Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

NEWSLINE.ID – Bali, 16 April 2026, Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan akan peredaran gelap narkotika karena mudahnya akses untuk mendapatkan barang tersebut. Tidak jarang seorang pecandu adalah orang yang masih di bawah umur.

Baca selengkapnya Waspada Bahaya Narkoba Jenis Sabu

Saat ditemui awak media, I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners, menerangkan bahwa narkotika dapat menyerang semua kalangan tanpa terkecuali. Orang yang sudah kecanduan dengan narkotika tidak akan dapat mengendalikan adiksinya dan tidak akan mampu untuk pulih tanpa pertolongan dari orang yang punya kompetensi di bidang penanganan adiksi seperti konselor adiksi, psikolog, psikiater, dan instansi berwenang seperti BNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca selengkapnya Wakil Bupati Kupang Hadiri Paskah EIS, Puji Lingkungan Belajar dan Dorong Sekolah Lain Meniru

Selain sangat merusak fisik dan mental, narkotika juga berdampak pada kehidupan sosial dari orang yang kecanduan dengan barang tersebut. Tidak jarang ditemukan seorang pecandu yang sudah tidak mampu untuk membeli narkotika tersebut karena faktor ekonomi, akhirnya mereka melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, menggelapkan, menipu, dll. untuk membeli barang tersebut demi memenuhi kebutuhan adiksinya. Dan parahnya lagi, yang paling sering saya temui adalah orang yang awalnya pecandu, lama-lama akan menjadi pengedar karena mereka berharap mendapatkan upah dari mengedarkan narkotika itu dan mampu membelinya lagi dari upah tersebut untuk memenuhi kebutuhan adiksinya,” ujarnya.

Baca selengkapnya Bupati Kupang Dorong SMPN 1 Jadi Sekolah Unggulan, Awasi TKA dan Program Makan Bergizi Gratis  

Mengingat harga narkoba itu mahal dan kebutuhan dosis dari kecanduan manusia akan selalu meningkat, itu yang membuat seorang pecandu cenderung akan berbuat kriminal demi mendapatkan barang tersebut karena faktor ekonomi,” imbuhnya.

Waspadalah, jaga diri sendiri, keluarga, dan orang sekitar dari serangan narkoba. Jika ada anggota keluarga atau orang terdekat kalian yang diduga kecanduan dengan narkotika, segera hubungi lembaga rehabilitasi, BNN, konselor adiksi, psikolog, atau psikiater. Karena pecandu harus ditolong melalui terapi-terapi yang berbasis pendekatan psikologis.***

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kantor Kuasa Hukum Law Firm James Richard and Partners

Berita Terkait

10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores
Law Firm James Richard & Partners Dampingi Klien Hadiri Undangan Wawancara di Polres Buleleng
‎Perserikatan Solidaritas Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja:Lawan Perampasan Ruang Hidup dan Eksploitasi 
Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Karena Culpa Menyebabkan Meninggalnya Orang Lain.
Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎
Cipayung Plus Kota Kupang Gelar Mimbar Bebas, Tegaskan Penolakan Penyematan Gelar Raja Timor kepada Jokowi
Cipayung Plus dan FMN Kota Kupang Tolak Penyematan Gelar “Raja Timor” kepada Joko Widodo
WNA Tiga Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik, Kuasa Hukum Korban Apresiasi Kinerja Polda Bali
Orang yang sudah kecanduan dengan narkotika tidak akan dapat mengendalikan adiksinya dan tidak akan mampu untuk pulih tanpa pertolongan dari orang yang punya kompetensi di bidang penanganan adiksi seperti konselor adiksi, psikolog, psikiater, dan instansi berwenang seperti BNN.

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 23:45

10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores

Saturday, 15 August 2026 - 10:56

Law Firm James Richard & Partners Dampingi Klien Hadiri Undangan Wawancara di Polres Buleleng

Friday, 14 August 2026 - 02:04

‎Perserikatan Solidaritas Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja:Lawan Perampasan Ruang Hidup dan Eksploitasi 

Friday, 7 August 2026 - 12:01

Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Karena Culpa Menyebabkan Meninggalnya Orang Lain.

Sunday, 2 August 2026 - 20:51

Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎

Berita Terbaru

Siaran Pers, Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Emanuel Melkiades Laka Lena bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Flores, Nusa Tenggara Timur, (Sumber Foto Dok: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT).

Bencana Alam

Gubernur Melki Laka Lena Gerak Cepat Pantau Dampak Gempa di Flores

Saturday, 15 Aug 2026 - 09:44