Newsline NTT – Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (Fosmab) Kupang, menggelar hari pertama Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dengan jumlah peserta baru sebanyak 29 orang. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Maret 2026,di Kupang sebagai bagian dari proses kaderisasi organisasi.
Kegiatan pembukaan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Ketua Umum Fosmab Kupang, Yulius Yasintus Mali, dalam sambutannya menegaskan bahwa MPAB bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk menanam benih kepemimpinan bagi generasi muda Belu di Kupang.
”Hari ini kita sedang menyaksikan proses penyemaian. Kita menanam benih-benih kepemimpinan di tanah solidaritas anak-anak Belu,” ujar Yulius kepada wartawan Neswline(22/03/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Sinergi Muda untuk Organisasi serta Membangun Inovasi dan Kolaborasi demi Jiwa Kepemimpinan yang Solid.” Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi generasi muda saat ini yang dituntut mampu bekerja sama di tengah perkembangan zaman.

Yulius menjelaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam membangun organisasi. Menurutnya, istilah sinergi yang berasal dari bahasa Yunani synergos memiliki arti bekerja bersama-sama. Hal ini penting karena tidak ada individu yang mampu bekerja sendiri tanpa dukungan orang lain.
”Perbedaan latar belakang, baik asal daerah maupun cara berpikir, justru menjadi kekuatan jika disatukan dalam semangat kebersamaan,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi, khususnya bagi generasi muda yang hidup di era digital. Inovasi, menurutnya, tidak harus selalu besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mempromosikan budaya Belu melalui konten kreatif di media sosial.
Ia menambahkan, inovasi tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kolaborasi. Karena itu, Fosmab diharapkan mampu membangun kerja sama, baik internal organisasi maupun dengan pihak eksternal, termasuk organisasi lain di Kupang dan masyarakat di Kabupaten Belu.
Lebih lanjut, Yulius menekankan bahwa kepemimpinan yang solid bukan soal jabatan, melainkan tentang kemampuan melayani dan rasa tanggung jawab terhadap organisasi.
”Kepemimpinan itu bukan tentang siapa yang memerintah, tetapi siapa yang mau melayani dan berkontribusi,”tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh anggota baru untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MPAB dengan penuh keseriusan dan semangat belajar. Ia juga berharap para peserta mampu membangun relasi, memperluas wawasan, serta memperkuat rasa kekeluargaan selama berada di Kupang.
Kegiatan MPAB ini diharapkan menjadi awal terbentuknya generasi muda Belu yang berkarakter, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.***
Penulis : Sardiyanto
Editor : Sardiyanto









