“The Real Multicultural University”, Pesan Rektor UMKOE untuk Squad 26

Saturday, 26 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEWSLINE.ID – Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) Nazaruddin Malik, S.E., M.Si memperkenalkan kampusnya sebagai “The Real Multicultural University” saat membuka ORMABA Squad 26. Ia menekankan keberagaman suku, agama, dan budaya sebagai bagian dari identitas kampus serta meminta mahasiswa baru menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk mengubah cara berpikir dan melahirkan inovasi.

Dalam sambutannya, Nazaruddin memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) sebagai “The Real Multicultural University”. Ia mengatakan identitas itu menggambarkan UMKOE sebagai ruang pendidikan bagi mahasiswa dari beragam suku, agama, dan budaya.

“Memberikan wadah, menyediakan tempat bagi seluruh anak bangsa, apa pun suku, agama, dan budayanya, untuk menyatu, bergabung menjadi sebuah bangun Indonesia yang kokoh di masa yang akan datang,” kata Nazaruddin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, keberagaman di lingkungan kampus semestinya menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan akademik. Perbedaan, kata dia, tidak seharusnya menghambat mahasiswa untuk belajar dan berkembang bersama.

Nazaruddin mengaitkan semangat multikultural itu dengan Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan pembaruan pemikiran.

“Muhammadiyah adalah gerakan keagamaan Islam, tapi Muhammadiyah memberikan jiwa dan tempatnya untuk seluruh anak bangsa dari agama apa pun, dari suku apa pun, dari budaya apa pun dia berasal,” ujarnya.

Kepada mahasiswa baru, Nazaruddin meminta masa kuliah tidak sekadar diisi dengan aktivitas akademik. Ia mendorong mahasiswa Squad 26 UMK menjadikan masa pendidikan sebagai proses transformasi diri, termasuk dalam cara berpikir, kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan berinovasi.

“Canangkan cita-cita agar selama Anda belajar di Universitas Muhammadiyah Kupang, Anda telah bertransformasi, Anda telah meningkat kemampuan atau cara berpikirnya. Anda siap melakukan inovasi-inovasi untuk membawa kemajuan bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap mahasiswa baru dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar tiga setengah hingga empat tahun dan kembali kepada keluarga dengan membawa keberhasilan.

Pesan tentang transformasi pendidikan itu kemudian disampaikan Nazaruddin melalui puisi berjudul “Pendidikan dan Kependidikan”. Dalam puisi tersebut, pendidikan digambarkan bukan sebagai proses mencetak manusia dalam bentuk yang seragam, melainkan sebagai proses menumbuhkan potensi melalui pengalaman dan perjalanan belajar.

“Pendidikan bukan cetakan. Ubah batu jadi permata yang berkilau. Nyala api bukan isi wadah,” demikian salah satu bagian puisi yang dibacakan Nazaruddin.

Pembukaan ORMABA kemudian berlangsung lebih interaktif. Nazaruddin bersama mahasiswa baru menyanyikan lagu dan berinteraksi dengan sejumlah mahasiswa di atas panggung.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diminta menyebut kembali sejumlah istilah penting dari sambutan Rektor. Salah seorang mahasiswi menyebut “Multicultural University” sebagai salah satu pesan utama.

Ia menggambarkan UMKOE sebagai ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai suku, ras, dan daerah untuk tumbuh bersama dalam lingkung***

Penulis : DJOHANES JULIUS BENTAH

Berita Terkait

Ahli Waris Korban Lakalantas di Denpasar Tempuh Restorative Justice, Kuasa Hukum: Hak Korban Jadi Prioritas
81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah
RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026,KPA:Serukan Reforma Agraria Sejati 
UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami
BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere
10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores
‎Perserikatan Solidaritas Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja:Lawan Perampasan Ruang Hidup dan Eksploitasi 
Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Karena Culpa Menyebabkan Meninggalnya Orang Lain.

Berita Terkait

Saturday, 26 September 2026 - 16:58

“The Real Multicultural University”, Pesan Rektor UMKOE untuk Squad 26

Thursday, 3 September 2026 - 21:19

Ahli Waris Korban Lakalantas di Denpasar Tempuh Restorative Justice, Kuasa Hukum: Hak Korban Jadi Prioritas

Wednesday, 26 August 2026 - 20:02

81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah

Monday, 24 August 2026 - 23:10

RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026,KPA:Serukan Reforma Agraria Sejati 

Thursday, 20 August 2026 - 11:58

UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami

Berita Terbaru

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44