Newsline NTT-Warga Desa Compang Lawi, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur bersama DPRD Dapil IV untuk segera memperbaiki jalan poros tengah kabupaten yang hingga kini mengalami kerusakan parah.
Jalan tersebut merupakan akses penghubung sejumlah desa, yakni Desa Satar Nawang, Desa Compang Lawi, Desa Compang Congkar, dan Desa Rana Mese, yang mengarah ke Kecamatan Elar dan Elar Selatan (Simpang Lima). Kondisi jalan yang rusak berat dinilai sangat menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Dalam laporan masyarakat yang disampaikan melalui sambungantelepon WhatsApp kepada wartawan Newsline NTT pada,( 24/01/2026),Warga mengungkapkan bahwa jalan tersebut telah mengalami kerusakan selama kurang lebih 10 tahun dan hingga tahun 2026 belum juga mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga menilai, kondisi jalan yang semakin parah, terutama saat musim hujan, sangat mengganggu aktivitas ekonomi sehari-hari. Selain menyulitkan masyarakat dalam mengakses pasar, kerusakan jalan juga menghambat akses menuju Kota Kecamatan Congkar serta ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.
Quintus Pahing, salah satu perwakilan masyarakat Desa Compang Lawi, menyampaikan keluhan sekaligus kekecewaannya terhadap Pemkab Manggarai Timur di bawah kepemimpinan Bupati Andreas Agas serta DPRD Dapil IV Manggarai Timur yang dinilai kurang memperhatikan kondisi infrastruktur jalan tersebut.
Menurut Quintus, terakhir kali jalan tersebut mendapat perhatian serius adalah pada masa kepemimpinan Bupati Yosep Tote. Ia juga meyakini masih terdapat banyak titik jalan lain dengan tingkat kerusakan yang lebih ekstrem, namun hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah maupun DPRD setempat.
“Dengan kondisi jalan seperti ini, masyarakat sangat dirugikan, terutama dalam sektor ekonomi. Akses ke pasar mingguan, ke Kota Kecamatan Congkar (Watunggong), hingga ke ibu kota kabupaten di Borong menjadi sangat sulit,” tegas Quintus.
Sebagai tokoh masyarakat Manggarai Timur, Quintus berharap Pemkab Manggarai Timur dan DPRD Dapil IV dapat lebih serius memperhatikan pembangunan daerah, khususnya di bidang infrastruktur. Ia juga mendorong pemerintah dan DPRD untuk membuka ruang audiensi sebagai sarana penyerapan aspirasi masyarakat.
“Dengan adanya ruang dialog, kebijakan dan pembangunan yang dikeluarkan pemerintah dapat tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, warga menilai kondisi jalan yang rusak parah tersebut telah menimbulkan kerugian di berbagai aspek kehidupan. Di tengah kondisi yang semakin memprihatinkan ini, masyarakat hanya berharap Pemkab Manggarai Timur dan DPRD Dapil IV dapat segera merespons dan menindaklanjuti seluruh keluhan serta aspirasi yang telah disampaikan.***
Penulis : Ayon Hans
Editor : Sardiyanto








