Hadir di MPAB FOSMAB Kupang,Vegal Manek Membawakan Materi Untuk Para Calon Angota Baru  ‎

Monday, 23 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia dan peserta foto bersama Pemateri setelah selesai Materi.(Foto: Neswline/Sardi)

Panitia dan peserta foto bersama Pemateri setelah selesai Materi.(Foto: Neswline/Sardi)

Newsline NTT – Masa Penerimaan Angota Baru (MPAB) Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (FOSMAB) Kupang,diisi dengan materi bertema”Berorganisasi”materi ini di bawakan langsung oleh Vegal Manek,Selaku Senior FOSMAB  kupang  sekaligus wartawan TIMOR DAILY,di Oeleta Kupang,Senin(23/03/2026).

‎Materi tersebut membantu para peserta memahami pengertian organisasi, tujuan organisasi,serta peran organisasi di tengah masyarakat.Karena pada dasarnya organisasi adalah kumpulan individu atau orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai  tujuan bersama.Sehinga pentingnya diperkenalkan  organisasi bagi calon angota baru agar mereka memiliki inisiatif untuk aktif berpartisipasi

Suasana berlangsungnya kegiatan yang diisi dengan materi bertema “Berorganisasi”oleh Vegal Manek.Foto: Newsline/Sardi

‎Pantauan media, peserta baru mengikuti materi yang di bawakan oleh Vegal Manek,dengan khidmat dan antusias atas pemaparan materi yang sangat mudah di pahami.Mereka juga aktif bertanya, sehingga suasana kegiatan menjadi lebih hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Vegal Manek, Senior sekaligus Wartawan Timor Daily, menjelaskan bahwa proses belajar di kampus dan di organisasi memiliki perbedaan yang signifikan.

‎Menurutnya, di kampus mahasiswa lebih banyak mendapatkan teori, meskipun ada praktik, namun tidak sebanyak yang diperoleh ketika aktif dalam organisasi. Di organisasi, ruang praktik jauh lebih besar, sehingga kemampuan diri sangat bergantung pada niat, ketekunan, dan kemauan setiap individu.

‎Ia menegaskan bahwa seseorang bisa kaya akan ilmu bukan hanya karena belajar di kelas, tetapi karena memiliki keinginan besar, niat yang kuat, serta ketekunan dalam menjalani proses pembelajaran, termasuk melalui organisasi.

‎Lebih lanjut, Vegal menyampaikan bahwa organisasi menjadi wadah penting untuk membentuk karakter, mengembangkan diri, serta melatih kemampuan beradaptasi. Meskipun kampus dan organisasi sama-sama merupakan ruang belajar, perbedaannya terletak pada peluang. Kampus cenderung berada dalam ruang formal, sedangkan organisasi memberi ruang yang lebih luas, baik di dalam maupun di luar.

‎Ia juga menekankan pentingnya organisasi sebagai sarana membangun relasi. Menurutnya, setelah lulus dan menyandang gelar sarjana, mahasiswa akan dihadapkan pada dunia kerja. Dalam kondisi tersebut, relasi yang dibangun selama aktif berorganisasi dapat membantu membuka peluang kerja.

‎”Jika kita tidak pernah berorganisasi, siapa yang akan merekomendasikan kita? Sementara banyak orang lain juga bersaing untuk mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

‎Vegal menambahkan bahwa terdapat perbedaan karakter yang cukup jelas antara mahasiswa yang aktif berorganisasi dan yang tidak. Mahasiswa yang berorganisasi cenderung lebih percaya diri, memiliki pola pikir yang berkembang, serta mampu berkomunikasi dengan baik.

‎Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak hanya berfokus pada organisasi di tingkat tertentu, tetapi juga berani memperluas pengalaman.

‎Selain itu, ia menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki sikap kritis terhadap berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Namun, sikap kritis tersebut harus didasarkan pada data yang valid serta disertai dengan solusi, bukan sekadar kritik tanpa arah.

‎”Kalau kita mau kritis, harus ada bukti, data yang jelas, dan solusi. Kita berdiri untuk kebenaran dan keadilan,” tegasnya.

‎Di akhir penyampaiannya, Vegal mengingatkan bahwa proses belajar tidak selalu berjalan sempurna. Kesalahan adalah bagian dari proses. Oleh karena itu, mahasiswa tidak perlu takut untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.

