Advokat Stanislaus Tante: Jaringan Narkoba Sulit Diberantas, Dugaan Oknum Aparat Jadi Penghambat  

Wednesday, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advokat Stanislaus Tante, S.H. bersama Kantor Kuasa Hukum James Richard & Partners Menyoroti Isu Jaringan Narkoba yang susah untuk diberantas. Sumber Dok: Istimewa.

Advokat Stanislaus Tante, S.H. bersama Kantor Kuasa Hukum James Richard & Partners Menyoroti Isu Jaringan Narkoba yang susah untuk diberantas. Sumber Dok: Istimewa.

NEWSLINE.ID – Peredaran narkotika di Bali hingga kini masih menjadi persoalan serius yang belum terselesaikan. Meski aparat penegak hukum rutin melakukan penangkapan dan pengungkapan kasus, jaringan narkoba justru terus berkembang dengan pola yang semakin kompleks.

Advokat Stanislaus Tante, S.H., menilai bahwa sulitnya pemberantasan narkoba tidak hanya disebabkan lemahnya penegakan hukum, tetapi juga faktor sistemik yang melibatkan banyak aspek.

“Masalah narkotika ini bukan sekadar persoalan hukum pidana biasa. Ini sudah menjadi kejahatan terorganisir lintas negara dengan jaringan kuat, modal besar, dan metode distribusi yang terus beradaptasi,” ujar Stanislaus dalam keterangannya pada 22/04/26.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Bali sebagai destinasi wisata internasional memiliki kerentanan tersendiri. Tingginya arus wisatawan dan mobilitas barang membuka celah bagi sindikat narkoba untuk masuk dan beroperasi.

Faktor Penyebab
Stanislaus menguraikan sejumlah faktor yang membuat pemberantasan narkoba sulit dilakukan:

– Jaringan Terorganisir dan Transnasional
Sindikat narkoba bekerja secara rapi dan terstruktur, bahkan melibatkan jaringan internasional. Pemutusan satu jalur distribusi tidak serta-merta menghentikan peredaran karena masih ada jalur lain yang aktif.

– Permintaan Pasar Tinggi
Tingginya permintaan, terutama di daerah wisata seperti Bali, menjadi pendorong utama peredaran narkoba terus berlangsung Oknum Aparat dan Lemahnya Integritas
Stanislaus menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam memperlancar distribusi narkotika. “Ini yang sangat berbahaya. Ketika penegak hukum justru terlibat, maka sistem akan sulit diperbaiki,” tegasnya. ****

Penulis : DJB

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kantor Kuasa Hukum Law Firm James Richard and Partners

Berita Terkait

Advokat Stanislaus Tante: Jaringan Narkoba Sulit Diberantas, Dugaan Oknum Aparat Jadi Penghambat
WNA di Bali Pilih Pendampingan Hukum Ketat, Tutup Celah Sengketa Transaksi Kendaraan Bermotor  
Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa
Perlindungan Hukum Terhadap Warga Negara Indonesia Dalam Hal Perselisihan Perjanjian Dengan Warga Negara Asing di Wilayah Bali
KONTRAKTOR LOKAL DIDUGA DITIPU WNA DALAM PROYEK VILA DI BALI, KASUS DITANGANI KANTOR HUKUM TERNAMA
Law Firm James Richard & Partners Dampingi Terdakwa di PN Denpasar, Optimis Raih Keadilan ‎
PENGACARA INDONESIA SOROTI INTERVENSI DAN INTIMIDASI KLIEN WNA DALAM PROSES HUKUM
Waspada Bahaya Narkoba Jenis Sabu
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 22 April 2026 - 17:43

Advokat Stanislaus Tante: Jaringan Narkoba Sulit Diberantas, Dugaan Oknum Aparat Jadi Penghambat

Wednesday, 22 April 2026 - 16:03

Advokat Stanislaus Tante: Jaringan Narkoba Sulit Diberantas, Dugaan Oknum Aparat Jadi Penghambat  

Wednesday, 22 April 2026 - 15:37

WNA di Bali Pilih Pendampingan Hukum Ketat, Tutup Celah Sengketa Transaksi Kendaraan Bermotor  

Thursday, 16 April 2026 - 11:45

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Wednesday, 15 April 2026 - 15:19

Perlindungan Hukum Terhadap Warga Negara Indonesia Dalam Hal Perselisihan Perjanjian Dengan Warga Negara Asing di Wilayah Bali

Berita Terbaru

Advokat Rikhardus Ikun, S.H., M.H., C.MSP., C.NSP., C.LFS., C.CPr. bersama Law Firm James Richard And Partners Layangkan Somasi Terhadap Oknum yang Diduga Mengaku-ngaku sebagai Advokat. Sumber Dok: Istimewa.

Hukum

Oknum mengaku advokat menipu investor asing

Tuesday, 21 Apr 2026 - 17:41