Kupang,newline.id | Suasana yang biasanya hangat dan cerah di momen Paskah berubah menjadi dingin dan penuh tantangan. Namun, satu hal yang tetap menyala terang di tengah cuaca buruk itu adalah semangat iman umat Kristiani di kota Kupang tidak pernah luntur.
Selama dua hari kota Kupang di guyuri dengan hujan dan angin yang sangat keras, ditengah perayaan paskah. Gereja dipenuhi dengan umat yang datang dengan pakaian basah, dan langkah kaki yang tergesah gesah karena buruknya cuaca yang dibarengi dengan angin dan petir.
Mereka tidak datang untuk sekedar rutinitas keagaman saja. Tetapi, percaya akan pengharapan dan sukacita atas kebangkitan sang penebus. Bagi mereka badai bukanlah halangan, melainkan bagian dalam perjalanan iman akan kesetiaan kepada Yesus Kristus sang penebus. Karena paskah selalu menjadi refleksi iman bagi umat kristen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini adalah perayaan kemenangan umat kristiani atas dosan dan kematian, simbol pengharapan baru dan sukacita iman sejati. Maka, badai menjadi simbol bahwa dalam kehidupan umat kristiani selalu ada rintangan dan tantangan yang membuat iman kita goyah. Tapi kasih dan cinta Tuhan tetap setia dalam pengharapan karena cintanya sangat besar terhadap kita umat manusia.
Kupang menjadi salah satu simbol ketaatan iman sejati kepada sang pencipta, walaupun di tengah rerintihan hujan. Hentakan langkah kaki tak pernah berhenti untuk melangkah, Mereka hadir dengan wajah penuh keyakinan,menyanyikan pujian dengan suara mengalahkan derunya hujan, dan memanjatkan doa yang menembus langit gelap.
karena iman yang besar umat kristiani percaya akan sukacita dan kemenangan dari sang pencipta penebus dosa umat manusia. Semangat seperti inilah yang membuat Paskah menjadi lebih dari sekadar perayaan liturgi. Ia menjadi perwujutan iman yang hidup dan percaya akan keselamatan yang sungguh sangat nyata.(***)
Penusli : Hefri Persli.








