FMN Rayakan 22 Tahun Perlawanan: Satukan Gerakan, Menang Bersama Rakyat

Monday, 19 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, Minggu, 18 Mei 2025 — Front Mahasiswa Nasional (FMN) bersama berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum buruh, petani, hingga organisasi kerakyatan lainnya, menggelar peringatan 22 tahun berdirinya FMN di Taman Nostalgia, Kupang. Acara ini menjadi momen reflektif sekaligus menunjukkan semangat perlawanan, mengusung tema besar: “Menempa Militansi, Memperluas Barisan, dan Menyatukan Gerakan untuk Kemenangan Rakyat.”

Kegiatan dimulai dengan
penampilan-penampilan menarik seperti monolog, pembacaan puisi, dan teater, yang diiringi dengan orasi politik serta yel-yel perjuangan. Seluruh rangkaian acara menegaskan posisi FMN sebagai organisasi gerakan yang berpihak pada rakyat tertindas—bukan kepada pemangku kekuasaan.
FMN merupakan organisasi pergerakan yang konsisten membela kepentingan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjadi tuntunan dan pedoman bagi gerakan rakyat di Indonesia, karena FMN adalah satu-satunya organisasi yang secara terang membicarakan dan melawan serta menentang musuh rakyat. Dalam perjuangannya, FMN aktif dalam aksi demonstrasi, kajian kritis, serta diskusi publik sebagai bentuk komitmen terhadap perubahan sosial.

Ketua FMN, Bung Vino, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, aliansi reforma agraria, dan organisasi kerakyatan yang turut hadir. Ia mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan sejarah panjang perjuangan FMN dan memperkuat barisan dalam menghadapi ketidakadilan, kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme.

“Perjuangan adalah karya. Kita harus terus bersama kaum tani, buruh, nelayan, perempuan tertindas, kaum miskin kota, dan suku bangsa minoritas, untuk memperhebat perjuangan dalam menghadapi rezim penguasa. Perjuangan kita adalah murni bentuk kepedulian terhadap rakyat,” ujar bung Vino dalam sambutanya

Ia juga menyoroti persoalan-persoalan struktural seperti penggusuran, relokasi, serta buruknya kondisi kelas pekerja yang terjadi akibat kebijakan semena-mena dari para pemangku kekuasaan, tanpa mempertimbangkan kesejahteraan rakyat.

“FMN tidak percaya pada jalur partai politik dalam mewujudkan perubahan. Kami memilih tetap berada di tengah rakyat, sebagai kekuatan murni gerakan mahasiswa yang bergandeng tangan dengan rakyat tertindas. Kaum buruh, tani, dan sektor rakyat lainnya adalah kekuatan utama yang menopang kemurnian perjuangan demi hak dan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Perwakilan dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) NTT juga memberikan sambutan, menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan peringatan HUT FMN ke-22, dan menegaskan pentingnya FMN sebagai wadah belajar dan berjuang bersama rakyat.

“FMN adalah tempat untuk melawan tiga musuh utama rakyat: imperialisme, kapitalisme, dan feodalisme. FMN dibutuhkan sebagai tenaga penggerak untuk melahirkan aktivis massa yang militan, patriotik, dan demokratis. Kami harap FMN terus tegak dalam prinsip dan pekerjaan politiknya,” ujar Ketua AGRA.

Ia juga menegaskan pentingnya mempererat hubungan antara mahasiswa, petani, buruh, perempuan, dan sektor rakyat lainnya. Mahasiswa, menurutnya, memiliki teori yang perlu diimplementasikan di tengah-tengah rakyat.

Perwakilan kaum petani turut menyampaikan pandangan tentang kondisi pertanian Indonesia yang dinilai masih bergantung pada impor, serta menekankan pentingnya kedaulatan pangan dan dukungan pemerintah terhadap alat produksi seperti bibit dan pupuk.

“Petani mampu memproduksi, asalkan diberi ruang dan dukungan,” tegasnya

Peringatan ini memperkuat seruan akan
pentingnya pengorganisasian rakyat oleh mahasiswa. FMN diyakini tetap relevan sebagai organisasi yang menyuarakan suara rakyat, berangkat dari hasil investigasi dan pengalaman langsung di lapangan.
Dengan semangat militansi dan kolektivitas, FMN menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pedoman gerakan rakyat di Indonesia.***

Penulis: hefri prisil

Editor: redaksi newslin.id ntt

Berita Terkait

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
Audiensi Bersama Wakil Wali Kota, Jordan Geru Angkat Persoalan Infrastruktur Kota Kupang ‎
Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎
Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi
Soal Pemecatan 4 Pegawai KONI NTT, Ketua DPC GMNI Kupang: Tunggu Klarifikasi, Jangan Ada Rekayasa Opini Jelang PON 2028
HIPMALIM Raya Kupang Lantik Pengurus Baru, Perkuat Solidaritas Mahasiswa Muslim Manggarai
PMII Kota Kupang Kecam Represivitas Aparat dan Arogansi Pimpinan Daerah NTT
Menteri Abdul Mu’ti Gelar Kuliah Tamu di UM.KOE, Mahasiswa Soroti Akses Pendidikan

Berita Terkait

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Thursday, 21 May 2026 - 11:54

Audiensi Bersama Wakil Wali Kota, Jordan Geru Angkat Persoalan Infrastruktur Kota Kupang ‎

Wednesday, 20 May 2026 - 07:38

Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎

Wednesday, 20 May 2026 - 01:14

Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi

Sunday, 17 May 2026 - 21:54

Soal Pemecatan 4 Pegawai KONI NTT, Ketua DPC GMNI Kupang: Tunggu Klarifikasi, Jangan Ada Rekayasa Opini Jelang PON 2028

Berita Terbaru

Korban dugaan penganiayaan berinisial KD (kanan) didampingi salah satu kuasa hukumnya, I Putu Agus Alit Diva Pranata, S.H. (kiri), usai membuat laporan resmi di Polsek Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah dari mantan kekasihnya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sumber foto dok: Adv Florianus.

Hukum

Hubungan Asmara yang Berakhir Pidana

Tuesday, 2 Jun 2026 - 14:46