Newsline.id, MANGGARAI TIMUR, 16 Februari 2026 – Malam Sabtu (14/02) pukul 23.11 WIB menjadi momen penuh ketegangan bagi Dionisius Parera, Ketua LSM Ilmu. Dirinya menerima pesan dan panggilan WhatsApp dari Kepala Dinas Pariwisata Labuan Bajo (inisial SJ) dengan kalimat: “Pak Doni apa Ngoeng ITE”, yang berarti “Pak Doni Maunya apa??”.
“Ketika baca pesannya langsung tidak nyaman, saya jawab ‘Main ancam Ko??’,” cerita Doni kepada jurnalis pada sore hari Senin. Ia menambahkan bahwa nada suara pada panggilan sangat mengancam. Setelah itu, SJ mengirim pesan lagi: “Besok saya akan ketemu kraeng”, dan menjawab “kraeng dimana besok” saat ditanya tempat bertemu.
Doni menduga ancaman itu berawal dari tindakannya menanyakan keberadaan mobil dinas di lokasi konflik internal suku Mbehal depan pelabuhan PELINDO. Warga adat yang tidak nyaman meminta dia mencari tahu tujuan kedatangan mobil tersebut. “Saat saya menunggu informasi dari grup WhatsApp, datang pesan dan panggilan yang langsung mengancam,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut bahwa adik kandung SJ, Haflon alias Lon (pegawai PPPK Dinas Lingkungan Hidup), pernah melaporkan 3 orang masyarakat adat Mbehal atas dugaan pengancaman pada Agustus 2023. Ketiganya kini ditahan di Polres Mabar dan menunggu sidang. “Dia mungkin emosi karena itu,” ucap Doni.
Ia melaporkan kejadian ke Polres Manggarai Timur pada 15/02. Pihak Reskrim membenarkan telah menerima laporan dan sedang menyelidiki. Upaya menghubungi SJ belum mendapatkan tanggapan, meskipun ponselnya aktif.
Kasus ini mengingatkan pentingnya komunikasi baik antara pemerintah dan masyarakat sipil, serta keamanan yang terjamin bagi setiap orang.***
Penulis : SRT
Editor : Redaksi








