Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe

Wednesday, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji coba alat dan foto panel mesin TempeTech. Tim PKM-PI Mahasiswa Universitas Katholik Widia Mandiri Kupang. (Sumber foto dok: Aldo Goru).

Uji coba alat dan foto panel mesin TempeTech. Tim PKM-PI Mahasiswa Universitas Katholik Widia Mandiri Kupang. (Sumber foto dok: Aldo Goru).

Kupang, NEWSLINE.ID — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang berhasil menciptakan TempeTech: Smart Fermentation Chamber, sebuah teknologi tepat guna yang dirancang untuk membantu mengendalikan suhu selama proses fermentasi tempe sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi pada industri rumah tangga.

Tim PKM-PI tersebut terdiri atas Mikhel Grimoaldo Kuabib sebagai ketua, bersama Alvin Juanda Bulan sebagai anggota 1, Alfrensius Dedison Rapu sebagai anggota 2, Arianus Harfino Nandus sebagai anggota 3, dan Anjelita Suriarti Bambung sebagai anggota 4. Melalui program ini, tim menerapkan TempeTech pada IRT Produksi Tempe Batuplat, yang berlokasi di Jalan Jambu, RT 03/RW 04, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

TempeTech dikembangkan sebagai solusi atas permasalahan yang selama ini dihadapi mitra dalam proses fermentasi. Sebelum menggunakan teknologi tersebut, proses fermentasi masih dilakukan secara konvensional dengan menutup tempe satu per satu menggunakan kain atau koran untuk membantu menjaga kondisi fermentasi. Cara tersebut membutuhkan waktu, tenaga, serta pemantauan secara berkala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilik IRT Produksi Tempe Batuplat, Bapak Simon Nomleni, menyampaikan bahwa kondisi tersebut sebelumnya cukup menyita waktu dan dapat mengganggu waktu istirahat maupun produktivitas dalam menjalankan kegiatan produksi.

“Alat ini bagus karena sebelum menggunakan alat ini, kalau hujan tempe harus ditutup satu per satu menggunakan kain atau koran supaya bisa masak (terfermentasi) bagus. Sekarang tidak perlu pusingg lagi karena alat ini bisa menghangatkan tempe dengan baik.” ujar Simon Nomleni.

Selain mengurangi pekerjaan manual, TempeTech juga memberikan solusi terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Kondisi panas dan hujan yang dapat berubah secara ekstrem sebelumnya menjadi salah satu faktor yang membuat mitra harus lebih memperhatikan kondisi fermentasi.

Dengan menggunakan TempeTech Smart Fermentation Chamber, kondisi suhu di dalam ruang fermentasi dapat dipantau menggunakan sensor SHT31 dan dikendalikan secara otomatis melalui sistem yang terintegrasi dengan heater dan kipas. Dengan demikian, proses fermentasi tidak sepenuhnya bergantung pada perubahan suhu lingkungan di luar chamber.

Hasil evaluasi terbaru menunjukkan adanya perkembangan waktu fermentasi hingga sekitar 18 jam, yang menjadi salah satu indikator peningkatan efisiensi proses produksi. Percepatan waktu fermentasi tersebut memberikan peluang bagi mitra untuk menjalankan siklus produksi dengan lebih efektif dan mendukung peningkatan produktivitas usaha.

Bagi mitra, keberadaan TempeTech juga memberikan rasa lebih aman dalam menghadapi perubahan cuaca. Mitra tidak lagi harus terlalu khawatir ketika terjadi perubahan kondisi dari panas ke hujan ataupun sebaliknya karena kondisi suhu di dalam chamber dibantu dikendalikan oleh sistem secara otomatis.

Penerapan TempeTech tidak hanya dilakukan melalui penyerahan perangkat, tetapi juga disertai buku pedoman, pelatihan, dan pendampingan penggunaan alat. Hal tersebut dilakukan agar mitra dapat memahami cara pengoperasian dan memanfaatkan teknologi secara mandiri dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Melalui inovasi tersebut, Tim PKM-PI Universitas Katolik Widya Mandira Kupang berharap TempeTech dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan efisiensi, produktivitas, dan konsistensi produksi tempe pada IRT Produksi Tempe Batuplat. Teknologi ini juga menjadi bentuk penerapan ilmu dan inovasi mahasiswa untuk menjawab permasalahan nyata yang dihadapi pelaku usaha lokal.

Keberhasilan penerapan TempeTech menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat. Ke depan, tim PKM-PI Unwira Kupang berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan teknologi agar TempeTech dapat memiliki kapasitas serta fungsi yang semakin optimal dalam mendukung industri rumah tangga produksi tempe. (***)

 

 

 

Penulis : Aldo Goru

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
Mahasiswa KKN UMKoe Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Desa Pero Konda ‎
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎
Wali Kota Kupang: AI Harus Memperkuat Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru
UM.Koe Gelar Pembekalan KKN 2026, Siapkan 1.813 Mahasiswa Bangun NTT Melalui Kolaborasi dengan Masyarakat
Mahasiswa KKN Unwira Ubah Pisang Dusun Tuamese Jadi Anggur Bernilai Jual Tinggi

Berita Terkait

Wednesday, 16 September 2026 - 00:04

Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe

Saturday, 12 September 2026 - 00:40

Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi

Tuesday, 1 September 2026 - 12:21

Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Monday, 31 August 2026 - 20:38

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2

Sunday, 16 August 2026 - 22:33

Mahasiswa KKN UMKoe Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Desa Pero Konda ‎

Berita Terbaru