Neswline NTT-Ribuan prajurit muda resmi dilantik dalam upacara penutupan pendidikan pertama TNI AD di Lapangan Hitam SECATA RINDAM IX/Udayana, Singaraja, Rabu (4/2/2026). Di antara barisan prajurit tersebut, terselip kisah perjuangan seorang pemuda asal Manggarai Barat yang tak pernah menyerah pada keadaan.
Dia adalah Prada Irawansyah (21), alumni Madrasah Aliyah Jabal Nur Watulendo angkatan 2022. Putra sulung dari lima bersaudara ini berasal dari keluarga sederhana di Lale Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Kedua orang tuanya, Masnur dan Siti Salma, menggantungkan hidup dari mengolah sawah.sebuah pekerjaan yang menjadi tumpuan utama masyarakat setempat.
Irawansyah lahir di Watulendo pada 1 Juli 2004. Semasa sekolah, Ia bukan termasuk siswa berprestasi secara akademik. Namun, satu hal yang menonjol dari dirinya adalah keteguhan untuk terus mencoba. Keinginan menjadi prajurit TNI membawanya menempuh proses panjang dan melelahkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tercatat, ia mengikuti seleksi TNI sebanyak tujuh kali. Enam kali gagal tak membuatnya mundur. Ia terus memperbaiki diri, memperkuat fisik, menjaga disiplin, dan berlatih dengan tekun hingga akhirnya dinyatakan lolos pada kesempatan ketujuh.
“Dia termasuk siswa yang tidak mudah putus asa. Berkali-kali gagal, tapi tetap datang mencoba lagi,” ungkap Kepala Sekolah MA Jabal Nur Watulendo saat ditemui usai pelantikan.
Momen pelantikan menjadi hari yang penuh haru bagi keluarga. Ibu Siti Salma tak kuasa menahan air mata ketika mendampingi putranya. Sementara sang ayah, Masnur, dengan kemeja kotak sederhana, berdiri tegap menyaksikan anaknya kini mengenakan seragam hijau TNI-sebuah kebanggaan besar bagi keluarga dan kampung halamannya.
Kisah Irawansyah menjadi pengingat bahwa latar belakang bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Menjadi anak petani tidak menghalangi langkah menuju institusi bergengsi, selama dibarengi kerja keras, disiplin, latihan yang konsisten, serta doa orang tua.
Keberhasilannya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Manggarai Barat, khususnya wilayah Lembor, agar berani bermimpi besar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.***
Penulis : SRT
Editor : Redaksi









