
Ruteng, Newsline NTT – Kabupaten Manggarai mencatatkan pertumbuhan ekonomi impresif sebesar 5,70% hingga November 2025, menjadikannya daerah dengan kinerja ekonomi terbaik kedua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah Manggarai Barat yang mencatat 8,02%.
Data ini disampaikan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ruteng, Akhmad Zainuddin, dalam konferensi pers di Aula Sinergi KPPN Ruteng, Rabu (27/11/2025).
Ia menyebut konsumsi rumah tangga yang tumbuh antara 3,57% hingga 4,65% menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Daya beli masyarakat tetap terjaga, dan ini menjadi motor utama pergerakan ekonomi di Manggarai,” ujar Akhmad.
Realisasi Anggaran Capai 86,17%
Kinerja ekonomi Manggarai turut ditopang oleh realisasi anggaran yang tinggi. Hingga 26 November 2025, realisasi belanja APBN di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada mencapai Rp4,21 triliun atau 86,17% dari total pagu anggaran. Rinciannya:
- Belanja Pemerintah Pusat: Rp682,43 miliar (78,39%)
- Transfer ke Daerah: Rp3,52 triliun (87,86%)
Meski terjadi penurunan belanja Kementerian/Lembaga sebesar 3,31% akibat pemblokiran anggaran senilai Rp81,40 miliar, stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Program Sosial dan UMKM Jadi Pilar Ekonomi
Pemerintah juga menggelontorkan berbagai program perlindungan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, antara lain:
- Program Keluarga Harapan (PKH): Rp238,45 miliar
- Bantuan Sosial Yatim Piatu: Rp3,13 miliar
- BPNT, BLT Dana Desa, dan program padat karya lainnya
Sementara itu, sektor UMKM mendapat dukungan melalui:
- Pembiayaan UMi: Rp89,41 miliar untuk 17.507 debitur
- Kredit Usaha Rakyat (KUR): Rp501,84 miliar untuk 13.199 debitur
Bupati Nabit: Pertumbuhan Ini Hasil Sinergi
Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, menyambut positif capaian tersebut. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi mencerminkan kekuatan sektor riil dan hasil kerja kolektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa fondasi ekonomi Manggarai semakin kuat,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Pemkab Manggarai, lanjutnya, terus memprioritaskan tiga sektor utama: pertanian, UMKM, dan pariwisata.
Fokus 2026: Kolaborasi dan Stabilitas Harga
Menghadapi tahun 2026, Bupati Nabit menekankan pentingnya menjaga kolaborasi lintas sektor serta mengantisipasi tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas dan tekanan fiskal nasional.
“Stabilitas harga pangan, pengendalian inflasi, dan percepatan bantuan sosial akan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat,” tutupnya.***
Penulis : Gabriel Esong









