Manggarai Timur Senin 17-11/2024 Newline.id NTT Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) tengah menjadi sorotan positif berkat inisiatifnya menyelenggarakan pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Fransiskus Kandra S.Pd,Gr, yang akrab disapa Hans, memberikan pandangan optimisnya, menyebut pelatihan ini sebagai komitmen nyata pemerintah daerah untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi era digital. “Teknologi tidak lagi eksklusif milik kota besar, melainkan kebutuhan mendasar,” tegasnya.
Hans menyoroti bagaimana pelatihan ini membuka gerbang bagi generasi muda untuk mengenal pemrograman dan AI sejak dini, membekali mereka dengan keterampilan digital yang krusial di dunia kerja. Pendekatan praktis yang diterapkan, di mana peserta diajak langsung menulis kode dan memahami algoritma, membuat pembelajaran terasa relevan dan membumi. Kehadiran fasilitator yang kompeten juga menciptakan atmosfer interaktif dan menyenangkan, memotivasi peserta untuk terus belajar. Hal ini, menurut Hans, adalah harapan besar agar daerah dapat mengejar ketertinggalan teknologi.
Meningkatkan Kualitas SDM: Dari Keterampilan Teknis hingga Pola Pikir Kritis
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak pelatihan ini terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah dinilai sangat besar. Hans menjelaskan, “Masyarakat memperoleh keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman, tidak hanya teknis, tetapi juga melatih pola pikir kritis, kreatif, dan problem-solving.”
Pelatihan ini tidak hanya membuka peluang kerja baru di industri teknologi, tetapi juga memberdayakan peserta untuk menciptakan usaha sendiri, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lebih dari itu, pelatihan ini membangun rasa percaya diri, menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat, dan berpotensi menciptakan ekosistem digital lokal yang kuat. “SDM yang terampil dapat membangun komunitas teknologi, startup lokal, atau pusat inovasi,” imbuhnya, menegaskan potensi daya saing daerah.
Harapan untuk Masa Depan: Jangkauan Luas dan Kolaborasi Industri
Untuk masa depan, Hans memiliki sejumlah harapan agar Dinas PKO terus meningkatkan kualitas dan jangkauan pelatihan. Ia berharap materi disesuaikan dengan kebutuhan lokal, seperti aplikasi AI di bidang pertanian atau pendidikan daerah, serta memperluas akses hingga ke desa-desa untuk mengurangi kesenjangan digital.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan industri juga menjadi poin penting, agar pelatihan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut ke dunia nyata melalui program magang dan mentor. “Penting juga bagi Dinas PKO untuk menyediakan tindak lanjut setelah pelatihan,” kata Hans, menyarankan pembentukan komunitas alumni atau kompetisi coding untuk menjaga semangat belajar.
Dinas PKO: Motor Penggerak Literasi dan Transformasi Digital
Peran Dinas PKO dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya teknologi digital sangat strategis. Hans melihat Dinas PKO sebagai penghubung kebijakan nasional dan kebutuhan lokal, serta fasilitator literasi digital yang menjelaskan manfaat teknologi secara kontekstual.
Selain itu, Dinas PKO juga berperan membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi dengan edukasi keamanan digital dan etika penggunaan. “Dinas PKO dapat menjadi motor penggerak perubahan budaya,” ujar Hans, yang meyakini bahwa dengan peran konsisten, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta dan pengembang teknologi, menuju kemandirian digital berkelanjutan.
Menguatkan Sinergi: Jalinan Komunikasi Intensif dengan Industri Teknologi
Terkait peningkatan kerja sama dengan industri teknologi, Hans menekankan pentingnya membangun komunikasi intensif. “Dengan dialog yang terbuka, kedua pihak dapat memahami kebutuhan masing-masing,” katanya.
Program magang, pelatihan bersama, penyelenggaraan kompetisi atau hackathon dengan sponsor dari industri, adalah beberapa bentuk kerja sama yang dapat diwujudkan. Yang terpenting, menurut Hans, adalah membangun ekosistem berkelanjut.**
Penulis : SRT
Editor : Hefri Persli