‎Ia juga mendorong peserta untuk berani bersuara dalam forum, karena organisasi merupakan ruang kolektif yang menuntut kerja sama tim, keterbukaan, dan keberanian dalam menyampaikan gagasan.

‎Tanggapan Peserta Baru

‎Roby Lely,menyampaikan bahwa manfaat berorganisasi adalah melatih kemampuan public speaking dan mental. Menurutnya, organisasi menjadi ruang belajar untuk memperluas wawasan yang tidak selalu didapatkan di kampus. Ia menegaskan bahwa di organisasi lebih banyak praktik nyata, sedangkan di kampus cenderung lebih dominan teori, dengan porsi praktik yang terbatas.

‎Antonius Moruk,menilai organisasi sebagai wadah untuk mengembangkan diri dan memperluas wawasan. Ia mengatakan bahwa tujuan mahasiswa bergabung dalam organisasi adalah untuk belajar hal-hal di luar materi kampus. Menurutnya, pembelajaran di kelas lebih banyak disampaikan dosen, sementara organisasi memberikan tambahan pengalaman, terutama dalam melatih pola pikir kritis dan kemampuan public speaking.

Peserta baru Antonius Moruk,Saat Menangapi sekaligus bertanya.

‎Oktovianus Gama,mengungkapkan bahwa organisasi menjadi sarana untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Ia juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat membantu dalam memahami pentingnya peran organisasi dalam kehidupan mahasiswa.

‎Tanggapan Pemateri

‎Sementara itu, pemateri Vegal Manek menanggapi berbagai pendapat peserta dengan menekankan pentingnya menjadi mahasiswa yang kritis, baik di lingkungan kampus maupun dalam organisasi.

‎Ia menjelaskan bahwa sikap kritis berarti berani menyuarakan persoalan ketidakadilan, berpihak kepada masyarakat yang tertindas, serta mampu mengkritisi kebijakan yang tidak adil.

‎”Mahasiswa yang kritis harus berani membawa isu ketidakadilan, hadir untuk masyarakat yang tertindas, dan mengkritisi kebijakan yang tidak adil,” tegasnya.

‎Ia juga menambahkan bahwa sikap kritis harus didasarkan pada fakta dan niat baik, serta terus diasah agar tidak membiarkan ketidakadilan berkembang.

‎Kegiatan ini diharapkan dapat membuat seluruh anggota baru memahami manfaat dan tujuan berorganisasi, sehingga mampu beradaptasi serta aktif berpartisipasi dalam setiap agenda organisasi.***

Penulis : Sardiyanto

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, UM.Koe, Dekan FISIPOL Tekankan Kebersamaan
UM. Koe Kupang Gelar Silahturahmi Idul Fitri 1447 H, Teguhkan Spiritualitas dan Integritas Civitas Akademika
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka Pikul Salib di Pawai Paskah Kupang, Serukan Toleransi dan Persatuan
‎Wapres Gibran Buka Festival Paskah Kupang,Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Toleransi 
Oknum Guru dan Kaur Desa Naitae Jadi Sorotan: Diduga Fasilitasi Penipuan Polisi Palsu, Korban Rugi Rp12,5 Juta
MPAB Fosmab Kupang 2026 Jadi Wadah Pembentukan Kepemimpinan,Anggota Baru Mulai Berproses
Ketika Bahasa Menjadi Rumah: Gagasan Anak Muda NTT untuk Masa Depan Budaya
Aliansi Peduli Demokrasi Gelar Aksi di Depan Polda NTT, Desak Tindak Lanjut Oknum Polisi 

Berita Terkait

Wednesday, 8 April 2026 - 19:08

Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, UM.Koe, Dekan FISIPOL Tekankan Kebersamaan

Wednesday, 8 April 2026 - 12:38

UM. Koe Kupang Gelar Silahturahmi Idul Fitri 1447 H, Teguhkan Spiritualitas dan Integritas Civitas Akademika

Monday, 6 April 2026 - 21:53

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka Pikul Salib di Pawai Paskah Kupang, Serukan Toleransi dan Persatuan

Monday, 6 April 2026 - 14:24

‎Wapres Gibran Buka Festival Paskah Kupang,Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Toleransi 

Tuesday, 24 March 2026 - 00:16

Oknum Guru dan Kaur Desa Naitae Jadi Sorotan: Diduga Fasilitasi Penipuan Polisi Palsu, Korban Rugi Rp12,5 Juta

Berita Terbaru

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

Nasional

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 Apr 2026 - 11:45