UMKOE Gelar MAGMA, Buka Peluang Studi dan Karier Mahasiswa ke Jerman

Tuesday, 20 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Muhammadiyah Kupang menggelar kegiatan MAGMA (Muhammadiyah Advisory for German Migration Access) untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang studi dan karier di Jerman, bertempat di Aula Gedung E Lantai III UMKOE, Sabtu (17/10/2026). Sumber foto dok: Fajar Ar Masyur.

Universitas Muhammadiyah Kupang menggelar kegiatan MAGMA (Muhammadiyah Advisory for German Migration Access) untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang studi dan karier di Jerman, bertempat di Aula Gedung E Lantai III UMKOE, Sabtu (17/10/2026). Sumber foto dok: Fajar Ar Masyur.

KUPANG, Newsline.id – Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) menggelar kegiatan MAGMA (Muhammadiyah Advisory for German Migration Access) untuk membuka wawasan dan peluang mahasiswa dalam melanjutkan studi serta mengembangkan karier di Jerman. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung E Lantai III UMKOE, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Anggre S. K. Dahi, S.Pd., Prof. Dr. rer. nat. Antonius R. B. Ola, S.S., M.Sc., Helmina D. Lestarri, S.Pd., Dr. phil. Retno Widyastuti, M.A., dan Suratmi Hamida, S.Sos. Acara ini diikuti mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang serta siswa dan siswi di Kota Kupang.

MAGMA bertujuan memberikan informasi dan pemahaman kepada peserta mengenai peluang studi dan karier di Jerman, termasuk pentingnya persiapan diri, kemampuan bahasa, serta pemahaman terhadap prosedur migrasi yang aman dan sesuai regulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam wawancara bersama Newsline.id, Anggre S. K. Dahi, S.Pd., yang merupakan bagian dari Move.id, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi untuk memberikan informasi mengenai migrasi yang aman, teratur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Jerman.

“Di sini kami hadir untuk berbagi informasi yang aman tentang imigrasi yang aman, teratur, dan sesuai regulasi ke Jerman. Kami melihat kegiatan hari ini sangat positif. Tanggapan mahasiswa juga luar biasa, dengan pertanyaan-pertanyaan yang bagus. Kami semakin bersemangat karena antusiasme peserta begitu baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anggre menilai peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi maupun berkarier di Jerman terbuka luas. Namun, kesempatan tersebut perlu diimbangi dengan persiapan yang matang, terutama dalam penguasaan bahasa Jerman.

“Peluang ke Jerman terbuka luas, tetapi kembali lagi kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan baik. Yang paling penting adalah mempersiapkan kemampuan bahasa karena itu yang utama. Dibutuhkan upaya lebih untuk belajar bahasa Jerman,” jelasnya.

Terkait peluang kolaborasi dan akses informasi, Anggre menjelaskan bahwa Move.id melalui layanan yang didukung GIZ menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan melakukan konsultasi secara langsung mengenai peluang migrasi.

Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan layanan tersebut sebagai sumber informasi dan sarana konsultasi sebelum mengambil keputusan untuk melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri.

“Teman-teman mahasiswa dapat memanfaatkan peluang seperti ini dan menggunakan layanan Move.id yang tersedia,” tambahnya.

Anggre juga mendorong mahasiswa agar berani mengambil peluang di luar negeri, tanpa mengabaikan persiapan dan pemahaman terhadap prosedur yang berlaku.

“Kita juga harus berani keluar, jangan terlalu nyaman. Banyak kesempatan yang ada di luar sana dan kita harus mampu memanfaatkan kesempatan itu,” tutupnya.

Melalui kegiatan MAGMA, mahasiswa diharapkan semakin memahami peluang studi dan karier di Jerman, sekaligus mampu mempersiapkan kompetensi diri agar dapat memanfaatkan kesempatan internasional secara aman, terarah, dan bertanggung jawab. ***

Penulis : Lucianos De Hefrianto Persli

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe
Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
Mahasiswa KKN UMKoe Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Desa Pero Konda ‎
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎
Wali Kota Kupang: AI Harus Memperkuat Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru
UM.Koe Gelar Pembekalan KKN 2026, Siapkan 1.813 Mahasiswa Bangun NTT Melalui Kolaborasi dengan Masyarakat

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 12:59

UMKOE Gelar MAGMA, Buka Peluang Studi dan Karier Mahasiswa ke Jerman

Wednesday, 16 September 2026 - 00:04

Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe

Saturday, 12 September 2026 - 00:40

Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi

Tuesday, 1 September 2026 - 12:21

Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Monday, 31 August 2026 - 20:38

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44