan Ada Rekayasa Opini Jelang PON 2028

Berita Terbaru

Korban dugaan penganiayaan berinisial KD (kanan) didampingi salah satu kuasa hukumnya, I Putu Agus Alit Diva Pranata, S.H. (kiri), usai membuat laporan resmi di Polsek Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah dari mantan kekasihnya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sumber foto dok: Adv Florianus.

Hukum

Hubungan Asmara yang Berakhir Pidana

Tuesday, 2 Jun 2026 - 14:46