Mencari Keadilan di Atas Puing Reruntuhan: Kuasa Hukum WNA Jepang Desak Kepastian Hukum Atas Dugaan Pengerusakan Properti di Kuta

Saturday, 14 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – 14 Maret, Sebuah nestapa hukum menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang yang harus melihat investasi dan harapan hidupnya hancur seketika. Bangunan yang disewanya secara sah di kawasan Kuta, Badung, kini hanya menyisakan debu dan puing setelah diduga dirusak hingga rata dengan tanah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

​Kasus pengerusakan ini telah resmi dilaporkan ke Polda Bali dan saat ini tengah memasuki tahapan penyelidikan (lidik) serta pemanggilan terhadap terlapor yang berinisial MY.

​I Gede Feri Kardiana, S.H., selaku anggota tim kuasa hukum korban dari Law Firm James Richard and Partners, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang mencederai iklim keamanan dan kepastian hukum bagi investor asing di Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Klien kami datang ke Bali dengan itikad baik untuk tinggal dan berinvestasi. Namun, apa yang ia dapati justru tindakan sewenang-wenang yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Bayangkan perasaan seseorang yang mendapati bangunan yang ia sewa dengan sah, dihancurkan tanpa sisa hingga rata dengan tanah,” ujar I Gede Feri Kardiana, S.H. dalam pernyataan resminya hari ini (14/03).

​Lebih lanjut, Gede Feri menekankan bahwa tindakan ini bukan sekadar kerugian materiil, melainkan bentuk intimidasi yang harus ditindak tegas demi menjaga martabat hukum di wilayah hukum Bali.

​”Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Polda Bali yang saat ini tengah melakukan proses lidik dan pemanggilan terlapor MY.

Kami menaruh harapan besar dan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum agar kasus ini dikawal dengan objektivitas tinggi. Keadilan yang seadil-adilnya adalah harga mati bagi klien kami yang telah kehilangan segalanya di atas tanah tersebut,” tambahnya.

​Melalui narasi ini, tim kuasa hukum mengetuk hati nurani masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melihat bahwa penegakan hukum yang tegas adalah benteng terakhir bagi siapapun—termasuk warga asing—yang mencari keadilan di Pulau Dewata.

​”Jangan sampai tindakan anarkis seperti ini menjadi preseden buruk bagi citra pariwisata dan investasi kita. Kami akan terus mengawal proses ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan,” tutup Gede Feri.***

Editor : Lucianos Persli

Berita Terkait

DIGITAL NOMAD VISA (E33G): Solusi atau Malah Salah Sasaran?
Diduga Tipu WNA Jepang Berkedok Kontraktor, Penyidik Polda Bali Cek Fisik Proyek di Jimbaran
Law Firm James Richard & Partners Berhasil Mengembalikan Hak Enam Pekerja Bangunan Melalui Pendampingan Pro Bono atas Kerugian Hampir Mencapai Rp.170 Juta
Keadilan Berimbang: Ayah Didampingi Pengacara Klarifikasi Tuduhan Penelantaran di UPTD PPA Bali
Akses Jalan Weoe Terputus Akibat Longsor,IMMALA Kupang Desak Bupati Malaka untuk Dengar Tangisan Rakyat  ‎
Babak Baru Kasus Sengketa Tanah di Leonmeni: Ahli Waris Bantah Pemberitaan yang Dinilai Tidak Sesuai Fakta
Hubungan Asmara yang Berakhir Pidana
Janji Relokasi Dipertanyakan, Warga Nilai Pembongkaran Lapak oleh Satpol PP Kabupaten Kupang Minim Sosialisasi  ‎
(WNA) asal Jepang yang harus melihat investasi dan harapan hidupnya hancur seketika. Bangunan yang disewanya secara sah di kawasan Kuta, Badung, kini hanya menyisakan debu dan puing setelah diduga dirusak hingga rata dengan tanah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 15:52

DIGITAL NOMAD VISA (E33G): Solusi atau Malah Salah Sasaran?

Thursday, 9 July 2026 - 22:07

Diduga Tipu WNA Jepang Berkedok Kontraktor, Penyidik Polda Bali Cek Fisik Proyek di Jimbaran

Monday, 22 June 2026 - 15:05

Law Firm James Richard & Partners Berhasil Mengembalikan Hak Enam Pekerja Bangunan Melalui Pendampingan Pro Bono atas Kerugian Hampir Mencapai Rp.170 Juta

Monday, 22 June 2026 - 14:32

Keadilan Berimbang: Ayah Didampingi Pengacara Klarifikasi Tuduhan Penelantaran di UPTD PPA Bali

Sunday, 21 June 2026 - 20:47

Akses Jalan Weoe Terputus Akibat Longsor,IMMALA Kupang Desak Bupati Malaka untuk Dengar Tangisan Rakyat  ‎

Berita Terbaru