Kupang, newsline.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan peran strategis koperasi sebagai kekuatan utama dalam membangun ekonomi rakyat saat menghadiri Penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024 KSP TLM Indonesia, di GOR Flobamorata, Kupang, Senin (20/4/2025) malam.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Johni Asadoma, Menteri Koperasi dan UKM RI Budi Arie Setiadi, serta Wali Kota Kupang Christian Widodo. Kehadiran para pemimpin daerah dan nasional ini menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Gubernur Melki memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KSP TLM Indonesia atas pencapaian luar biasa dalam pengembangan koperasi di NTT. Ia menyebut pertumbuhan aset dan peningkatan jumlah anggota sebagai bukti konkret bahwa koperasi mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“KSP TLM bukan sekadar koperasi, tapi wujud nyata mimpi masyarakat NTT untuk hidup mandiri secara ekonomi. Ini bukti bahwa koperasi bisa jadi solusi pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” ungkap Melki, seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya @melkilakalena.official.
Ia menambahkan, kesuksesan KSP TLM sejalan dengan visi dan misi kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, terutama dalam implementasi program unggulan seperti Quick Win One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli NTT.
Menurut Gubernur Melki, koperasi bukan hanya lembaga keuangan, tetapi wadah pemberdayaan masyarakat yang menumbuhkan solidaritas, kemandirian, dan semangat gotong royong.
“Orang NTT punya semangat tolong-menolong dan daya juang yang luar biasa. Mari kita dorong terus semangat ini agar koperasi semakin kuat dan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka,” ujar Melki penuh semangat.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI Budi Arie Setiadi menyampaikan harapannya agar NTT bisa menjadi inspirasi nasional dalam membangun ekonomi berbasis koperasi. Ia menyoroti pentingnya koperasi desa, seperti Desa Merah Putih, sebagai model dalam memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan kemandirian ekonomi.
“NTT harus jadi pionir ekonomi kerakyatan di Indonesia. Kita ingin koperasi menjadi ujung tombak pembangunan, agar bangsa ini tidak lagi bergantung pada negara lain, khususnya dalam urusan pangan,” tegas Menteri Budi Arie.
Penutupan RAT KSP TLM Indonesia ini menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ini adalah momentum untuk membangkitkan semangat baru dalam membangun ekonomi rakyat berbasis koperasi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan NTT yang mandiri dan sejahtera.(***)
Penulis: DJOHANES BENTAH









