NEWSLINE.ID – Gabungan Mahasiswa Asal Sumba Universitas Muhammadiyah Kupang (GAMAS-UMK) menggelar aksi bersih-bersih lingkungan kampus melalui kegiatan Bakti Sosial Akademik bertajuk Peduli Lingkungan. Aksi ini dimaknai sebagai wujud kepedulian sekaligus sikap ideologis mahasiswa terhadap ruang hidupnya.
Melalui WhatsApp Ketua GAMAS-UMK, Agustinus Wungo, menegaskan kampus bukan sekadar ruang belajar, melainkan juga ruang perjuangan, pembentukan kesadaran, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Aksi ini lahir dari kegelisahan kami terhadap budaya apatis di kampus. Mahasiswa tidak boleh diam, kampus harus dirawat sebagai ruang hidup bersama,” ujarnya pada 19/26.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Agustinus, kegiatan bersih-bersih bukan hanya seremonial, melainkan bagian dari komitmen kolektif untuk membangun kesadaran kritis, disiplin, dan solidaritas di kalangan mahasiswa.
“Kampus dipandang sebagai tempat membangun kesadaran, berpikir kritis, dan berjuang untuk perubahan, bukan hanya belajar teori,” tuturnya.
Ia menambahkan, nilai kepedulian, tanggung jawab, dan solidaritas harus ditanamkan agar mahasiswa tidak acuh terhadap lingkungan.
“Kurangnya kesadaran mahasiswa dan sikap apatis yang masih tinggi menjadi alasan kami bergerak,” katanya.
Agustinus berharap aksi kecil seperti bersih-bersih kampus dapat menjadi contoh nyata yang menular ke banyak orang.
“Aksi kecil bisa jadi contoh nyata, menular ke banyak orang, dan perlahan menciptakan perubahan besar di masyarakat,” tutupnya.***
Penulis : DJOHANES JULIUS BENTAH
Editor : Redaksi









