Koding dan AI: PKO Sulap Daerah jadi Pusat Inovasi Digital!

Tuesday, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai Timur Senin 17-11/2024 Newline.id NTT Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) tengah menjadi sorotan positif berkat inisiatifnya menyelenggarakan pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Fransiskus Kandra S.Pd,Gr, yang akrab disapa Hans, memberikan pandangan optimisnya, menyebut pelatihan ini sebagai komitmen nyata pemerintah daerah untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi era digital. “Teknologi tidak lagi eksklusif milik kota besar, melainkan kebutuhan mendasar,” tegasnya.

Hans menyoroti bagaimana pelatihan ini membuka gerbang bagi generasi muda untuk mengenal pemrograman dan AI sejak dini, membekali mereka dengan keterampilan digital yang krusial di dunia kerja. Pendekatan praktis yang diterapkan, di mana peserta diajak langsung menulis kode dan memahami algoritma, membuat pembelajaran terasa relevan dan membumi. Kehadiran fasilitator yang kompeten juga menciptakan atmosfer interaktif dan menyenangkan, memotivasi peserta untuk terus belajar. Hal ini, menurut Hans, adalah harapan besar agar daerah dapat mengejar ketertinggalan teknologi.

Meningkatkan Kualitas SDM: Dari Keterampilan Teknis hingga Pola Pikir Kritis

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak pelatihan ini terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah dinilai sangat besar. Hans menjelaskan, “Masyarakat memperoleh keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman, tidak hanya teknis, tetapi juga melatih pola pikir kritis, kreatif, dan problem-solving.”

Pelatihan ini tidak hanya membuka peluang kerja baru di industri teknologi, tetapi juga memberdayakan peserta untuk menciptakan usaha sendiri, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lebih dari itu, pelatihan ini membangun rasa percaya diri, menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat, dan berpotensi menciptakan ekosistem digital lokal yang kuat. “SDM yang terampil dapat membangun komunitas teknologi, startup lokal, atau pusat inovasi,” imbuhnya, menegaskan potensi daya saing daerah.

Harapan untuk Masa Depan: Jangkauan Luas dan Kolaborasi Industri

Untuk masa depan, Hans memiliki sejumlah harapan agar Dinas PKO terus meningkatkan kualitas dan jangkauan pelatihan. Ia berharap materi disesuaikan dengan kebutuhan lokal, seperti aplikasi AI di bidang pertanian atau pendidikan daerah, serta memperluas akses hingga ke desa-desa untuk mengurangi kesenjangan digital.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan industri juga menjadi poin penting, agar pelatihan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut ke dunia nyata melalui program magang dan mentor. “Penting juga bagi Dinas PKO untuk menyediakan tindak lanjut setelah pelatihan,” kata Hans, menyarankan pembentukan komunitas alumni atau kompetisi coding untuk menjaga semangat belajar.

Dinas PKO: Motor Penggerak Literasi dan Transformasi Digital

Peran Dinas PKO dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya teknologi digital sangat strategis. Hans melihat Dinas PKO sebagai penghubung kebijakan nasional dan kebutuhan lokal, serta fasilitator literasi digital yang menjelaskan manfaat teknologi secara kontekstual.

Selain itu, Dinas PKO juga berperan membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi dengan edukasi keamanan digital dan etika penggunaan. “Dinas PKO dapat menjadi motor penggerak perubahan budaya,” ujar Hans, yang meyakini bahwa dengan peran konsisten, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta dan pengembang teknologi, menuju kemandirian digital berkelanjutan.

Menguatkan Sinergi: Jalinan Komunikasi Intensif dengan Industri Teknologi

Terkait peningkatan kerja sama dengan industri teknologi, Hans menekankan pentingnya membangun komunikasi intensif. “Dengan dialog yang terbuka, kedua pihak dapat memahami kebutuhan masing-masing,” katanya.

Program magang, pelatihan bersama, penyelenggaraan kompetisi atau hackathon dengan sponsor dari industri, adalah beberapa bentuk kerja sama yang dapat diwujudkan. Yang terpenting, menurut Hans, adalah membangun ekosistem berkelanjut.**

Penulis : SRT

Editor : Hefri Persli

Berita Terkait

UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami
BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere
10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores
‎Perserikatan Solidaritas Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja:Lawan Perampasan Ruang Hidup dan Eksploitasi 
Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Karena Culpa Menyebabkan Meninggalnya Orang Lain.
Cipayung Plus dan FMN Kota Kupang Tolak Penyematan Gelar “Raja Timor” kepada Joko Widodo
WNA Tiga Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik, Kuasa Hukum Korban Apresiasi Kinerja Polda Bali
Gelar Perkara Transparan, Law Firm James Richard & Partners Beri Apresiasi ke Unit V Subdit 1 Polda Bali

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 11:58

UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami

Sunday, 16 August 2026 - 20:40

BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere

Saturday, 15 August 2026 - 23:45

10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores

Friday, 14 August 2026 - 02:04

‎Perserikatan Solidaritas Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja:Lawan Perampasan Ruang Hidup dan Eksploitasi 

Friday, 7 August 2026 - 12:01

Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Karena Culpa Menyebabkan Meninggalnya Orang Lain.

Berita Terbaru